Istri Diatas Ranjang

Istri Diatas Ranjang
Episode 15


__ADS_3

"Iya-iya, aku masuk ke kamar, terimakasih atas waktunya," ujar Vera memundurkan langkahnya dan menutup pintu kamarnya.


"Iya okeh, dari dulu aku memang menginginkan kekayaan yang berlimpah, agar hidupku tenang dan tidak merasakan arti kemiskinan. Tapi, jika aku di berikan suami kaya dengan sikapnya yang jahat, lebih baik ... aku memilih hidup berkecukupan," gumam Vera berjalan dan duduk ditepi ranjang.


Setelah membalas pesan dari anak buahnya yang ditugaskan untuk berjaga di depan pintu kamar istri Tuan nya, Excel segera menghampiri Dave yang sedang duduk di sofa dengan mata fokus pada laptopnya.


"Kenapa laporan keuangan ini dan ini bisa berbeda jauh Cel?" ucap Dave memberikan dua buah berkas laporan keuangan yang dikerjakan oleh pegawai kantornya.


Excel mengambil laporan dan membacanya, "Aku tidak tahu, tante Tesa tidak pernah memantau perusahaan ini semenjak dia sibuk dengan teman-teman sosialitanya, dan aku juga sibuk dengan pekerjaanku," bela Excel, "Biar aku panggilkan dua orang pembuat laporan ini, pasti salah satu dari mereka telah melakukan kecurangan," sambung Excel.


"Jangan! Lebih baik, berikan semua laporan beberapa tahun ini. Aku akan mengecek dan melihat mereka telah menggelapkan uang perusahaanku sejak kapan, pantas saja Ibu selalu menyuruhku pulang dan mengurus perusahaannya. Ternyata ini sebabnya, dia sibuk dengan teman-temannya dan perusahaan tidak ada yang mengurusnya sampai-sampai kalian dibodohi oleh karyawan sendiri," ucap Dave di setujui Excel.


"Tunggu sebentar, aku akan mengambil semua laporan keuangan selama kamu tidak ada di sini," jawab Excel, "Maafkan aku Dave, aku lalai dalam menjaga amanahmu," sambung Excel merasa bersalah.


"Ini bukan salahmu Cel, mereka saja yang memanfaatkan keadaan," ucap Dave menatap berkas lainnya.


Excel berjalan keluar ruangan, dia mencari beberapa berkas yang dibutuhkan sahabatnya di dalam gudang, setelah menemukan berkas yang dia cari, sekali lagi Excel memeriksa berkas tersebut dan mendapatkan laporan keuangan yang nilainya cukup fantastis. Segera dia membawa laporan itu pada Dave.


"Dave, lihatlah ini ... banyak sekali laporan yang tidak balance," ujar Excel memperlihatkan berkas dokumen yang dikerjakan menager keuangan perusahaannya.


Dave menyambar berkas itu dan matanya membulat saat melihat angka dengan nominal besar, "Apa-apaan ini!" pekik Dave melempar dokumen itu.


"Dan ini, ada lagi Dave," titah Excel membuat Dave semakin emosi.


"Beritahu semua karyawan bagian keuangan. Kita akan meeting 10 menit lagi," ucap Dave, "Aku akan membongkarnya di depan umum. Ini sudah jelas dia menggelapkan dana di perusahaanku dengan nominal yang cukup besar," sambung Dave.


"Okeh Dave, aku akan mengumumkan pada semua karyawan bagian keuangan," jawab Excel, "Dan ini, kau bisa melihat berkas lainnya, karena aku belum mengecek semuanya," titah Excel memberikan semua berkas laporan.


"Letakkan di meja Cel, kepalaku pusing. Kita sudah rugi ratusan milyar!" frustrasi Dave menjatuhkan bokongnya di sofa, tubuhnya sangat lemas.

__ADS_1


"Baik," Excel meletakkan berkas dokumennya di atas meja dekat sofa. Kemudian dia pergi meninggalkan Dave yang sedang memijat pelipisnya.


Setelah mengumumkan meeting yang dadakan itu, kini semua karyawan di bagian keuangan sudah memasuki ruang meeting. Mereka duduk sesuai dengan urutannya.


"Di mana pria tua itu?" ucap Excel saat tak melihat manager keuangannya yang bernama Carlos.


"Maaf Tuan Excel, Pak Carlos sedang izin ke kamar mandi," ucap salah satu bawahan Carlos.


"Baiklah, jemput dia sekarang juga. Karena Tuan Dave akan datang 2 menit lagi, dan saya tidak ingin Tuan Dave menunggu terlalu lama," titah Excel yang disetujui oleh karyawan laki-laki.


"Saya mohon izin, untuk menjemput Pak Carlos di kamar mandi," ucapnya membungkukkan setengah badannya memberi hormat.


Excel membalasnya dengan isyarat tangan. Lalu dia memerintahkan semua karyawannya untuk berdiri menyambut kedatangan Dave.


"Silahkan Tuan Dave," ucap Excel saat melihat Dave masuk ke ruang meeting.


"Kita hanya menunggu Carlos, manager keuangan yang sedang berada di toilet," jawab Excel mengedipkan salah satu matanya memberi isyarat pada sahabatnya.


Mengerti akan arti dari Excel, Dave memerintahkan semua karyawannya duduk dan memulai meetingnya tanpa manager keuangan.


"Tujuan saya mengumpulkan kalian semua di sini adalah menanyakan beberapa laporan keuangan yang menurut saya tidak balance atau tidak masuk akal. Kalian bisa lihat ini--" ucap Dave terhenti saat melihat Carlos datang dengan bawahannya.


"Maaf Tuan, saya terlambat," ucap Carlos memberi hormat lalu mendudukkan dirinya di bangku kosong. Tubuhnya yang bergetar dengan keringat yang selalu membasahi dahi nya membuat Excel yang sedari tadi memperhatikan gerak gerik Carlos menaruh kesimpulan sepihak.


Saat Dave menjelaskan semua laporan yang dibuat Carlos berbeda dengan laporan yang dibuat karyawan lainnya, dan melihat wajah pucat dari Carlos membuat Dave menyudahi rapatnya.


"Rapat cukup sampai di sini. Kalian boleh kembali," ucap Dave membuat semua karyawan bangkit dan meninggalkan ruang meeting.


"Dan Pak Carlos, karena anda datang terlambat. Maka saya akan menanyakan beberapa pertanyaan mengenai hasil laporan keuangan yang anda buat," sambung Dave mendorong beberapa hasil laporan milik Carlos, "Bisa dijelaskan semuanya?" lanjutnya lagi.

__ADS_1


Tangan Carlos bergetar saat mengambil berkas yang diberikan pemilik perusahaannya, "Saya tidak tahu Tuan, saya sudah mengerjakannya dengan teliti," ucap Carlos melihat laporan yang dibuatnya sendiri.


"Excel, atasi dia!" titah Dave memundurkan kursi lalu meluruskan kakinya di atas meja membuat Carlos terkejut. Semua karyawan tidak pernah melihat sisi kejam Dave, Dave selalu membalas sapaan dan tersenyum pada semua karyawan membuat banyak karyawan wanita yang jatuh hati padanya.


"Mengaku saja, jika kau mengaku ... maka Tuan akan mengampuni kejahatanmu," ucap Excel menarik semua berkas yang berada di depan Carlos.


"Maaf Tuan," hanya kata maaf yang bisa Carlos lakukan.


"Maaf untuk apa? Memangnya anda membuat kesalahan?" tanya Dave memicingkan matanya.


"Ma-maaf Tuan," Carlos berbicara dengan kepala tertunduk.


"Dia meminta maaf Cel, memangnya aku sudah memberitahukan kesalahannya padanya?" ujar Dave tertawa.


"Mungkin dia takut denganmu Dave," jawab Excel membuat Carlos mendongakkan wajahnya.


'Apa-apaan ini, kenapa sekertaris Excel menyebut Tuan Dave tanpa embel-embel Tuan,' batik Carlos menundukkan kepalanya lagi.


"Habisi dia. Aku tidak suka memelihara pengkhianat!" tegas Dave menurunkan kakinya dan bangkit dari kursinya.


"Jangan Tuan, maafkan saya," ucap Carlos bersujud di kaki Dave, "Waktu itu saya membutuhkan banyak uang. Ampuni saya Tuan, saya berjanji akan mengembalikan uang yang sudah saya gunakan," sambung Carlos.


"Ck, apa kau bisa? kau telah menggelapkan dana perusahaan ratusan milyar hah!"


"Laporkan dia," titah Dave pada Excel.


"Ampun Tuan, jangan laporkan saya," ucap Carlos memegang kaki Dave.


Bersambung😘

__ADS_1


__ADS_2