
"Mau kau pecat aku atau tidak, itu bukan urusanku. Asal kau tahu, aku akan tetap bekerja di perusahaanmu, karena aku mempunyai tameng yaitu ibumu!" ketus Excel.
"Cepatlah! Cium bajuku!"
"Tidak mau! Kau jangan maksa!" ucap Excel beranjak berdiri.
Melihat temannya pergi, Dave segera mencegah. Dia memegang tangan Excel sekuat mungkin.
"Ciuum!" titah Dave.
"Kau gila, Dave! Aku masih normal. Tinggal suruh bibi saja!" gerutu Excel menepis tangan Dave, membuat Dave kesal. Dia meluruskan kakinya dan ...
Brugh!
Tubuh Excel mencium lantai, "Dave!" teriak Excel kesal.
Dave tertawa, dia berlari menaiki tangga dan masuk ke dalam kamarnya.
__ADS_1
Excel mengusap hidungnya yang mancung. "Sialaan!" geram Excel, "Hidungku jadi masuk ke dalam, kan! Ini semua ulah Dave!" sambungnya lagi sambil berlari menyusul Dave.
Brak!
Pintu kamar tertutup dengan rapat dan keras, membuat Vera yang sedang tak enak badan terkejut.
"Mas, kamu gila! Aku sedang tidur!" ketus Vera saat melihat suaminya tertawa puas di depan pintu.
"Biarkan saja. Oh iya, jika ada seseorang yang mengetuk pintu. Kamu tanyakan dulu, siapa yang ketuk, dan jika yang ketuk, Excel ... kamu tidak perlu membukakannya."
"Memangnya kenapa aku tidak boleh membukakan pintu?" tanya Vera merubah posisi tidurnya menjadi duduk.
Mendengar ucapan suaminya, seketika mood Vera menjadi hancur. Dia melempar bantal ke arah Dave.
"Kamu tidur di lantai! Aku tidak mau satu ranjang denganmu!" ketus Vera membuat Dave membulatkan matanya.
"Kau gila! Aku bisa masuk angin jika tidur di lantai! Lebih baik, kau saja yang tidur di lantai. Jangan suruh orang lain!" ketus Dave mengambil bantal yang terjatuh.
__ADS_1
Vera tersenyum sinis, "Katamu, aku sedang hamil? Jika benar, aku sedang hamil. Maka, aku harus berhati-hati dan ibu hamil tidak di sarankan tidur di lantai. Kasihan calon anaknya, bisa kedinginan!" ucap Vera.
"Memang bisa calon bayi yang masih di dalam perut kedinginan?" tanya Dave serius.
Vera mengedikkan bahunya, "Mana aku tahu, memangnya aku pernah tidur di lantai? Tinggal, kamu hamil lalu tidur di lantai. Jika ucapanku tidak benar, kamu boleh memintaku untuk tidur di lantai!" ketus Vera merebahkan tubuhnya lagi dan menarik selimutnya sampai atas kepala.
Dave berjalan beberapa langkah dan menjatuhkan pantatnya di tepi ranjang, "Aku tidak mau tidur di lantai! Memangnya, kamu siapa? Berani-beraninya kamu mengatur tidurku di rumahku sendiri!" ucap Dave.
Vera membuka sedikit selimutnya yang menutupi wajahnya, "Ya sudah, kalau begitu, aku akan pergi dari rumah ini. Tapi, jangan halangi aku!" ucap Vera membuat Dave terkejut.
"Jika kau berani, aku akan menghukummu!"
"Ibu hamil tidak boleh di hukum. Ingat itu! Katamu, aku hamil, kan!" sindir Vera.
"Selalu saja memakai alasan hamil." sindir Dave lirih.
"Aku masih bisa mendengar umpatanmu itu, Mas. Jadi, sebisa mungkin, kalau mengumpat itu, di dalam hati. Biar aku tidak mendengar dan sakit hati lagi!" kesal Vera memberi batas di tengah-tengah kasur dengan bantal guling, "Ini batas, untukmu, Mas. Awas, jika kamu melanggar sejengkal saja, aku akan marah dan hoam ... aku ngantuk, Mas. Selamat malam!" ucap Vera membernarkan posisinya dan mata pun mulai terpejam.
__ADS_1
Dave menganga saat melihat sikap istrinya yang benar-benar aneh. 'Beraninya dia mengancamku!' batin Dave lalu merebahkan tubuhnya dan tidur.