Istri Diatas Ranjang

Istri Diatas Ranjang
Bab 116


__ADS_3

Vera bangkit dari tidurnya, dia berjalan keluar kamar dengan tak lupa membawa bantal guling yang di tenteng di tangannya, membuat Dave menautkan ke dua alisnya. Ekor matanya tak bisa lepas dari istrinya.


"Mau kemana kamu?" tanya Dave.


"Tidur di luar!" ketus Vera membuka dan keluar kamar.


Tak ingin berdebat, Dave membiarkan Vera pergi. Dia menarik selimutnya sampai leher. Perlahan matanya dia pejamkan.


Sepuluh menit sudah, Dave memejamkan mata, tapi tak bisa. Tiba-tiba dia mendengar suara tetesan demi tetesan air hujan yang semakin banyak.


"Hujan? Kira-kira dia tidur di mana? Di kamar tamu atau di ruan televisi?" gumam Dave mengibaskan selimut dan turun dari ranjang. Kakinya mulai berjalan keluar kamar.


Setelah keluar kamar, Dave tidak melihat siapapun. Perlahan kakinya berjalan menuruni setiap anak tangga, berharap istrinya ada di kamar tamu lantai dasar.


Krek ...

__ADS_1


Pintu kamar tamu terbuka. Dave tidak melihat siapa pun membuatnya semakin kebingungan, "Kemana dia? Kenapa tidak ada di kamar tamu?" gumam Dave menutup dan membuka kamar tamu lainnya, tapi dia sama sekali tidak menemukan keberadaan istrinya.


"Kemana dia! Apa jangan-jangan dia tidur di teras atau di halaman belakang?" ujarnya lagi, lalu berjalan menuju teras dan tak melihat siapa pun. "Tidak ada, lalu ... kemana dia pergi? Atau jangan-jangan dia kabur?"


"Dave, kau sedang cari siapa?" tanya Excel yang baru saja datang mengejutkan Dave yang sedang melamun.


"Vera. Kau melihatnya?" tanya Dave.


"Tidak. Memangnya, kemana dia? Aku pikir, dia di kamar bersamamu?"


"Kalau aku tahu, di mana keberadaannya, aku tidak akan tanya!" kesal Dave berjalan masuk ke rumah.


"Aku sudah mencari setiap kamar tamu, tapi tidak ada. Aku takut, dia kabur!"


"Tidak mungkin, dia kabur. Tapi mungkin juga sih, secara ... kamu sebagai pria tukang selingkuh!" sindir Excel.

__ADS_1


"Jaga ucapanmu! Jika ucapanmu seperti ini, aku akan mencarikan jodoh untukmu agar tidak mencampuri urusan rumah tangga orang!" kesal Dave.


"Tidak ada yang tertarik denganku, Al. Bahkan istrimu saja tidak tertarik dengan kita, bukan? Dia malah tertarik dengan kekasihnya yang pengangguran tidak jelas, hanya status mahasiswa saja yang bisa di banggakan!" jawab Excel.


Dave berpikir sejenak. Dia mencermati setiap ucapan Excel. "Jangan-jangan Vera pergi dengan pria itu?" tebak Dave.


"Kemungkinan bisa jadi, tapi bukankah ... anak buahmu sudah berjaga di luar rumah, ya? Tapi kenapa bisa kecolongan seperti ini?" tanya Excel.


"Aku bukan peramal dan aku tidak bisa meramal!" gumam Dave berjalan menaiki tangga.


"Mau keman, Dave? Kamu tidak mencari istrimu?" tanya Excel terkikik, 'Dave, Dave, padahal aku yang sembunyikan Vera di kamar paling pojok. Aku suruh dia tidur di situ. Rasakan Dave, selamat bersenang-senang mencari istrimu. Padahal, istrimu sedang tidur. Untung, aku membersihkan tempat itu yang dulunya gudang, jadi Dave tidak akan masuk ke dalam kamar itu, hahaha!' batin Excel, "Istirahatlah yang nyenyak, dave. Kau bisa cari istrimu besok!"


"Di luar hujan, bodoh! Apa kau mau terjadi sesuatu dengan istriku. Aku harus menemukannya, sebelum hujan turun deras!"


"Terserahmu saja. Aku mau tidur," ujar Excel.

__ADS_1


"Hei tunggu dulu. Kamu mau kemana, Hem? Temani aku mencari Vera. Kita pakai payung keluar rumah! Aku takut, dia kedinginan!" titah Dave.


"Kau benar-benar mencintainya, Dave?" tanya Excel serius


__ADS_2