Istri Diatas Ranjang

Istri Diatas Ranjang
Bab 102


__ADS_3

"Mas, aku temani Mas Excel di sini. Kasihan Mas Excel dia sedang patah hati!" ucap Vera berusaha menepis tangan suaminya.


"Tidak perlu. Dia tidak mungkin patah hati. Kau saja yang terlalu mudah di bodohi. Cepat ikut aku masuk ke kamar. Cuaca malam hari tidak bagus untuk kesehatanmu!" titah Dave, lalu menatap tajam pria yang sedang memegang tangan istrinya.


"Lepaskan tangan kotormu itu!" titahnya lagi pada Excel.


"Mas, sejak kapan kamu perduli denganku? Biarkan aku di sini menghibur Mas Excel dulu. Kamu boleh, kok! kalau mau di sini bersamaku. Kita tidak melarang, kan, Mas?" tanya Vera pada Excel.


"Iya, tidak akan ada yang melarang. Ini kan, rumahmu. Jadi, kau bebas mau melakukan apa saja!" jawab Excel dengan senyum sinis.


"Sudahlah. Jangan banyak basa basi. Lebih baik, kita masuk ke kamar. Jangan dengarkan ucapannya!" kesal Dave menarik tangan istrinya kembali.


"Mas tunggu. Jangan tarik-tarik dulu. Aku belum selesai bicara dengan Mas Excel. Berikan waktu lima menit untukku berbicara dengan Mas Excel!" pinta Vera.

__ADS_1


Dave melepaskan cengkraman tangannya. Dia menyilangkan ke dua tangannya di dada, "Cepat. Hanya lima menit!" titah Dave.


"Iya, Mas Dave bawel!" kesal Vera. Dia menghirup napasnya dalam-dalam dan mengeluarkannya secara perlahan, "Ekhem! Mas Excel. Aku punya satu pertanyaan untukmu. Tolong jawab dengan jujur!" pinta Vera menatap Excel.


"Aku akan menjawab dengan jujur. Tapi, kita bisa bicara dengan santai sambil duduk dan menikmati cemilan ringan. Aku sudah ikhlas, semua makananku untukmu," titah Excel.


Vera menjatuhkan pantatnya, "Dia menatap suami dan sekertaris suaminya secara bergantian, "Mas Excel. Apa Mas Dave dan wanita yang bernama El menjalin hubungan di belakangku?" tanya Vera serius.


"Hust! Aku tidak memintamu untuk bicara, Mas. Aku sedang meminta jawaban dengan Mas Excel." potong Vera.


Excel menatap Dave sesaat, lalu terbesit pikiran jahil untuk mengerjai temannya ini, "Em ... Bagaimana, ya? Aku sendiri bingung mau menceritakan dari mana dulu. Aku takut kamu kecewa dengan suamimu!" jawab Excel membuat Dave menatap tajam.


"Katakan saja, Mas. Jika Mas Dave memang mempunyai hubungan khusus di belakangku. Dengan sangat terpaksa, aku akan menghukumnya."

__ADS_1


"Kalau boleh tahu, apa hukumannya?" tanya Excel penasaran.


"Em ... Apa ya? Aku harus berpikir sejenak!" gumam Vera.


"Ver! Masuk ke dalam. Percuma saja kamu bertanya seperti itu. Kamu akan mendapatkan jawaban yang sama. Yaitu, aku tidak pernah menjalin hubungan dengan siapapun. Memangnya, aku kamu! Yang menjalin hubungan dengan mantan secara terang-terangan!" sindir Dave mengulurkan tangannya.


"Maka dari itu, Mas! Berhubung, kesalahanku fatal. Sudah menjalin hubungan dengan mantan secara terang-terangan. Aku takut, kamu akan membalaskan sikap dan perlakuanku selama ini dengan cara mengkhianatiku. Sekarang, aku menginginkan jawaban dari Mas Excel!" ucap Vera.


"Katakan yang sejujurnya. Jangan membuat drama yang membuatku harus memotong gajimu seratus persen!" ancam Dave pada Excel.


"Hei, mana ada potongan sampai seratus persen. Itu sama saja, aku kerja rodi!" dengus Excel.


"Sudah! Kenapa kalian bertengkar. Aku hanya ingin kejelasan dari kalian. Bukan bertengkar seperti ini! Apa kalian tidak bosen bertengkar terus. Aku saja yang melihatnya, bosan! Sekarang jawab pertanyaan Mas Excel. Apa Mas Dave mengkhianatiku atau tidak!" tanya Vera serius.

__ADS_1


__ADS_2