
"Hati-hati. Jalannya jangan terlalu cepat, anda sedang hamil muda!" titah dokter yang diabaikan Vera.
Dave menyusul istrinya dengan cepat. "Hati-hati ingat pesan dokter!" kesal Dave.
"Kamu membuatku kesal, Mas! Kenapa kamu bilang seperti itu? Memangnya, tidak ada topik selain itu, ha! Memalukan saja!"
"Siapa yang memalukan. Bukankah pertanyaanku sangat wajar? Aku bertanya seperti itu, karena aku ingin mengantisipasi, bukan meesum!" ujar Dave menggenggam erat tangan istrinya.
"Kita pulang, dan jangan membantah!"
"Lepasin dulu tanganku, Mas!"
"Sudah, ayo, pulang! Aku tidak mau kamu berlari tidak jelas dan terpeleset jatuh!" ucap Dave membuat Vera terdiam. Mereka berjalan keluar rumah sakit di ikuti oleh Excel di belakangnya.
"Dasar, kalau sudah akur, tidak akan ingat dengan siapa pun termasuk aku!" lirih Excel.
__ADS_1
Sedangkan di satu sisi, El memutar kursi kerjanya berulang kali, "Mereka menikah? Lalu nasibku bagaimana? Aku sudah mengincar Dave dari dulu, dan kini ... tiba-tiba tanpa angin dan hujan, Dave sudah menikahi wanita itu? Benar-benar keterlaluan. Setidaknya, jika dia ingin menikah, dia bilang padaku, agar aku ... dapat menggagalkan rencana pernikahannya!" geram El.
Setelah beberapa menit mobilnya membelah jalanan ibu kota. Akhirnya, mobil Dave sampai di kediamannya. Vera turun dengan wajah masamnya. Dia berjalan memasuki rumah yang beberapa bulan ini dia tinggali.
"Keterlaluan sekali, jika aku hamil aku tidak bisa berbuat apapun dan untuk bekerja pun, aku tidak bisa. Pasti, Mas Dave memintaku untuk terus di rumah seperti kemarin-kemarin. Dan dia bisa berduaan dengan wanita itu!" gumam Vera menaiki anak tangga dengan cepat.
Dave berjalan menyusul istrinya. Dia melihat istrinya dengan cepat menaiki anak tangga.
"Kejar saja! Sepertinya dia masih kesal dengan El dan kehamilannya!" titah Excel.
"Hei, aku suruh kau susul dia sejenak, bukan--"
"Sudahlah. Kau ingin keponakan, kan? Kau bisa dapatkan 9 bulan mendatang. Setelah itu, tugasmu aku tambah untuk menjaga anakku juga!" jawab Dave sambil menaiki anak tangga.
"Sekalian saja kamu suruh aku jaga istrimu." teriak Excel.
__ADS_1
"Tidak mungkin!" jawab Dave tak kalah berteriak, lalu masuk ke dalam kamarnya.
Setelah masuk ke dalam kamar, Dave dapat melihat istrinya yang sedang mengecek pil KB yang di sembunyikan.
"Ini benar pil KB kan? Aku tidak salah beli? Tapi kenapa aku bisa hamil?" gumam Vera.
"Sudahlah, kau masih bertanya-tanya tentang itu. Apa kau tidak capek!" ucap Dave menjatuhkan pantatnya di tepi ranjang.
Vera menoleh, dia melihat suaminya, "Siapa yang bertanya-tanya? Aku hanya memastikan saja! Mas saja yang mempunyai pikiran seperti itu!" jawab Vera memasukkan pil KB ke dalam laci meja.
'Apa ini ulah Mas Dave?' batin Vera berjalan dan merangkak naik ke atas tempat tidur. "Aku mau tidur siang Mas. Kamu jangan ganggu aku!"
"Siapa yang mau ganggu kamu!"
"Pergilah. Jangan di kamar terus! Aku terganggu!" ketus Vera.
__ADS_1
"Rumah ini milikku. Jadi, aku berhak duduk atau tidur di mana saja! Kalau kamu mau tidur, silahkan tidur. Aku tidak akan mengganggumu!" ujar Dave melepas jasnya.