Istri Diatas Ranjang

Istri Diatas Ranjang
Bab 137


__ADS_3

Pintu terbuka. Dave dapat melihat sosok wanita paruh baya yang sedang berdiri sambil menggunakan celemek.


"Maaf, cari siapa?" tanya wanita paruh baya yang diyakini sebagai pelayan di rumah Zena.


"Maaf sebelumnya mengganggu! Apa benar, ini rumahnya Steven dan Zena?" tanya Dave basa basi. Dia memandang penampilan pelayan itu dari ujung rambut sampai ujung kaki. Lalu, tatapannya beralih pada kondisi rumah yang sepi.


"Benar, ini kediaman Tuan Steven dan Nyonya Zena. Ada yang bisa saya bantu?" tanya pelayan tersebut.


"Syukurlah, Dave! Mereka masih tinggal di sini!" bisik Excel keluar dari tempat persembunyiannya.


"Anda siapa? Dan ada keperluan apa, anda mencari Tuan juga Nyonya!" tanya pelayan itu lagi.


"Oh, begini. Saya sedang mencari seseorang. Apa ada wanita muda yang datang ke sini. Dan dia mengaku sebagai adik dari Zena?" tanya Dave penuh harapan.


"Wanita? Tidak ada wanita yang datang ke sini. Apalagi masih muda. Dan Tuan juga Nyonya sedang berlibur ke luar negri dalam beberapa hari ini." jawab pelayan tersebut.

__ADS_1


"Jadi, tidak ada seorang wanita atau orang yang mengaku menjadi adik dari Nyonya Zena? Dia istri saya! Dan istri saya sedang di culik. Saya pikir, istri saya melarikan diri ke rumah Kakaknya!" ucap Dave jujur.


"Tapi saya berani menjamin, tidak ada orang atau pun wanita yang datang ke sini, Pak! Karena, hanya saya dan beberapa pelayan yang ada di rumah. Dan kita Tuan juga Nyonya mempunyai peraturan untuk kita. Mereka tidak memperbolehkan orang asing menginap atau masuk ke dalam rumah ini, jika tidak ada janji dengan Tuan dan Nyonya. Apalagi, sekarang mereka sekeluarga sedang pergi!" jawab pelayan serius.


"Jadi, kemana pria itu membawa istriku, kalau bukan ke sini?" gumam Dave lirih.


Excel mengusap ke dua pundak sahabatnya. "Sudahlah, Dave! Bukankah aku sudah bilang, kamu hubungi Zena. Jadi, kita tidak akan kecewa karena sudah jauh-jauh datang ke sini tanpa hasil!" ujar Excel lalu menatap wajah wanita paruh baya tersebut, "Terimakasih. Sekali lagi, maafkan kita yang sudah mengganggu waktu bekerja anda. Tapi saya boleh menitip pesan, tidak?" tanya Excel yang mendapat anggukan kecil dari pelayan tersebut.


"Silahkan. Apa pesan yang mau anda sampaikan?" tanya pelayan tersebut.


Pelayan tersebut mengambil dan membaca selembar kertas kecil itu. "Baik, jika di rumah ini kedatangan tamu seperti wanita itu, saya akan hubungi anda." jawab pelayan.


"Terimakasih, Bi. Sekarang, kita pulang saja, Dave! Atau, aku traktir kamu bakso? Bukankah kemarin kamu menyukai bakso yang berada di taman? Aku kasih kamu gratis, Dave! Atau begini saja, kamu boleh makan sepuasnya. Asalkan kamu tetap tersenyum!" tawar Excel saat melihat wajah kecewa sahabatnya.


"Sudahlah. Aku tidak lapar! Aku temani saja kamu beli bakso itu!" jawab Dave frustrasi. "Hubungi nomer itu, jika bibi melihat wanita ini, ya! Dia sedang hamil dan aku takut ... mantan pacarnya melakukan hal buruk pada istri dan calon anakku!" ujar Dave yang mendapat anggukan kecil dari pelayan tersebut.

__ADS_1


"Pasti saya akan hubungi Bapak ini. Saya janji, saya juga bisa merasakan kesedihan yang Bapak alami!" jawab pelayan.


Dave dan Excel berjalan pergi dan masuk ke dalam taksi yang sudah mengantarkannya datang ke rumah Zena.


"Kita ke taman Dave?" ucap Excel antusias. "Akhirnya, aku bisa makan makanan itu lagi. Kau yakin, kau tidak mau? Jangan sampai seperti kemarin. Kau bilang, kau tidak mau tapi sewaktu di rumah, kau minta makananku sampai minta nambah lagi!" ujar Excel.


"Kira-kira pria itu membawa Vera kemana? Seharusnya, jika pria itu membawa Vera ke sini. Vera bisa kabur dan meminta pertolongan ke Zena. Tapi kenapa Vera tidak melakukan hal itu. Apa jangan-jangan Vera bukan di sembunyikan di sini tapi di negara lain?" gumam Dave menyenderkan tubuhnya di sandaran kursi.


"Mungkin saja, dia belum bisa kabur, Dave! Kita tidak tahu, Putra sedang mengancamnya atau mengurungnya dengan cara seperti apa? Siapa tahu, pria itu mengancamnya dengan kasar. Dia kan seperti psikopat. Jadi, mana mungkin Vera kabur secapat kilat. Apalagi, dia sedang hamil. Pasti, dia memikirkan nasib calon anaknya jika kabur. Kau tenang saja! Kita jangan gegabah. Kita lihat saja, seperti apa dan kabar selanjutnya. Jika mereka ada di sini, pasti mereka akan memunculkan batang hidungnya. Minimal, pria itu muncul, Dave! Kau sebar anak buahmu saja di negara ini selama seminggu. Pria itu tidak mungkin berdiam diri di tempat persembunyian. Tapi berbeda jika pria itu menggunakan bodyguard atau pengawal lainnya. Karena kebutuhan akan memaksa pria itu keluar dari tempat persembunyiannya." jawab Excel membuat Dave menganggukkan kepalanya.


"Kau benar, terlalu memikirkan Vera. Aku sampai tidak bisa berpikir dengan jernih. Aku akan minta anak buahku untuk datang dan mencari keberadaan istriku. Jika dalam seminggu tidak ada hasil, maka kita akan pindah negara. Kita akan datangi satu persatu negara yang ada di bumi ini. Aku tidak mau anakku di celakai oleh pria sepertinya. Pria brengssek dan tidak tahu diri. Aku heran, seperti tidak ada wanita lain di dunia ini sampai-sampai dia rela menculik istri orang!" geram Dave sambil mengepalkan tangannya erat.


"Jika sudah cinta, maka mereka akan buta, Dave! Kau pun sama seperti itu! Kau tidak rela, orang yang kau cintai hidup bahagia bersama orang lain. Kau pasti menginginkan orang yang kau cintai hidup bersama kau sendiri, kan?" ucap Excel dengan bijak.


"Itu berlaku khusus untukmu! Buktinya sebelum aku menaruh hati pada istriku. aku sempat mencintai wanita lain. Dan wanita itu tidak mungkin aku dapatkan karena wanita itu, sudah menjadi istri orang. Tapi aku bisa melepaskannya. Aku bisa melupakan wanita itu."

__ADS_1


"Dave, jangan samakan pria lain dengan dirimu. Setiap orang berbeda-beda. Sudahlah, dari pada kamu marah-marah tidak jelas lebih baik, kamu ikut aku membeli bakso, okeh?" ajak Excel setelah taksi yang di tumpangi berhenti di dekat taman, "Tapi kau yang bayar, ya? Aku ini bawahan sekaligus sahabat terbaikmu, Dave!" rayu Excel membuat Dave memicingkan matanya tak suka.


__ADS_2