Istri Diatas Ranjang

Istri Diatas Ranjang
Bab 98


__ADS_3

"Jika tidak mau, maka dengan terpaksa--"


"Aku tidak mau. Enak saja! Aku sudah kehilangan anakku dulu! Dan aku harus--" ucapan Vera terhenti, 'Kenapa aku ikut-ikutan Mas Dave yang mengatakan jika aku hamil?' batin Vera.


"Sayang, apa kamu mau hamil anak pria itu? Pria itu hanya memanfaatkanmu, sayang!" ucap Putra.


"Biarkan saja. Kamu juga memanfaatkanku kan? Jadi, apa bedanya dengannya? Kalian berdua sama saja! Aku sibuk, aku akan tutup telfonnya dulu!" ucap Vera mengakhiri panggilannya.


Setelah panggilannya berakhir, Vera melihat bayangan suaminya yang sedang berdiri di belakangnya. Segera Vera mengatur napasnya, dan memutar tubuhnya dengan menampilkan senyum manisnya.


"Mas!" panggil Vera.


"Kalian balikan?" tanya Dave menyilangkan ke dua tangannya di dada. "Siapa yang menyuruhmu balikan?" sambungnya lagi.

__ADS_1


"Aku terpaksa, Mas. Aku tidak mau pernikahan kita sampai di ketahui semua orang. Aku belum siap!"


"Lalu, apa kamu tidak memikirkan resikonya? Biarkan saja pernikahan kita di ketahui banyak orang. Telfon! Dan bilang pada mantanmu, kalau kamu menarik ucapanmu!" titah Dave.


"Tapi, Mas. Aku tidak bisa. Aku tidak mau semua teman-temanku tahu, kalau aku sudah menikah. Apalagi, aku sedang mengincar seseorang," ucap Vera bohong, 'Hahaha ... aku tipu lagi. Lebih baik, aku balikan dengan Putra dari pada semua orang mengetahui statusku. Walaupun aku juga tidak mau balikan dengannya karena rasa sakit yang sangat membekas. Tapi aku harus melakukannya, demi masa depanku. Aku takut di ceraikan olehmu, jika kamu bosan nanti, apalagi aku tahu ... kamu sedang dekat dengan wanita yang bernama El. Aku tidak mau, status janda ku kelak banyak yang mengetahui!' batin Vera.


Dave menghembuskan napasnya kasar. Dia berjalan beberapa langkah mengikis jarak di antara dirinya dan istrinya, "Kau tahu, aku tidak suka di bantah! Sekarang, kamu telfon dia, dan bilang ... jika kamu menarik ucapanmu!" titah Dave.


"Mas, ini urusanku. Kamu tidak perlu ikut campur urusanku. Biarkan aku yang mengurusnya. Kamu cukup diam saja! Kita berstatus suami istri sewaktu kita di atas ranjang. Dan sekarang, kita sudah bukan di atas ranjang lagi. Jadi, status kita sudah berganti menjadi adik dan kakak. Kamu tidak perlu mencampuri urusanku lagi!" ucap Vera membuat emosi Dave muncul.


"Mas! Kamu mau ngapain! Kembalikan ponselku!" geram Vera berjalan, berusaha meraih ponselnya, "Kembalikan, Mas! Jangan seperti ini!" kesalnya lagi.


Seakan tak perduli. Dave menyembunyikan ponsel istrinya di balik tubuhnya, "Aku akan memberikan ponselmu, tapi janji ... beritahu pria itu sekarang juga!" titah Dave.

__ADS_1


"Mas! Ini privasiku! Kamu tidak boleh ikut campur!" geram Vera mendorong tubuh suaminya agar jatuh ke kasur. Dan Dave yang kehilangan keseimbangan pun langsung menarik istrinya agar jatuh ke dalam pelukan.


Mata Dave dan Vera saling menatap sejenak.


"Ish, ponselku, Mas! Ponselku bisa rusak di sembunyikan seperti itu!" pekik Vera.


"Diam! Biar aku saja yang menghubungi pria itu menggunakan ponselmu!" ujar Dave.


"Jangan gila, Mas!"


"Oh tunggu, apa sebenarnya ... kamu masih cinta dengannya? Dan kalian sengaja merencanakan ini, agar kalian bisa kembali bersatu?" tuduh Dave.


Vera berdiri. Dia membenarkan pakaiannya yang berantakan. "Memangnya aku kamu! Aku tidak pernah menutup-nutupi apapun darimu. Kamu pikir, aku kamu? Yang hobinya tukang bohong!" sindir Vera.

__ADS_1


"Baiklah. Aku akan menghubungi pria itu dan memberitahukan penolakan syarat." jawab Dave mantap.


__ADS_2