
*****
**Twins yang bergetar mendengar ibu nya yang sudah emosi lalu membuka suara.
"kami berbohong mah pah, tapi ulang tahun itu benar ada nya hanya saja acara itu berada di sebuah club" ucap Hana pada orang tuanya
"terus kalian berbohong seperti ini hingga merugikan orang lain . Apa kalian tahu akibat nya karna ulah kalian!" seru bu Maryam
"mah pah maafkan kami , kami sungguh menyesali mah , pah tolong maaf kan kami pah"
Hani memohon dan berlutut pada orang tuanya.
"apa kalian tahu , kalau orang tua gadis itu tak terima mereka bisa saja melaporkan abang mu ke polisi , kalian ini berulah sekehendak kalian sendiri tapi tak paham akan konsekuensi nya" ucap ayah tegas
"iya pah , kami mohon nanti kami yang akan merawat kakak itu pah" tutue Hana
"terus kuliah kalian gimana ,, berfikir sebelum bicara, gara-gara kalian yang penasaran sampai merugikan orang lain.
Tak ada kata keluar rumah setelah pulang kuliah , kalian harus berdiam di rumah selama sebulan , paham!!" ucap bu Maryam ,
Bu Maryam tak pernah main kekerasan untuk menghukum kesalahan anak-anak nya.
Ia lebih suka mengurung anak nya untuk merenungi kesalahan nya.
Twins pun keluar dari ruangan introgasi itu dan menuju kamar tamu.
Melihat keadaan dewi penolong nya itu mereka sangat merasa bersalah
Mila sangat lemah karna memang ia sedang sakit , bukan karna tamparan saja tapi tubuh nya memang sakit.
Melihat dewi penolongnya masih berada di kamar nya , twins pun mendekat ke arah Mila yang memejamkan mata nya.
"kakak," lirih Hana
"kak, bangun apa masih sakit?" tanya Hani ia tak menyangka rasa penasaran nta berimbas pada orang lain.
Sayup-sayup Mila membuka mata nya.
"kak maafkan kami kak , karna menolong kami kakak jadi begini" ucap Hani
Masih dapat dilihat lebam bekas tamparan abang nya, Hana dan Hani menelan ludah nya tak bisa membayangkan sekuat apa abang nya menampar semalam.
Mila hanya senyum samar, karna ia merasa pusing dan tak bertenaga.
Sedangkan Habil mendatangi ayah dan ibu nya meminta pendapat tentang Mila yang masih demam.
__ADS_1
"mah pah Habil akan membawa gadis itu kerumah sakit, aunty Sulis berkata bahwa gadis itu seperti terkena tipes"
"bawalah Bil kau harus tanggung jawab walaupun kau tak sengaja menampar nya sampai pingsan begitu" ucap mamah
"Habil akan membawa nya sekarang pah" ucap Habil berlalu meninggalkan uayah dan ibu nya.
Habil melangkahkan kaki nya menuju tempat Mila , sampai disana ia bertemu twins.
Tak ingin emosi nya tersulut emosi didepan orang lain Habil lebih memilih diam dan berjalan menuju ranjang yang di tempati Mila.
"aku akan membawa mu ke rumah sakit , apa kamu bisa berjalan??"
Mila hanya mengangguk lalu hendak berdiri,
baru hendak melangkahkan kaki nya , Mila sudah lemas dan hampir terjatuh , dengan sigap Habil menangkap tubuh lemah itu dan langsung membawa nya dalam dekapan Habil.
Habil menggendong tubuh berisi itu menuju mobil , pemandangan itu tak luput dari bu Maryam dan pak Sultan.
"kalau tak bisa jangan memaksakan aku bisa menggendong mu" ucap Habil menengok wajah Mila yang menatap nya.
"abang kami ikuttt!!" seru twins mengejar abang nya yang tak menghiraukan mereka.
Mereka masuk ke dalam mobil tanpa di perintah ,, Mila berasa di kursi depan bersama Habil.
Habil memasangkan sabuk pengaman nya , Mila hanya pasrah saja dengan keadaan ini , yang ia tahu Habil dan keluarga nya adalah orang baik.
Sesampainya di parkiran Habil membuka pintu Mila dan langsung menggendong nya ,,, twins yang melihat itu terkesiap dan menjerit.
"abangggg so sweet banget ya ampun!"
ucap Hani tak meilhat tempat, dan seolah melupakan ulah nya yang ia dan saudari nya perbuat.
Habil yang mendengar menatap tajam dengan tatapan yang membunuh.
"kalau tak bisa membantu lebih baik kalian pulang!" seru Habil
Twins pun langsung memanggil perawat yang berja di depan UGD.
Perawat itupun langsung menarik bangkar menuju Habil yang setengah berlari. Habil meletakkan Mila diatas bangkar dengan hati-hati.
Suster bergegas melakukan pertolongan pertama , ia memasang infus dan memeriksa suhu tubuh Mila yang kembali naik.
"abang" tegur Hana takut-takut karna ia belum meminta maaf pada kakak nya.
"abang kami minta maaf bang , kami salah abang maafkan kami" ucap Hani terisak karna mereka sangat takut dengan diam nya Habil.
__ADS_1
"apa alasan kalian melakukan ini , tak tahu kah kalian mamah dan papah menunggu kalian di luar rumah dengan khawatir. Apa kalian tak berfikir jika sesuatu terjadi pada kalian ha!!" bentak Habil yang sedari tadi menahan emosi
"apa kalian fikir di dunia ini hanya di huni orang baik saja , bagaimana jika malam itu kalian di lecehkan , jika kalian tak mau menurut dengan abang terserah kalian,"tegas Habil masih mengutarakan unek-unek nya.
"iya abang kami janji , maaf kan kami abang kami mau kok nurut sama abang kami janji bang tak kan menyusahkan lagi" ucap Hani bersungguh-sungguh sesekali menyeka air mata nya yang luruh karna penyesalan.
"sudahlah sekarang kalian pulang saja , biar abang yang menunggu disini kalian harus kuliah kan, dan jangan memakai pakaian seperti itu lagi di luar rumah, paham" ucap Habil tegas , menyuruh adik-adik nya pulang.
Sebenarnya Habil tak tega melihat twins yang sesenggukan , tapi ia pun harus tegas kepada mereka.
Tak berselang lama suster memanggilnya.
"apakah bapak suami nya" ucao suster itu
Habil terkejut dengan penuturan suster tadi.
"bukan dok saya ,eee,, saya teman nya"
ucap Habil
"baiklah , apa bisa panggilkan keluarga nya pak?"
"maaf sus apa boleh saya yang mewakilkan nya , karna saudara nya tak berada disini " ucap Habil meyakinkan
"baiklah , mari ikuti saya pak, "
suster itu melangkah diikuti Habil menuju ruang dokter.
tok,,,tok,,,
suter mengetuk pintu dan langsung membuka nya,
"dok ini wakil dari keluarga pasien yang bernama ibu Mila"ucap suster tersebut.
Habil pun di persilahkan duduk , dokter berbicara tentang hasil tes darah Mila.
Dokter berbicara lugas bahwa Mila terkena tipes dan harus di rawat intensif agar dapat di pantau oleh dokter secara langsung.
"baiklah dok lakukan yang terbaik soal biaya saya yang akan menanggung penuh" tegas Habik
Dokter itu mengangguk dan Habil langsung meninggalkan ruangan itu.
Habil masuk kedalam ruang rawat Mila setelah mengetuk pintu.
Habil menatap Mila yang tertidur pulas lalu Habil menghubungi Marko bahwa ia tak datang kekantor hari ini , Habil menitah Marko untuk menangani kantor sementara.
__ADS_1
****
Bagaimana kelanjutan nya ,,, simak terus readers ππππππ