Istriku Penyanyi Malam

Istriku Penyanyi Malam
Bab 24 Pengganggu


__ADS_3

*********


Mila pun bergegas keluar kamar hendak memberikan baju kaos miliknya, tak lupa ia juga mengambil jaket milik nya.


"emmm,, mas pakai ini bajumu basah nanti sakit" ucap Mila, Habil hanya terpaku mendengar ucapan Mila 'baju perempuan' fikir nya.


"ini kaos mas jarang ku pakai , pakai lah nanti sakit" ucap Mila sekali lagi


Lalu Habil mengambil baju itu dan Mila segera masuk ke dalam , Habil dengan santai membuka bajunya yang sudah basah.


Mila yang masuk kdalam kamar melupakan jaket yang akan ia berikan kepada Habil, tanpa berfikir lagi Mila keluar untuk memberikan jaket kepada Habil.


Alangkah terkejutnya Mila melihat pemandangan di hadapan nya. Habil yang memunggungi nya karna tak tahu Mila ada di belakang nya.


Mila hanya kaku diam di tempat tak bisa bergerak seakan ia tersihir menjadi patung.


Habil yang menyadari itu langsung berbalik dan melihat Mila yang tercengang, lucu itulah yang ada dalam fikiran Habil.


Mila yang tak kunjung membuka suara ia hanya mendekap jaket kepunyaan nya itu.


"ehmmmmm!!!" Habil berdehem agar Mila sadar dari lamunan nya itu.


"mmaaf ,, aku hanya ingin memberika jaket ini" ucap Mila kaku dan malu menjadi satu


Habil yang belum berpakaian hanya tertawa dalam hati.


"apa kau tak pernah melihat badan kekar seperti ini. Seperti nya kau sangat aneh melihat ku" balas Habil lalu menerima jaket itu masih dalam keadaan tak berbaju.


Bagaimana ia akan memakai baju jika melihat Mila dengan tampang lucu nya.

__ADS_1


"maaf, aku tak sengaja" ucap Mila dan langsung masuk tanpa menoleh lagi


Dilihat hujan du luar sudah mulai berhenti, Habil pun berpamitan.


"Mila aku akan pulang sekarang , seperti nya hujan sudah berhenti" ucap Habil


"baiklah hati-hati jalan nya licin , terima kasih sudah mengantar ku maaf karna aku kamu kehujanan" balas Mila menunduk.


"tak apa , aku akan mengembalikan pakaian mu nanti" ucap Habil dan beranjak pergi meninggalkan tempat itu.


Mila hanya mematung melihat kepegian Habil, ia memegang dada nya.


"ada apa dengan jantungku, mengapa berdebar seperti ini" gumam Mila di depan pintu


Mila akhir nya masuk dan mengunci pintu.


*****


Baru ingin memegang knop pintu Habil sudah di kejut kan dengan kehadiran twins yang langsung menarik lengan sang kakak sedangkan adik yang satu nya lagi menghadang pintu dengan kedua tangan nya.


"ada apa lagi , abang mau mandi" ucap Habil geram dengan kelakuan sang adik.


"abang pakai baju siapa , ini jaket siapa , kenapa bukan harum parfum abang" ucap Hana bertubi-tubi


"iya bang , jelaskan semua nya" sambung Hani


Habil hanya diam dan masuk ke dalam kamar nya tak menghiraukan pertanyaan sang adik, ia menerabas sang adik yang mengahdang nya.


"Ni kita harus kasih tahu mamah" ucap Hana serius di angguki oleh Hani, seolah-olah ia menjadi intel dadakan.

__ADS_1


Mereka mengetuk pintu kamar ibu nya dengan tak sabar , membuat penghuni nya terburu-buru membukakan pintu.


"kalian ini , sudah malam kenapa mainan pintu mamah ha !" seru sang ibu kesal karna anak-anaknya mengganghilu waktu istirahat nya.


"mamah harus tahu mah, abang baru saja pulang" ucap Hani antusias


"baru pulang memangnya kenapa, kalian ini abang kalian sudah dewasa, mamah fikir ada apa , mengetuk pintu seperti ada maling saja" ucap bu Maryam


"tapi mamah lihat abang dulu, dia masuk ke kamar nya dan…


belum selesai bicara sudah di potong sang ibu


"ya memang nya kenapa masuk kamar , itukan kamar dia memang dia harus kemana lagi" ucap sang ibu tak habis fikir twins mengganggu hanya untuk masalah sepele.


"mamah dengar dulu Hana belum selesai" ucap Hana


"abang tadi bukan pakai baju milik nya mah, kami tanya malah dia diam saja" sambung Hani


"ya sudah introgasi nya besok saja , sekarang tidur mau ganggu abang silahkan , kalau kalian mau kena omelan nya" jawab bu Maryam santai


"ihhh,, mamah kami kab sudah tak sabat dia pakai baju siapa , kan penasaran mah, kalau baju kak Mila , wahhhh,,, abang pakai baju kak Mila kali ya" ucap Hana antusias


"sudah-sudah besok lagi , sekarang tidur" usir bu Maryam


Setelah menutup pintu bu Maryam memikirkan perkataan twins barusan , dia tersenyum dan kembali ke tempat tidur nya.


"ada apa mah, kenapa senyum-senyum sendiri" ucap pak Sultan


"tak apa " jawab bu Maryam singkat

__ADS_1


Mereka kembali menarik selimut dan tertidur sekilas bu Maryam senyum penuh arti dan memejamkan mata nya.


……


__ADS_2