
****
**Malam haripun tiba Nyonya dan tuan besar Dewanto bersiap menuju kantor Habil,
acara di gelar di perusahaan Habil kantor yang disulap dengan dekor cantik nan elegan.
Perusahaan yang dirintis Habil bergerak dibidang teknologi telah memasuki pasar internasional tak heran jika yang datang tamu penting dan banyak yang berasal dari luar negara.
Habil bersiap menjemput Mila, Habil mulai terbiasa dengan Mila karna bukan satu atau dua kali bertemu apalagi orang tua mereka memang sudah bersahabat sejak lama.
Habil mengendarai mobil hit pekat kesayangannya, sengaja ia menyetir sendiri karna memang terbiasa seperti ini terkecuali perjalanan jauh pasti Marko yang menyetir.
……
Di tempat lain Mila bersiap ia mulai melukis wajahnya Mila terbiasa dengan alat make up, Mila memang mahir melukis wajah dan menggunakan peralatan make up nya.
Dengan dress tanpa lengan warna hitam ia menggunakan lipstik warna maroon tak lupa ia merapikan rambut nya agar terlihat elegan.
Rambut dengan panjang sepinggang Mila sanggul dengan rapi.
Setelah selesai Mila memakai blazer berwarna merah yang diberikan ibu Habil waktu itu.
Mila keluar dengan percaya diri aroma khas mawar menguar keseluruh ruangan apartmen itu.
__ADS_1
"wahhh you're so beutifullll" ucap Leo
"yah,,, memang kakak seperti itu kau kemana saja" jawab Mila dengan PD nya
Leo yang mendengar itu memutar bola matanya, memang kakaknya itu pantang untuk di puji.
"wahh,, anak bunda luar biasa kau sangat mempesona sayang" ucap sang bunda yang baru keluar dari dapur, bu Laila memang di ajak ke pesta itu tapi ia tolak karna ia kurang enak badan
"kan anak bunda cantikk dong" balas Mila
"turunlah nak, mungkin Habil sudah menunggu" ucap bu Laila
"ia bun, Mila berangkat ya" balas Mila
belum sempat Mila keluar terdengar suara bel berbunyi, dengan segera Leo membuka pintu nya.
"terima kasih apa Mila sudah siap?" tanya Habil
"sudah bang" balas Leo lalu memanggil kakak nya
Mila pun menemui Habil, seketika Habil terhipnotis dengan penampilan Mila sekarang Habil tak habis pikir Mila terlihat dewasa dan elegan dengan rambut yang di sanggul rapi.
"nak Habil maaf merepotkan Mila baru saja mau keluar" ucap bu Laila
__ADS_1
Habil hanya terdiam masih menatap Mila tanpa kedip, ia tersadar setelah di tepuk bahunya dengan Leo.
"oh,, ya maaf , apa sudah siap" ucap Habil gugup ia merutuki kebodohannya ia juga tak mendengat apa yang di ucapkan bu Laila barusan.
"iya aku sudah siap, apa kita pergi sekarang?" tanya Mila merasa geli dengan ekspresi Habil
"iya , bunda Habil pinjam Mila sebentar" ucap Habil
"baiklah, jaga dia jangan sampai dia pulang dengan perut lapar anak bunda ini makannya banyak" balas bu Laila
"bunda" Mila yang tak terima bundanya mengumbar aib nya
setelah mereka keluar Leo pun menutup pintu dan menatap bundanya.
"bun seperti nya kedepannya nanti akan ada apa-apa dengan mereka" ucap Leo
"apa kamu setuju jika nanti kakakmu di lamar dengan anak tertua Dewanto itu?" tanya bu Laila
"sepertinya bang Habil orang baik"
"kamu setuju tidak?" tanya bu Laila lagi
"terserah saja bun yang penting bisa menjaga kakak dan sayang dengan dia" jawab Leo.
__ADS_1
Habil dan Mila pun turun ke lantai dasar, Habil membukakan pintu untuk Mila dan mereka pergi meninggalkan apartmen**.
………