Istriku Penyanyi Malam

Istriku Penyanyi Malam
Bab 22 Drama Berlanjut


__ADS_3

*****


Habil pergi meninggalkan twins yang masih protes mengenai kendaraan yang ia pakai.


Bukan tanpa sebab , twins tak mau Mila terkena angin malam. Akan tetapi aksi protes nya sama sekali tak di hiraukan sang kakak.


"sudahlah kita masuk" ucap Hana


"iya , percuma kita buang energi bicara sama si batu itu" balas Hani kesal


Mereka masuk dan berpapasab dengan sang ibu.


Mereka pun di stop bu Maryam , bu Maryam ingin menanyakan perihal misi mereka.


Twins juga ikut andil dalam misi sang ibu.


"dimana abang kalian, apa sudah pergi" ucap bu Maryam antusias


"sudah ma , pakai motor kan kasihan kak Mila dingin loh ma!!!!" seru Hani


"apa pakai motor?" tanya bu Maryam terkejut


"iya , gimana kalau hujan kan" balas Hana


Mereka menggerutu karna menurut twins sang kakak tak memperhatikan wanita yang akan ia jemput, bagaimana kalau Mila kedinginan itu semua masuk ke dalam fikiran twins.


Sedangkan sang ibu malah tersenyum penuh arti seakan apa yang Habil lakukan akan mempermudah misi nya.


"tak apa pakai motor lebih romantis" ucap bu Maryam dengan santai , dilihat nya keluar jendela cuaca agak gelap seakan alam merestui rencana nya.


"ihhh mamah ,, bagaimana kalau kak Mila kehujanan mamah kenapa sama seperti abang , kalau kak Mila sakit gimana mah" ucap Hana khawatir


"kalian tak mengerti kode alam , usia saja sudah mulai dewasa tapi pemikiran kalian masih seperti anak TK" ucap bu Maryam ikut kesal karna twins masih seperti anak kecil tak mengerti tentang urusan orang dewasa.


Habil yang sudah lama tak mengendarai sepeda motor pun tertantang untuk menguji kemampuan berkendaranya.


Tak menunggu waktu lama Habil sampai ke tempat yang dituju.


Habil turun dari motor nya , dilihat Mila sudah menunggu di kursi depan , Habil terpaku melihat Mila dengan dres hitam , rambut yang ia kepang menambahkan kesan anggun.


Dilihat nya lagi Mila mengenakan jam tangan pemberian twins , Habil lah yang memilih jam tangan itu atas perintah sang adik. Habil tersenyum samar.


Mila yang tak menyadari kedatangan Habil pun biasa saja, dia duduk dengan santai tangan nya menggenggam ponsel sesekali dilirik nya. Mila memang menunggu Habil ia tak tahu kalau Habil meenjemputnya menggunakan motor buka mobil.


Mila fikir Habil akan menunggu di depan gang dan mengabari nya.

__ADS_1


Habil pun mendekat dan membuka helm yang ia kenakan.


Setibanya di depan Mila , Mila hanya menatap heran mengapa orang ini mendekatinya , apa ia salah alamat dan ingin bertanya.


"maaf , apa anda salah alamat" tanya Mila sopan


Habil membuka helm di hadapan Mila.


Mila terkejut bukan main melihat penampilan pria yang ada di hadapan nya.


Pria yang biasanya mengenakan pakaian formal sekarang terlihat seperti anak ABG , dengan jaket levis dan celana jeans.


Mila hanya terpaku melihat Habil yang sangat cool. Habil terkekeh melihat Mila yang hanya bengong menatap nya tak percaya.


"apa kita akan tetap disini" ucap Habil sambil membenarkan rambut nya yang sedikit berantakan.


"emmm,,, i,, iya ayo" ucap Mila langsung berdiri


"kau tak memakai jaket" tanya Habil


"tidak ,, aku tak apa kok ayo kita berangkat nanti kemalaman" ucap Mila gugup


Mila mengikuti Habil dari belakang , Habil menyerahkan helm kepada Mila , Mila memakai helm itu ia merasa canggung dan ingin cepat-cepat selesai dengan urusan malam ini.


"pegangan kau tak mau jatuh kan" ucap Habil setengah teriak karna berbicara dengan keadaan melaju.


Mila hanya memegang sisi jaket Habil ia merasa malu jika harus memeluk Habil.


Habil yang merasa Mila sedikit canggung pun memberhentikan motor nya di pinggiran.


"kau tahu pegangan tidak , apa kau mau jatuh!!!" seru Habil ia tak betah berkendara dengan lambat kapan akan sampai jika melaju lambat seperti ini.


Mila hanya diam ia bingung mau menjawab apa.


Habil pun menarik kedua tangan Mila samai melingkar di perut kekar nya. Mila yang mendapat perlakuan dari Habil bertambah kaku ia hanya menurut saja dari pada kena omel lagi.


Sebenarnya jantung Mila sudah berdebar tak beraturan.


Yang Mila tahu dari situasi ini , Habil memiliki sifat melindungi.


Habil kembali menengok melihat Mila yang tertutup helm.


"kita akan kebut sedikit jadi jangan sampai lepaskan tanganmu okey" ucap Habil


Mila hanya diam , Habil mulai melajukan kembali moge nya dan benar apa yang diucapkan Habil tak main-main.

__ADS_1


Habil berkendara dengan kecepatan diatas rata-rata.


Mila yang tadi nya santai menjadi tegang setelah moge itu melesat. Mila mengeratkan jemari nya di perut Habil.


Habil yang merasa Mila semakin mengeratkan pegangan nya pun tersenyum samar.


Mila benar-benar takut selama ini Mila berkendara tak pernah sekencang ini.


Setelah berkendara 20 menit , mereka sampai di kediaman Dewanto.


Mendengar suara motor masuk ke area rumah twins pun berlari keluar. Dan betapa terkejutnya twins melihat Mila dan kakak nya dengan pose romantis menurut nya.


Hingga motor itu berhenti sempurna twins masih termangu melihat pemandangan indah itu.


Mila turun dari motor nya dengan kaki yang sedikit gemetar , Habil yang melihat itu hanya tersenyum.


Kemudian Mila hendak membuka helm tapi sudah berusaha membuka helm itu tetap saja ia tak bisa.


Sampai Habil yang membantu nya membuka helm , jarak yang begitu dekat membuat keduanya dapat melihat dengan jelas pahatan indah ciptaan Tuhan itu.


Twins yang dari tadi melihat pun hanya mampu menelan ludah , ia tak menyangka abang nya akan sepeka itu.


"pantas saja mamah tadi tersenyum mendengar abang pakai motor ya Ni" gumam Hana yang hanya mampu didengar oleh saudari nya.


"kak Mila!!!!!" seru twins berlari dan memeluk Mila.


Entah mengapa kedua anak ini sangat suka memeluk nya , Mila pun membalas pelukan itu.


Twins dengan antusias mengajak Mila masuk meninggalkan sang kakak yang berdiri mematung melihat tingkah adik nya itu.


"huhhh,,," Habil menghela nafas panjang.


Sejauh ini Habil dapat meraba apa yang akan dilakukan sang ibu pada gadis itu. Habil sudah pasrah dengan rencana ibu nya dia sudah tahu jika sang ibu akan mendekatkan ia dengan Mila.


Habil akan menurut saja karna ia pun sudah lelah hidup sendiri , ia tak ada waktu cukup hanya untuk berkencan Habil sangat menggilai pekerjaan nya hingga ia betah melajang sampai umur yang sudah sagat matang.


Habilpun melangkah masuk ia juga harus mengantar Mila nanti jika urusan malam ini sudah selesai.


Dilihat mereka bercengkrama dengan santai , Mila pun sudah terbawa suasana dengan mudah berbaur karna memang keluarga ini sangat ramah dan mampu membuat orang betah untuk berlama-lama disini.


"jadi Mila kerja dimana" ucap bu Maryam seolah ia tak tahu apapun.


Mila melirik ragu untuk menjawab karna kebanyakan orang yang tahu ia penyanyi malam akan membuat spekulasi sendiri ...


*************

__ADS_1


__ADS_2