Istriku Penyanyi Malam

Istriku Penyanyi Malam
Bab 73 ice cream


__ADS_3

**πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“


Dengan langkah tegap Habil berjalan menggenggam tangan Mila, sedangkan Mila sendiri entah mengapa bersama Habil ia merasa terlindungi tidak seperti biasanya.


Biasanya Mila akan menjauh dari laki-laki yang akan mendekatinya yah karna trauma terlalu menonton berita, ketika sampai di parkiran Mila berhenti melangkah dan mendongak melihat Habil yang memandangnya heran.


"ada apa?" tanya Habil


"mau kedepan dulu boleh" Mila menunjuk ke arah minimarket di seberang kantor Habil


"apa ada yang mau di beli?"


"iya, tadi makan belum ada dessert nya, Mila mau ice cream boleh?" tanya Mila dengan wajah yang dimanis-maniskan


Habil hanya menggeleng lalu mengangguk tanda menyetujuinya.


"nanti saat di dalam kalau mas bilang apa saja kamu kangan marah ya" ucap Habil

__ADS_1


"iya" jawab Mila yang tak curiga ataupun bertanya alasannya


"nanti biar mas suruh ob saja ya, kamu mau rasa apa?" tanya Habil seraya berjalan menggenggam tangan Mila.


Sepanjang mereka melangkah para karyawan membungkuk sopan tapi mereka juga terkejut pasalnya Habil paling anti membawa wanita ke kantornya sendiri dan pemandangan ini membuat para karyawan wanita patah hati berjamaah apalagi melihat paras Mila yang mulus sangatembuat mereka insecure sendiri.


Sesampainya mereka di ruangan Habil yang luas dan harum Habil segera meminta pada ob agar membelikan ice cream rasa strawberry pesanan Mila, Mila yang melihat ruangan Habil pun tak tinggal diam ia kagum akan kebersihan ruangan Habil sangat cocok untuk Mila yang juga pencinta kebersihan.


Tak lama pintu di ketuk dan menampilkan Marko yang masih belum menyadari akan kehadiran Mila, karna Mila pun berada disudut dan tidak kelihatan. Bersama dengan Marko Maria pun ikut masuk, dengan menggunakan pakaian khas kantor yang minim bahan Maria duduk di hadapan Habil dengan senyuman terbaiknya.


"ini yang harus di tanda tangani tuan" ucap Marko mulai denganode serius


"memang nya kenapa" tanya Maria dengan PD nya merasa sudah menjelma bagai bidadari


"aku paling tak suka waktuku tersita tak berguna, dan kau seharusnya paham mana yang begitu penting dan tidak" ketus Habil yang merasa jengah selalu si ganggu sebangsa Maria


"Bil apa kau tak paham jika aku selalu memperhatikanmu dari jaman kuliah" tanya Mila tanpa Malu walaupun disana ada asisten Habil

__ADS_1


"berhentilah Maria jangan bicara omong kosong dan sekarang pergilah"


"aku tidak mau!" ucap Maria


tak berselang lama pintu ruangan Habil di ketuk dan masuklah seorang membawa paperbag dari minimarket seberang. Pria itu memberikan paperbag pada Habil dan langsung pergi dengan sopan.


Maria menatap paperbag itu dan terlihat sekotak ice cream ukuran besar hati nya sudah berbunga-bunga mana tahu itu untuk dirinya tapi tak lama Habil memanggil nama seseorang.


"Mila ini pesananmu makan lah nanti cair" ucap Habil tak lama Mila keluar hari ini memang Mila mengenakan rok levis mini dan jaket parka favoritnya rambut hitam panjangnya di gerai indah dangan sneakers yang sudah ia lepas dan tampak lah kaki jenjang mulus milik Mila.


Mila berjalan mendekati Habil yang menyodorkan ice cream kepadanya, Mila tersenyum karna Habil memberikan ice cream dengan ukuran besar.


Marko pun tak kalah terkejut pasalnya ia juga tak tahu kapan Mila masuk ke ruangan Habil sedangkan Maria makin panas melihat pemandangan di depannya.


"terima kasih mas, mas mau?" tanya Mila**…………


*

__ADS_1


*


*


__ADS_2