Istriku Penyanyi Malam

Istriku Penyanyi Malam
Bab 40 Pertemuan


__ADS_3

…………


"**siapa kalian!!" ucap nya dengan nada yang sedikit tinggi geram karna tak kunjung di jawab


Maryam menguatkan Laila pasti sulit menerima kenyataan ini, Laila yang tersadar pun geram melihat sang suami dengan gagah nya berdiri di hadapan nya wajah tampan nya tak berubah sama sekali seolah tak termakan usia , rasa bahagia tentu saja tapi rasa jengkel dan kesal lebih mendominasi untuk saat ini.


Laila merasa sang suami harus di beri pelajaran karna sudah berani-beraninnya berbohong dan meninggalkannya dan anak-anak , walaupun tahu ada alasan sang suami berbuat seperti itu.


Lebih parah nya yang Laila dan anak-anaknya tahu sang suami sudah tiada menambah rasa sesak di dada dan harus di keluarkan saat ini juga agar tak menjadi penyakit pikir Laila.


"apa kalian tuli , siapa kalian mengapa merusak tempat ku!!!!" suara Diego sudah menggelegar keseluruh ruangan , ia merasa geram tak kunjung mendapat jawaban dari pengacau di depan mereka


Laila menunduk membuka masker dan kacamata , mata yang sudah memerah menahan amarah dan rindu sekaligus ia mendongak angkuh menatap sang suami yang beberapa meter berada di hadapannya.


Seketika pandangan itu bertemu……


DEGGG……………


Diego terperanjat tak bergeming di tempat nya , sedang kan Laila sudah geram menahan rasa sesak di dada nya,


Laila berlari menerjang perut sang suami dengan kaki panjang nya ,, ia mulai menyerang sang suami dengan brutal nya , Diego hanya diam dan menerima itu semua.


Para pengawal bingung mau berbuat apa dilihatnya sang tuan tak ada perlawanan sama sekali ingin melerai pun takut pasti ada alasan mengapa tuannya tak melawan.


Laila memukul meninju sang suami membabi buta hingga ia lelah sendiri, wajah Diego sudah lebam dan tak melawan sama sekali ia biarkan sang istri meluapkan emosinya,


napas Laila kembang kempis karna kehabisan tenaga , Maryam hanya menonton adegan itu dengan mulut menganga tak menyangka reaksi yang akan ia lihat dari sahabat nya itu.


Laila menatap tajam sang suami yang juga memandangnya, sepanjang ia marah tak ada kata kasar yang keluar mungkin sudah di wakilkan dengan pukulan yang ia berikan bertubi-tubi tanpa perlawanan.

__ADS_1


Laila menjauh dari sang suami dan membelakangi berlalu begitu saja tanpa sepatah kata pun ia mendekati Maryam.


"ayo kita pulang Jell, bukankah kita sudah bertemu" ucap Laila dengan dinginnya membuat kesadaran Diego kembali


Meryam hanya menurut dan melangkah keluar ruangan itu ,hanya ada keheningan hingga suara Diego menghentikan mereka


"sayang" ucap Diego lirih


"tak inginkah kau mendengar penjelasan suami mu ini" sambung Diego


Laila diam ditempat dltanpa membalikan badannya


"silahkan cari saya kalau memang ada yang ingin di jelaskan , waktu saya sudah habis anak saya menunggu di rumah!" jawab Laila dingin


Maryam dan Laila melangkah keluar Diego pun mengejar mereka.


Diego menatap nanar punggung istri nya perasaan bersalah mengganggu pikiran nya , bukan tanpa sebab ia tak menyusul keluarga kecilnya selama benerapa tahun ia duduk di kursi roda , setelah sembuh ia menyelesaikan masalah dengan keluarga nya dan orang yang menabrak nya waktu itu karna tak ingin anak dan istrinya bahaya maka dari itu ia memilih tinggal sementara waktu.


Maryam dan Laila singgah di restoran mereka lapar karna sudah menguras tenaga.


Mary menatap Laila dengan tatapan iba tentu tidak mudah berada di posisi Laila.


"huh,,, harus nya gantian bawa motor nya , tapi aku masih sayang nyawa karna melihat kegalauan mu tingkat dewa" ucap Maryam menghela nafas dengan kasar


"nanti gantian jangan menggerutu" balas Laila santai


mendengat jawaban dari sang sahabat ia menatap intens wajah sahabat nya itu.


"apa perasaan mu sudah baikan" tanya Maryam

__ADS_1


Laila hanya mengangguk dan tersenyum


"jelas saja tenang , wajah suamimu sudah kau permak habis dengan kaki dan tangan mu" ucap Maryam mencibir


"kau tak sedih La" sambung Maryam


"tidak aku bahagia ,, sangat bahagia!!!" jawab Laila enteng tak terkesan marah


"kau tak marah La??"


"tadi kan sudah lewat tindakan , sekarang sudah reda dan aku bahagia aku tak jadi janda Jell aku tak gigit jari melihat mu bermesraan dengan suamimu" ucap Laila antusias


Maryam hanya memutar bola matanya mendengar penuturan sahabat nya itu tiba-tiba ide jahil bersarang diotak nya berniat menggoda sahabat nya itu.


"jangan senang dulu , bagaimana jika suami mu sudah menikah lagi" ucap Maryam melihat perubahan wajah sahabatnya tanya nya serasa ingin menyembur tapi ia tahan sekuat tenaga


Laila yang sedang terbang diatas awan seketika merasa terjun bebas ke dasar jurang mendengar penuturan sang sahabat, menatap tajam ke arah Maryam sejauh berumah tangga tak pernah sedikitpun sang suami mengecewakannya.


"mulutmu harus di jahit dengan tangan ku sendiri Jell!" ucap Laila ketus


Maryam reflek menutup mulutnya , ia merasa bersalah menggoda sahabatnya yang sedang kasmaran.


"aku hanya bercanda La" jawab Maryam


tak lama pelayan datang dengan membawa menu yang sudah dipesan mereka tadi.


"ayoo makan , nanti kita pingsan bagaimana " ucap Maryam yang masih mengalihkan perhatian Laila yang menatap nya tajam**


……………

__ADS_1


__ADS_2