Istriku Penyanyi Malam

Istriku Penyanyi Malam
Bab 77 Salah Paham


__ADS_3

**πŸ’•πŸ’•πŸ’•


Hari berganti tak terasa cepat berlalu, begitupun sepasang manusia yang masih menjalani hubungan yang kata nya hanya pendekatan tetapi pendekatan ini berlangsung lama dan sudah 3 bulan lamanya, tak ada salah satu pun dari mereka yang membuka perbincangan akan di kemanakan hubungan ini.


Habil yang sering kunjungan pekerjaan keluar kota dan negeri pun tak ada membuka suara, Mila hanya menghela napas, ia malu jika harus memulai pembicaraan dan pada akhirnya beginilah entah apa yang ada di pikiran 2 manusia itu.


"hari ini mas pulang" ucap Habil lewat pangilan ponselnya


"mau Mila jemput atau tidak?"


"tak apa mas mungkin sampai malam nanti kamu istirahat saja hem"


"baiklah hati-hati" pungkas Mila ia menghela napas "mau sampai kapan begini terus" gumam Mila


**

__ADS_1


Sedangkan di pesawat Habil dan asistennya sedang berbicara serius, sampai pada saat perbincangan mereka Habil menggeram kesal karna Mila ada pertemuan pesta hari ini.


Ya,, Mila akan mendatangi pesta seorang pria bernama Rio partner nya di kafe, ia lupa memberi tahu Habil karna ia kecewa sang pujaan hati entah kapan melamarnya.


"siapkan keberangkatan ku, aku akan datang kesana dan siapkan pakaian santai saja sepertinya aku akan mengganti semua pakaian ku" ucap Habil panas. Memang Habil selalu memakai baju yang oversize karna alasan tertentu, tapi setelah mendengar laporan Marko bahwa Mila akan mendatangi pesta seorang pria Habil jadi gelap mata.


"tapi pesta itu hanya un……


"apa kau tak paham siapkan semuanya!!" ucap Habil pelan tapi oenuh penekanan


Marko sudah tidak bisa berkata-kata, sepertinya sahabat sekaligus bos nya ini dalam mode cembokur.


*


*

__ADS_1


Mobil yang di tumpangi Habil melaju cepat membelah jalanan yang masih ramai karna belum terlalu larut sehingga tak membutuhkan waktu lama untuk sampai di penthouse Habil. Setelah ia membersihkan diri nya Habil sudah siap ia akan datang kepesta itu tanpa undangan dan tanpa mengindahkan perkataan dari Marko entah mengapa seolah Habil menuli.


"aku akan bawa mobil sendiri cukup tunjukan diamana lokasinya" jelas Habil pada Marko


Marko menyusul Habil karna takut pria itu membuat masalah, karna selama berteman dengan Habil tak sedikitpun ia melihat Habil memanas seperti ini, saat twins membuat masalah pun Habil masih tenang.


**


Mila memakai gaun pink yang sangat manis ia menghias surai hitam itu agar tak berantakan, gaun yang Mila kenakan memang pres body tanpa lengan hanya ada tali spageti yang menggantung di lehernya, tak lupa ia kenakan blazer agar menutupi punggung mulusnya.


Mila mengendarai mobil biru imut itu menuju lokasi, Rio memang sudah tak bekerja lagi di kafe karna ia merupakan tuan muda, setelah ibunya sakit-sakitan ia beralih memegang kuasa penuh atas perusahaan ibunya. Entahlah kadang Mila juga bingung teman-teman partner nya menyanyi bukan dari kalangan biasa, mereka dari keluarga konglomerat kadang Mila tak habis pikir apa yang menyebabkan mereka bekerja di kafe sementara mereka berasal dari keluarga kelas atas.


Mila sampai di gedung XX ia memarkirkan mobilnya dan melangkah masuk, terlihat beberapa rekannya dan ada juga pemilik kafe yang hadir Jovan dan Retno, Mila berbaur sampai Rio menghampiri dan mengobrol berdua pada satu meja, Mila tak menyadari ada sepasang mata menatap tajam kearah mereka**.


*

__ADS_1


*


*


__ADS_2