Istriku Penyanyi Malam

Istriku Penyanyi Malam
Bab 16 Kekecewaan Twins


__ADS_3

**Habil dan adik-adiknya mulai menikmati hidangan yang mereka pesan, mereka benar-benar menghabiskan waktu satu hari ini karna twins harus menjalani masa hukuman satu minggu lagi.


"abang siapa wanita tadi itu" tanya Hani sambil menyedot minuman nya.


"dia sekertaris di perusahaan rekan kerja abang" jelas Habil


"seperti nya dia suka sama abang" selidik Hana serius


"kalau kalian suka nanti abang dekati dia" balas Habil singkat


"ihhhh,,,,abang amit-amit bang bang, kalau sampe abang mau sama dia kita gak mau ngakuin abang sebagai abang kita , ya kan Na" ucap Hani sewot , di angguki oleh Hana yang mencibir.


"mending sama kak Mila sudah cantik , bohay , suara nya merdu baik lagi" ucap Hana menerawang khayalan nya


Habil yang mendengar penuturan adik nya pun tersedak.


"abang pelan-pelan ih,,, kami gak minta minuman abang kok" ucap Hani memberikan tisu pada abang nya.


"sudah ayo pulang" ucap Habil


"abang yang bayar ya" ucap Hana yang masih menahan atm nya di tangan


"kamu aja itu atm udah terlanjur keluar dari dompet kamu" ucap Habil beranjak meninggal kan adik-adik nya


"huhhhh,,,, abang peliit" ucap Hana memberikan kepada kasir.


Mereka pun pulang dengan hati gembira , Habil yang menyetir sesekali melihat kedua adik nya lewat spion. Mereka sedang asyik memandangi kotak jam yang mereka beli tadi.


Sebenarnya ada apa dengan adiknya ini, mereka terlihat menyayangi gadis itu dengan tulus seperti saudara nya sendiri.


"ada apa dalam dirimu mengapa keluarga ku dengan mudah menerima kehadiranmu yang tidak sengaja itu" batin Habil kembali fokus menyetir.


Setelah mereka sampai , mereka kembali kekamar masing-masing. Sedangkan twins memang berada satu kamar karna mereka tak mau pisah, maka dari itu kamar mereka lebih luas karna menampung double perlengkapan dari king size sampai lemari.


"Na kapan ya kita kasih hadiah nya?"tanya Hani


"nanti setelah masa hukuman habis Ni kita datang saja kekafe itu" jawab Hana


"ih,,, takut ah,, sama abang kamu gak trauma apa" balas Hani yang masih mengingat kejadian itu.


"kamu ini jangan kurang akal Ni kita minta anterin abang lah , kan gak mungkin dia marah lagian kita juga gak bakal mau ngulang lagi kan" ucap Hana yakin


"ya sudah satu minggu lagi dong gak sabar mau ketemu kak Mila" balas Hana tersenyum lebar berkhayal akan bertemu Mila.

__ADS_1


"iya aku juga sepertinya kak Mila orang nya asyik ya " ucap Hani.


Tak ada jawaban dari saudari nya Hani menoleh kearah Hana dan,,,,


"huhhh ,,, lagi ngobrol kok malah ditinggal tidur ,,, tungguin Na bareng lah tidurnya" ucap Hani tak ada tanggapan dari saudari nya akhirnya ia pun menutup mata nya dan tertidur.


*****


Sementara di kafe Mila sudah mengambil cuti dan pulang ke kampung nya. Dengan gembira Mila menaiki travel agar cepat sampai ,sungguh ia sangat rindu pada ibu dan adiknya.


Mila hanya mengambil cuti satu minggu , kampung halaman Mila berada di Lampung.


Mila tinggal di desa pedalaman tapi sudah ada kendaraan , sedangkan masuk ke daerah tempat tinggal nya hanya bisa di lalui motor saja tidak dengan mobil , sinyal pun harus mencari keluar desa.


Tempat tinggal Mila jauh dari pasar dan sekolahan , anak-anak di kampung nya rata-rata memiliki motor sendiri , inilah yang jadi beban fikiran Mila karna adik nya masih menumpang pada kawan nya.


Jika kawan nya tak masuk maka Leo akan jalan kaki sejauh tiga kilometer. Rencana nya kepulangam Mila kali ini akan memberikan surprise kepada adik nya. Mila akan membelikan Leo motor baru.


***


Sampai lah Mila di kampung halaman nya , Mila masih harus mengenakan jasa ojek untuk masuk ke arah rumah nya.


Ketika sepeda motor itu berhenti hati Mila menghangat. Di ketuk nya pintu rumah yang sudah lama tak ia tengok, suasana sudah sepi karna sudah mau maghrib.


tok,,tok ,,


"assalamualaikum Leo,,,Leo ,,ini kakak" Mila yang tak sabar


"waalaikumsalam" Leo membuka pintu nya.


Betapa terkejut nya Leo mendapati kakak tersayang nya berada di hadapannya. Leo langsung memeluk kakak nya dan membawa nya masuk.


"kenapa kakak tak memberi kabar , kalau kakak kasih kabar pasti Leo jemput pinjam motor kawan Leo " ucap Leo


"sudahlah tak apa , dimana bunda dek??" tanya Mila


"bunda kerumah pak rt kak kata nya ngambil uang upahan menanam jagung kemarin" jawab Leo


"sejak kapan bunda kerja seperti itu dek mengapa kamu gak kasih tau kakak? " cecar Mila pada Leo.


Leo yang keceplosan pun bungkam , ia lupa bahwa kakak nya tidak memperbolehkan ibu nya bekerja di ladang lagi.


"karna kamu tak mengizinkan bunda berkerja sayang" jawab ibu yang sudah masuk dan terkejut akan kehadiran anak sulung nya itu.

__ADS_1


"bunda" jawab Mila memeluk bunda nya sungguh ia sangat rindu kepada bunda nya.


Sebenarnya bunda Mila ini hanya pendatang ia mengikuti suami nya didesa ini sampai suami nya meninggal. Bu Laila nama ibu nya Mila adalah orang dari kota semenjak ia tinggal di desa ini ia tak pernah lagi pulang ke ibukota tempat asal nya entah apa yang menyebabkan itu semua , bu Laila tak pernah mau bercerita kepada anak nya walaupun Mila sering bertanya.


Mila pun berbincang melepas rindu yang terpendam selama ini.


"kenapa bunda kerja bun,, apa kiriman uang dari Mila tidak cukup?" tanya Mila


"cukup nak lebih dari cukup malah , tapi bunda kan jenuh kak, apalagi kalau adik mu sudah pergi sekolah" jawab bu Laila lembut


"nanti bunda sakit , kakak gak mau lihat bunda sakit nanti kakak sedih , berhentilah bun biar Mila yang kerja bunda di rumah saja" ucap Mila penuh permohonan.


"kalau bunda diam dirumah terus itu yang malah bisa bikin penyakit , percayalah nak bunda hanya mencari hiburan saja agar tidak selalu terbayang ayahmu kak" balas bu Laila sendu


Mila tak dapat berkata-kata lagi ia hanya berdoa dalam hati agar ibu nya selalu di beri kesehatan.


*****


Sementara di kediaman Habil adik nya mulai merengek minta di antar ke tempat Mila bekerja.


"ayolah bang sebentar saja , abang kan gak mau kita pergi berdua saja kan , kami janji cuma ngasih hadiah ini saja" ucap twins mengiba pada sang kakak


"tapi tak lama ,ingat itu kalian ini lama-lama menyusahkan abang saja"


***


Habil dan twins pun tiba di kafe dan mereka langsung bertanya kepada pelayan tersebut. Mereka berharap bisa bertemu Mila karna waktu sore Mila pasti sudah datang.


Sementara Habil menunggu di mobil. Tak lama adik nya keluar dilihat wajah kedua adik nya di tekuk.


"kenapa? " tanya Habil


"sudah diantar masih saja merengut begitu , abang gak akan antar lagi kalau kalian begini" sambung Habil


"kak Mila sedang pulang kampung bang" jawab Hana masih manyun


"ya sudah nanti kalau sudah pulang abang antar lagi jangan gitu dong muka nya" rayu Habil


"benar ya bang jangan bohong loh"jawab Hani antusias


Mereka pun kembali pulang , walaupun tak bertemu sekarang nanti setelah kak Mila datang lagi mereka akan kesini lagi batin twins yang merasa kecewa karna tak bisa bertemu hari ini.


**********

__ADS_1


__ADS_2