
*
**Mila membuka pintu terlihatlah seorang pria tegap dan tampan pastinya dengan kulit purih bermata agak sipit, pria itu juga terkejut melihat orang yang membuka pintu bukan pemiliknya.
"maaf cari siapa tuan?" tanya Mila
"Hera nya ada?" pria itu bertanya kembali
Mendengar pertanyaan itu Mila mempersilahkan pria itu masuk karna dari gestur nya pria ii mengenal Hera,
Mila masuk memberitahu Hera ada yang mencarinya, tapi Mila terkejut pria itu malah mengikuti Mila.
"Hera,,, Hera ada yang mencarimu" ucap Mila sambil menepuk pelan pipi Hera yang sudah terlelap.
Hera yang terlelap merasa terganggu karna pipi nya di tepuk-tepuk.
Hera mengerjapkan mata nya terlihat lah Mila bersama seorang pria yang ia kenal.
"ngapain kamu kesini bang?" ucap Hera to the point
"kau sakit kenapa tak pulang hem?" ucap pria itu
Mila hanya menyimak pembicaraan yang terkesan datar sampai kedua orang yang berbincang itu menyadari bahwa ada orang lain yang sedari tadi menatap mereka berdua
"Mila ini sepupu ku nama nya Lau" ucap Hera
__ADS_1
Lau pun mengulurkan tangan pada Mila, Mila pun menyambutnya
"Mila" ucapnya singkat Lau pun terpaku melihat Mila yang memang kecantikan nya paripurna
"dia temanku di kafe" ucap Hera datar akhirnya Lau pun bermalam di tempat Hera
Lau mengetahui karna dokter Roi yang memberitahunya, memang ia perhatian pada sepupunya ini karna ia tahu kondisi Hera yang butuh perhatian.
Mila yang bermalam di kafe lupa memberitahu keluarganya sampai ada satu kontak yang menghubungi nya,
terpampang jelas nama Habil disana Mila segera mengangkat telpon itu
"halo,,"
"kau dimana bundamu menelpon ku"
"mereka mengira aku yang membawamu, dimana aprtmen nya biar ku jemput" ucap Habil datar
"teman ku sakit kasihan dia"
"ya sudah kalau tak mau"
tut,,,
Mila terkejut baru mau membuka mulutnya tapi sambungannya sudah terputus
__ADS_1
'huh,,, tidak sopan' gerutu Mila lalu kembali menelpon bundanya.
*
*
Sementara di apartmen Laila ia membawa sang suami untuk menemui Leo, ia harus mencari waktu yang pas agar anaknya tak terkejut, sedangkan untuk memberitahu Mila ia belum sanggup
Leo duduk di ruang keluarga ia mendengarkan setiap kata yang keluar dari bundanya, Laila dengan hati-hati menyampaikan setiap pembicaraan nya sampai kalimat 'ayahmu masih hidup' Leo diam mematung tak percaya sampai seseorang keluar dari kamar bundanya alangkah terkejutnya, dengan mata membulat tak percaya Leo menegang ia berharap semua ini bukan mimpi
"hey, son ayah sangat merindukanmu" ucap Diego memeluk erat sang buah hati, Leo yang di peluk hanya diam tak percaya ia juga tak membalas pelukan sang ayah hanya air mata saja yang luruh tanpa permisi, sedangkan Laila jangan di tanya mata nya sudah basah membanjiri pipi mulusnya
"a,,,a,,ayah" ucap Leo terbata-bata
"iya sayang ini ayah, kau tak merindukanku son?"
"a,,ayah" seketika Leo tergugu tak percaya terus menangis
"apa ini mimpi bu? kalau ini mimpi jangan bangunkan Leo" ucapnya masih tak percaya
"ini benar sayang ini ayah, maafkan ayah sayang" ucap Diego yang tak bisa menahan harunya sunghuh ia sangat merindukan anak-anak dan istri tercintanya
sedangkan Laila yang masih menangis dan memikirkan PR nya satu lagi jika melihat respon Leo yang begitu tak percaya bagaimana dengan Mila** ………
*
__ADS_1
*