
**
**Sampailah mobil itu di parkiran apartmen Mila Habil membukakan pintu mobil itu mempersilahkan Mila keluar, mendapat perlakuan begitu wanita mana yang tak meleleh tapi segera ia tepis tak mau GR sendiri.
"terima kasih, mas mau mampir dulu?"tanya Mila
"tidak aku ada meeting jam 10 nanti lain kali saja" ucap Habil yang berhadapan dengan Mila
"baiklah, hati-hati mas" ucap Mila
Mila memasuki loby apartmen itu ia segera menuju lift rasanya badannya lengket karna ia belum mandi tadi. Sampai di pintu Mila masuk dengan Leo yang membukakan pintu nya, tanpa permisi Leo langsung berhambur memeluk Mila.
"hey,, ada apa kenapa menangis hem?" ucap Mila membalas pelukan sang adik
"baru kakak tinggal semalam saja sudah rindu" sambung Mila
Leo hanya terdiam ia bingung mau menjelaskan perihal sang ayah tapi ia dilarang karna belum saat nya.
__ADS_1
"tak apa kak, kakak pasti lelah istirahatlah" jawab Leo
"bunda mana?" tanya Mila
"bunda tadi pergi ada urusan katanya" ucap Leo berbohong padahal sang ibu pergi bersama ayahnya.
"ya sudah kakak mandi dulu" ucap Mila lembut membelai kening sang adik
Leo menatap nanar kakaknya, pasti kakaknya jatuh pingsan jika mengetahui kebenaran ini.
Leo membuang napasnya kasar, ia pergi kedapur membuatkan kakak nya teh hijau.
*
"kita lihat lokasinya sayang, bagaimana?" ucao Leo membelai hijab sang istri yang tampak anggung
"baiklah, kapan kita kesana"
__ADS_1
"nanti jam 1 saja, aku selesaikan urusan sebentar hem" ucap Leo di angguki oleh Laila yang sangat bahagia, ia seperti mimpi sedari tadi ia tak lepas dari pelukan sang suami ia tak perduli menjadi perhatian para pengawal di markas itu.
Sedari tadi tatapan para anak buah Diego yang mencuri-curi pandang pada mereka Tak bisa di pungkiri tatapan mata tajam ibu dua anak itu terlihat sangat pantas bersanding dengan ketua mereka, terlihat anggun dan tenang tapi ketika terusik sepeti singa betina yang kelaparan terbukti saat pertama menginjakkan kaki disini.
Laila seolah menjadi muda lagi ia tak risih padahal sang suami masih dalam pertemuan tapi ia tak mau jauh dari sang suami alhasil para rekannya dan para pengawal tersenyum samar melihat singa jantan yang tunduk.
"kalian tak usah risih kalau mau bicara-bicara saja aku tak mengganggu kan" ucap Laila tegas karna ia tahu sedari tadi diam-diam di lirik orang-orang di ruangan ini
"tidak nyonya kami tidak risih" ucap salah satu pengawal itu memberanikan membuka suara
"jelas aku istrinya kalau risih kalian boleh keluar" ucap Laila lembut tapi terkesan ketus, mendengat sang istri berkata Diego hanya mengulum senyumnya lebih baik begini dari pada singa betina nya marah bisa gawat urusannya
Setelah selesai dengan pertemuan itu Laila dan Diego langsung keluar menuju mobil mereka, mereka langsung menuju lokasi di mana mansion Diego berada.
Setelah sampai Diego membukakan pintu mobil mempersilahkan permaisurinya keluar melihat istananya.
"ini terlalu besar mas" ucap Laila, ia biasa saja karna memang ia sudah terbiasa dengan kemewahan
__ADS_1
"tak apa, nanti supaya cucu-cucu kita leluasa bermain" ucap Diego menggenggam jemari sang istri menuntun masuk melihat keadaan mansion rapi dan sangat terawat ini**………
*****