
*******
Seperti biasa hari-hari Mila berlalu dengan irama lagu, malam ini ia ada pesanan untuk bernyanyi dengan genre rock. Mila tak sendiri ada teman-teman yang saling membantu, pesanan malam ini mereka mendapat tip masing-masing.
Dengan pakaian hitam-hitam ala roker mereka tampak sangat mempesona walaupun dengan dandanan seramnya.
"kalau tip nya tidak besar aku sangat malas berdandan seperti ini" ucap Rio pada Mila dan teman yang lainnya
"kamu ini , sudah tugas kita tip juga sudah diterima memang kamu tidak kasihan dengan bang Jo dia baik loh" balas Mila santai
"iya sih,,, tapi lihat lah penampilan kita"
"kita sangat mempesona dengan pakaian hitam-hitam ini" ucap Mila tertawa
Mereka mulai mengisi panggung hiburan bergantian ,tak ada kendala sama sekali dirasa sang tuan yang memesan sangat puas dengan penampilan mereka. Sedangkan Sinta ia tak ikut karna tak menguasai lagu-lagu rock.
Kesal sudah pasti tapi Sinta tak bisa berbuat banyak apalagi ia dengar tip nya lumayan besar , bertambah kesal pula ia mendengarnya.
Sampai acara selesai Mila dan kawan-kawan akhirnya bisa istirahat dan kembali ke kontrakan masing-masing.
Rasa lelah menjalar di tubuh Mila tapi ia senang tabungan nya bertambah.
Mila merebahkan tubuhnya dan terlelap, tak lama ia memejamkan mata nya ponsel nya berdering dengan malas Mila mengangkat tanpa melihat ponsel nya.
"Assalamualaikum" ucap Mila malas
"waalaikumsalam , kak apa kakak sudah tidur?" tanya Leo
__ADS_1
Mendengar suara sang adik Mila spontan bangun dan terduduk.
"ada apa dek?" tanya Mila
"bunda sakit kak sudah 2 hari di rawat di rumah sakit tapi belum ada perubahan kak" ucap Leo takut karna pesan sang ibu agar tidak memberitahu kakaknya
"kenapa baru kasih tau kakak sekarang Leo?" jawab Mila meninggi
"sekarang kamu cari perawat yang merawat bunda berikan ponsel nya kakak ingin bicara" sambung Mila
Leo pun mencari perawat yang bertugas merawat ibunya dan memberikan ponsel nya.
"maaf mbak ada yang bisa saya bantu" ucap sang perawat sopan
"saya ingin bertanya apakah ibu saya baik-baik saja apa ada penyakit yang serius" tanya Mila
Mila hanya diam berfikir bagaimana kondisi ibu nya, ia juga bingung karna ia tak disana.
Akhirnya Mila kembali berbicara kepada sang adik.
"dek kamu minta tolong sama pak RT untuk mengurus surat-surat pemindahan bunda, bunda harus kerumah sakit besar dek , kakak akan membawa bunda ke tempat kakak " ucap Mila
"tapi kak bunda kan tidak mau kesana kak , gimana nanti kalau bunda sudah sehat terus marah?" tanya Leo karna ia tahu bunda nya pernah bicara bahwa dia tak mau menginjakkan kaki nya ke jakarta lagi.
"itu urusan belakangan yang terpenting kesehatan bunda dek, sementara kamu sama anak pak RT dulu ya , kan kamu sudah mau ujian" jawab Mila
"ya sudah Leo pulang dulu dan langsung ke rumah pak RT ya" balas Leo
__ADS_1
Mila risau tak bisa tidur ia serba salah , ia pun merasa bingung mengapa ibu nya tak mau ke jakarta , Mila pun dulu pernah ingin membawa nya tapi di tolak mentah-mentah oleh sang ibu.
"apapun risiko nya aku tak perduli, yang terpenting bunda harus sembuh dulu" gumam Mila
……
Leo menemui pak RT dan memberitahu apa yang kakak nya sudah pesankan tadi , memang mereka dekat dengan keluarga pak RT tersebut.
Mereka sudah menganggap keluarga bu Laila seperti saudara.
Setelah memberitahu mereka mulai menyiapkan perlengkapan berkas dan mobil yang akan di rental , untuk sementara ini Leo ditemani dengan anak nya karna tak mungkin Leo tidak mengikuti bolos dari UN nya.
Keesokan hari nya Pak RT dan istrinya menjemput bu Laila dan mereka juga yabg mengantarkan ketempat Mila.
Bu Laila tak pula bangun masih setia dengan mata terpejam nya , Leo menciumi sang ibu berulang kali sesungguhnya ia tak bisa jauh sari sang ibu.
Air mata Leo lolos begitu saja ia sangat khawatir dengan kondisi ibunya.
"doakan ibumu Leo , kamu jangan bersedih ibu mu pasti sembuh kamu baik-baik sama Dika ya" ucap bu RT menenangkan Leo yang sedih
"kalau sudah sampai hubungi Leo besok siang ya bu , kan Leo di sekolah jadi ada signal" jawab Leo sendu
Akhirnya mereka berangkat , Mila yang berada di ibu kota pun dengan gelisah menunggu kedatangan ibu nya.
Mila berharap tak ada penyakit serius pada sang ibu.
…………………
__ADS_1