
****
Pagi-pagi sekali di kediaman **Dewanto para pekerja sudah mulai sibuk dengan pekerjaan masing-masing.
Mereka terbiasa bangun pagi dan menyiapkan sarapan karna keluarga Dewanto manyukai masakan rumahan walaupun mereka dari kalangan atas , tapi masakan di kediaman Dewanto pun memakai standar gizi.
Keluarga besar itu sibuk dengan urusan masing-masing terkecuali Habil , ia orang yang sangat simpel dan tak suka berlama-lama, Terbukti sekarang ia tengah menunggu keluarga nya di ruang makan.
Lima menit ia menunggu, terlihat mulai berdatangan ayah dan ibu nya , tak berselang lama twins pun turun. Sikembar selalu memakai pakaian yang sama, ntah mengapa mereka tak malu ataupun risih mungkin karna mereka identik ya,,,,
Mereka makan dengan hening sampai selesai,
tak lama Hani pun membuka perbincangan.
"papah kami berdua minggu depan dapat undangan ulang tahun Devan pah , kami boleh pergi?" tanya Hani
Habil menatap kedua adik nya dengan tajam, menurut nya adik-adik nya ini terlalu merepotkan**
"**kapan acara nya?" tanya ayah Habil
"minggu depan pah acara nya jam delapan malam" jawab Hani semangat
"boleh tapi sama abang ya dan para pengawal okeyy" balas ayah Habil
"iya papah terima kasih"
"tapi ingat jangan aneh-aneh ya" ucap bu Maryam
"dimana acara nya nak?"
Twins bingung menjawab apa kalau mereka jujur sudah di pastikan batal pergi mereka.
Gerak-gerik mereka tak luput dari pandangan Habil, dengan kikuk mereka menjawab
"tempat kemarin mah ," jawah Hana
"iya mah tempat kemarin" timpal Hani
"Baiklah tak apa tapi di kawal ya karna kan malam" ucap mamah
Mereka beranjak pergi dari ruang makan menuju parkiran karna sang supir sudah menunggu.
Sampai dalam mobil pun mereka tak ada yang buka suara karna takut keceplosan dan didengar supir mereka yakin pasti supir nya akan mengadu.
Mereka sudah turun dari mobil dan melangkahkan kaki ke dalam kampus mereka berhenti dan saling berhadapan lalu bersalaman.
"selamat miss Hana kau sangat cerdik" ucap Hani begitu elegan seperti wanita karir
"terima kasih miss Hani anda terlalu berlebihan anda pun sangat genius" timpal Hana
Mereka tertawa seakan rencana nya mengelabui orang rumah sudah berhasil, padahal masih butuh waktu lama untuk memastikan berhasil atau tidak nya.
Mereka berjalan menuju kelas dan sampai disana sudah ada meychan menunggu mereka .
__ADS_1
Mereka berbincang selagi Dosen belum hadir.
"jadi kalian ikut twins?"
"ya kami ikut"
"apa benar aku curiga pada kalian?" jawab Meychan memicing kan matanya melirik twins
"ya kau benar kami berbohong dan membutuhkan bantuan mu Meyyy!!!"
"aku harus apa?"
"kau yang jemput kami ke rumah dan izin pada mamah dan papah bagaimana?"
"huhhhh berat ini mah twins aku takut pada abang mu , walau pun tampan tapi dia sangat seremmm" jawab Meychan bergidik membayangkan Habil
"ya mudah-mudahan abang gak di rumah Mey , ayolahhh" rayu Hani
"iya Mey aku ingin tahu club itu bagaimana" timpal Hana
"baiklah kalian sudah dapat kostum kalau belum pulang manti kita ke mall gimana?"
ajak Meychan
"setuju!!" ucap twins antusias
************
**Sementara di kantor seperti biasa Habil melewati loby dengan pandangan lurus sesekali mengangguk kecil menghormati karyawan yang menyapa nya walaupun tanpa senyuman.
terbukti sampai sekarang , karyawan wanita hanya berani menyapa sekedar nya saja, itulah yang diinginkan Habil ia tak terlalu suka berdekatan dengan wanita.
Sesampainya di ruangan ia mulai membuka laptop nya melihat layar dengan serius ia melihat percakapan adik nya , ya ,,,, memang selain GPS Habil juga menyadap gawai kedua adik nya.
Seketika rahang nya mengeras melihat chat itu , walaupun adik nya tak ikut berinteraksi tapi pagi ini adik nya telah berbohong kepadanya dan orang tuanya.
"awas kalian si polos mulai berbohong , kalian tak tahu sekali berbohong maka kalian akan berbohong lagi " gumam Habil mengepalkan tangan nya menahan geram, sampai-sampai Marko datang pun ia tak menyadari nya.
"Habil!!" Marko sedikit berteriak dan menepuk pundak Habil.
Habil terlonjak dan hampir saja melayang kan tonjokkan ke wajah Marko.
"bisa gak ko ketuk pintu dulu baru masuk , mengapa tata krama mu pudar Ko" Habil berbicara ketus kepada Marko.
"ya ampun Bil apa kau sudah sarapan, aku mengetuk berulang kali tapi tak ada sahutan" balas Marko
"huhhhh ,,,, ada apa" Habil berucap
"tak ada hanya ingin memberitahu pagi ini ada meeting jam 10.00 dengan perusahaa Pratama" balas Marko , melihat mood bos nya kurang baik Marko tak ingin berlama-lama di ruangan bos nya.
"Huhhhh aku sangat malas bertemu CEO pratama ini pasti dia akan berlama-lama mengulur waktu aku sangat tidak suka wanita-wanita yang agresif seperti kobra" gumam Habil memejamkan mata nya, jika bisa di wakilkan pada Marko ia tak akan mendatangi meeting hari ini.
******** ******** *******
__ADS_1
Sementara di dalam kontrakan sederhana seorang gadis dewasa sangat menikmati secangkir kopi dan roti untuk mengganjal perut nya.
Gadis itu tengah asyik dengan khayalan nya ia tak sabar ingin cuti dan memberikan surprise kepada adik kesayangan nya, sesekali Mila tersenyum membayangkan wajah bahagia adik nya.
"hemmmmm aku tak sabar nanti aku harus datang lebih cepat agar bisa lansung minta izin cuti sama bang Jo ,,, huhhhh senang nya ,,, tunggu aku bun , Leo" khayal Mila sambil memeluk angin seolah-olah ia tengah memeluk orang terkasih nya.
Mila mulai sibuk dengan kerjaan rumah nya , ia menyapu, mencuci perabotan yang kotor dan mencuci pakaian. Walaupun dekat dengan laundry tapi ia jarang sekali mamakai jasa itu selagi ia tak repot ia kerjakan sendiri. Begitulah Mila kehidupan di kampung yang sulit di tambah didikan orang tuanya menjadikan sikap nya dewasa dan mandiri.
Ketika sedang asyik beres-beres ponsel nya berbunyi , Mila segera mendekat tertera nama bos nya.
"iya halo bang ada apa" tanya Mila
"Mila kau gantikan Rio, dia tak bisa datang karna dia harus menemani ibunya di rumah sakit kau gantikan dia selama satu minggu Mila dia sudah izin tak ada penolakan okeyyy" Jo langsung memutuskan panggilan tanpa permisi,
Rio adalah penyanyi laki-laki , dia juga menjadi primadona kaum Hawa wajah nya yang manis dan suara yang merdu membuat ia termasuk laris di kafe. Jika ia seorang wanita maka sudah dipastikan menjadi saingan Mila.
"Huhhh,,,, mentang-mentang bos seenak nya saja , baru juga mau ngomong cuti malah keduluan Rio arghhhhh,,,, resehhh,
tapi kasian kuga ya kan ibu nya sedang sakit tak apalah amal minggu berikut nya baru aku yang cuti" gumam Mila tersenyum.
Hari ini Mila berangkat sehabis tengah hari karna dia menggantikan Rio , Mila kerja full selama satu minggu sampai jam sepuluh malam, ia tak merasa lelah karna ada partner nya bergantian mengisi panggung hiburan , sekalian ia pamit izin untuk minggu berikut nya ia takut keduluan teman nya yang lain lagi.
Sesampainya di kafe Mila langsung keruangan Jo.
tok,,,tok,,,
"masuk"
Jo mendongak dilihat nya Mila
"ada apa La?"
"pak setelah Rio masuk saya mau izin untuk pulang kampung menengok adik dan ibu saya"
"berapa hari Mila"
"lima hari saja bang"
"baiklah kenapa tidak seminggu sekalian"
"tidak pak lima hari sudah cukup"
Jo tahu Mila tak akan lama jika pulang , yang Jo tahu prinsip Mila adalah** time is money **Jo terkekeh mengingat sikap Mila.
"harus nya kamu senang saya kasih wakti seminggu malah kamu gak mau"
"tak apa bang segitu juga cukup"
"ya sudah tapi tunggu Rio masuk ya"
"iya bang terima kasih"
Mila pun Keluar dengan perasaan lega**.......
__ADS_1
*************