Istriku Penyanyi Malam

Istriku Penyanyi Malam
127 Mila yang Manja


__ADS_3

**πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•


Setelah masuk ke kediaman mereka, Habil langsung melepaskan pakaian sang istri. Mila yang sedari tadi merengek minta dimandikan oleh suaminya, dengan senang hati Habil memandikannya. Dengan telaten Habil menyiapkan perlengkapan mandi istrinya, dari mulai air hangat, aroma terapi favorit istrinya sampai ke pakaian dalamnya.


Mila dengan santai berada di gendongan sang suami, ia malah asik memainkan jakun sang suami. Habil hanya diam saja membiarkan apa yang ingin dilakukan permaisurinya itu.


"mas, Mila mau pake sampo mas ya. Nggak mau pake sampo Mila pokoknya" ucap Mila yabg sudah diturunkan ke bath up berisi air hangat wangi mawar itu.


Habil heran, biasanya urusan sabun dan sampo Mila tak mau menggunakan yang bukan miliknya. Demi keamanan Habil mengganti sampo sang istri dengan sampo miliknya.


Habil tak ingin berlama-lama, ia takut istrinya masuk angin. Dengan sigap ia menggendong Mila dan mengeringkan tubuh sang istri, tak lupa ia juga mengeringkan rambut Mila.


"mas, mila nggak mau pake baju itu" ucap Mila manja dengan bibir yang mengerucut


"mau pakai yang mana hemm? Biasanya kamu suka pakai ini sayang"

__ADS_1


"mau pakai daster yang di kasih mamah aja, yang warna hitam mas" jawab Mila, Habil menggangguk lalu mengambil apa yang ingin pakai istrinya.


Betapa terkejutnya Habil melihat daster yang dikatakan istrinya itu. Daster itu begitu tipis, dan juga sedikit kurang bahan. Memang bahannya bagus terbuat dari sutra asli, mungkin itu yang menyebabkan istrinya mau memakainya.


"sayang nanti masuk angin, kita kan mau makan malam di bawah. Apa mau pakai baju ini?" tanya Habil bingung


"iya mas, Mila rasanya nggak betah pakai yang ada lengannya" ucap Mila santai. Dengan segera Habil memakaikan baju itu. Setelah sang istri selesai ia segera mandi.


Habil mengenakan kaos hitam polos serta celana chargo pendek. Penampilannya memang sudah berubah, ia bahkan tak pernah memakai baju kebesaran lagi karna sang istri protes. Alhasil Habil menuruti kemauan sang istri. Bukan tanpa alasan Habil berpakaian seperti itu. Badannya yang kekar mencolok selalu mengundang wanita dan Habil tak suka itu, dan benar saja. Saat di London kemarin bahkan ada yang nekat berbuat tak lazim ingin menjebak Habil.


"mau gendong lagi?" tanya Habil, Mila menganggul antusias. Mila sendiri bingung mengapa berada di gendongan Habil sangat aman dan nyaman baginya.


Mila heran mengapa ruang makannya sepi, tal biasanya begini.


"mas, bibik pada kemana ya? Kok sepi?" tanya Mila heran

__ADS_1


"mas, suruh pulang kebelakang. Kamu pakai baju seperti itu nanti mereka melihat" ucap Habil


"kan mereka perempuan mas?"


"tetap, saja. Gimana nanti kalau mereka mengobrol dan membicarakan tubuhmu dan di dengar penjaga laki-laki" tegas Habil, Mila hanya mengangguk paham saja. Walaupun agak sedikit aneh mendengar penjelasan istrinya itu.


"mas, Mila mau makan roti saja ya!" tanya Mila pada Habil


"loh, kenapa. Inikan makanan kesukaan kamu semua sayang, nanti kamu nggak kenyang"


"Mila nggak mau makan nasi mas, Mila mau makan roti sama selai kacang saja" ucap Mila, tanpa menunggu jawaban Habil, Milapun mengambil selembar roti lalu ia oles dengan selai kacang sesuai kamauannya tadi.


Habil memperhatikan Mila, ia heran tak biasanya sang istri mau memakan roti apalagi saat makan malam. Habil terus mengamati istrinya yang makan dengan lahap, Habil tersenyum. Apapun yang dimakan istrinya pasti lahap dan Habis, istrinya itu tak pernah mau membuang makanan barang sedikit saja.


"mas, besok aku ajak adik-adik kesini ya. Mas jan masih sibuk, jadi kita belum bisa keluar Mila mau kasih oleh-oleh yang di beri Queen kemarin mas" ucap Mila

__ADS_1


"ya, biar mereka yang kemari kamu masih lelah jangan pergi-pergi dulu"jawab Habil, Mila hanya tersenyum saja.


πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•**


__ADS_2