Istriku Penyanyi Malam

Istriku Penyanyi Malam
Bab 61


__ADS_3

**


**Degg,,,


Habil terpana melihat gadis cantik di depannya demi apapun ia tak menyangka penpilan Mila malam ini mata nya melihat dari atas ke bawah.


Glekkk, Habil menelan ludahnya ia memang tak salah pilih gaun ini sangat kontras dengan Mila akan tetapi mata nya tak sengaja berhenti di bukit kembar yang seperti hendak keluar.


Ternyata ia salah milih gaun, rupanya gaun yang Habil pikir tertutup itu menyembunyikan sesuatu yang membuat para pria enggan berpaling.


"mas ……


"ah,, iya ,,, ayo masuk nanti kita kemalaman" ucap Habil kikuk sungguh ia sebenarnya mengumpat karna tal memperhatikan gaun itu secara detail, jika meminta Mila ganti pun ia tak enak hati karna gaun itu pemberian dia sendiri.


"Mila……


"iya mas, ada apa?" tanya Mila

__ADS_1


"kamu sangat cantik malam ini" ucap Habil melirik Mila,


Mila yang mendengar itu sungguh gembira entah mengapa kata-kata singkat Habil mampu membuat jantungnya memompa lebih cepat.


"terima kasih" ucap Mila malu ia sungguh canggung jika sudah seperti ini.


Tak ada pembicaraan lagi di dalam mobil tersebut, seketika hening tak ada dari mereka berdua yang ingin memulai pembicaraan, sampai Habil berinisiatif untuk membuka pembicaraan.


"Mila, kamu pakai parfum apa?" tanya Habil


harum ini sudah menjadi candunya beberapa bulan terakhir ini sampai-sampai ia membeli parfum dengan harum yang sama tetapi tetap berbeda.


"tidak, mas suka mas juga punya tapi mengapa berbeda" ucap Habil lalu mengambil sesuatu **dashboard mobilnya ia menyerahkan kepada Mila.


Mila mengambil botol persegi yang cantik itu tutupnya kristal bulat sunggung tutup yang sangat cantik Mila membuka dan menciumnya, Mila mencium botol itu sangat dalam dan meresapi seolah ia sedang menganalisa, tapi terlihat Habil yang menoleh kearahnya sungguh pemandangan yang sangat seksi menurut Habil. Habil menggelengkan kepalanya mengenyahka pikiran buruknya sejak kapan ia menjadi cabul seperti sekarang ini.


"tidak sama kan?" ucap Habil yang butuh kepastia mengapa parfum yang ia beli berbeda padahal harga nya sangat fantastis.

__ADS_1


"memang beda mas, parfum dan perlengkapan ku aku sendiri yang meraciknya, bahkan aku yang menyuling bunga-bunga itu sendiri" ucap Mila santai


Habil menoleh ia terkejut pantas saja wangi nya berbeda walau yang ia beli sangat harum tapi harum yang dimiliki Mila memiliki khas tersendiri.


"mawar yang aku pakai mawar lokal mas, bukan dari luar negeri aku membeli pada petani dalam negeri harum nya kalah kan" ucap Mila Habil hanya mengangguk sungguh gadis di samping nya ini penuh kejutan sampai-sampai perlengkapan kosmetikpun ia meracik sendiri.


Tak terasa mobil itu sampai di area parkir khusus petinggi, Habil mengitari mobil itu dan membuka pintu tampaklah kaki jenjang itu menapak bumi Habil mengulurkan tanganya dan di sambut baik dengan Mila yang tersenyum sangat manis, wajah Mila memang tidak membosankan belum lagi bibir yang tampak seksi seperti di sulam sungguh wanita mamapun akan iri melihat bibir Mila tanpa di sulam dan tanpa filler pun sudah sangat menggoda.


Habil menggandeng mesra tangan Mila malam ini janting Mila seakan melompat ia wanita normal mana mungkin tak meleleh dengan perlakuan manis Habil.


Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang menatap iri ke ara mereka………


"sungguh tidak pantas wanita rendahan" geram Maria**………


*


*

__ADS_1


*


__ADS_2