Istriku Penyanyi Malam

Istriku Penyanyi Malam
Bab 94 1 Bulan


__ADS_3

**πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•


Mila menyiapkan sarapan di meja makan, selama ini Mila memang menyiapkan dan memasak sendiri dengan alasan agar dia tak jenuh, Habil pun menyetujui dengan syarat hanya masak saja sedangkan yang lain tetap para maid yang mengerjakan. Tidak hanya memasak khusus pakaian dalam pun Mila mencuci sendiri katanya tidak sopan, Habil hanya tersenyum mendengar alasan istri kesayangannya itu. Istri,, huhh,,, bahkan di usia pernikahan yang satu bulanpun Habil masih bertahan belum menyentuh nya.


Mila juga tidak mempermasalahkannya karna Habil selalu mengabari dan selalu pulang tepat waktu, Mila juga masih belum mempertanyakan hal itu, bagi Mila itu memalukan untuk di pertanyakan.


"mas, ayo sarapan" ucap Mila di pintu kamar, terlihat sang suami yang masih menghadap laptopnya tersenyum


"iya sebentar lagi" ucap Habil


"mas sibuk sekali?" tanya Mila yabg sudah mendekat


"iya, ini materi meeting hari ini, semalam mas lupa mengeceknya mas ketiduran"


"mas pasti lelah ya?" ucap Mila yang sudah duduk di samping Habil


"sedikit, ini demi masa depan kita sayang" ucap Habil lalu mengecup kening sang istri, jika hanya pipi dan kening Mila sudah terbiasa karna setiap hari Habil selalu melakukannya.


"ayo kita sarapan, pagi ini ada meeting dengan staf perusahaan kamu mau ikut?" tanya Habil


Mila hanya menggeleng, ia tak mengganggu suaminya.


Mereka beranjak bergandengan tangan menuju ruang makan, Mila memasak udang asam manis untuk dirinya sendiri karna Habil hanya akan sarapan roti isi yang sudah Mila buat.


Jika makan siang Mila mengirimkan makanan lengkap untuk suaminya melalui sopir pribadinya.

__ADS_1


"mas mau dong" ucap Habil melihat Mila yang akan menyuapkan nasinya


"mas mau ini?" tanya Mila heran karna baru kali ini suaminya meminta makanan berat


"yang di sendok kamu saja" ucap habil


Mila menyuapkan sendok yang sudah terisi penuh ke Habil, Habil tersenyum puas masakan istrinya memang lezat.


"mas mau tiga sendok ya" ucap Habil padahal tangannya masih memegang roti isi


"iya, ini masih banyak" ucap Mila


Setelah selesai Mila membereskan piringnya dan disambut para maid karna Mila tak boleh mengerjakan pakerjaan lainnya.


Mila mengantar Habil sampai di depan pintu.


"kalai mau keluar jangan lupa kabari mas ya" ucap Habil lalu mengecup kening Mila


Seperginya Habil Mila masuk kedalam dilihat ponsel nya ada pesan dari Mbak Retno Mila mengernyitkan keningnya kala melihat link.


"apa ini" ucap Mila lalu membaca pesan Retno agar menonton film di link itu.


Mila yang tak curigapun mengambil laptop dan duduk santai di ruang tengah, sedangkan para Maid sedang berada di area belakang.


Seketika Mila membelalakkan matanya ketika ia melihat film yang ia tonton adalah film dewasa, Mila tercengang melihat setiap adegan vulgar tersebut sampai badannya itut tegang.

__ADS_1


Perut Mila mual melihat adegan-adegan tak senonoh itu, ketika sudah tak tahan tangannya reflek mematikan dan menutup laptopnya.


Hoekk,, hoekk,, mmm


Disaat itu juga bel berbunyi, buru-buru membuka pintu ternyata mertua dan ibunya berkunjung, rasa mual yang menguasainya membuat Mila buru-buru masuk menuju toilet bawah.


hoek,, hoeekkk,, terdengar suara Mila yang memuntahkan isi perutnya, sedangkan dua wanita paruh baya itu terlihat khawatir dan senang bersamaan.


"kita harus kerumah sakit!!" seru bu Maryam


diangguki oleh bu Laila


Mila yang sudah tenang kembali kedepan betapa terkejutnya melihat ibu mertua dan bundanya tersenyum penuh arti ke arahnya.


"ayo kita kerumah sakit sekarang, mamah sudah tidak sabar!!" ucapnya antusias


"rumah sakit, buat apa ma?" tanya Mila


tanpa aba-aba dua wanita paruh baya itu menyeret halus Mila yang kebingungan,


"biar saya aja pak Tarno yang bawa mobil" ucap Bu Laila, mereka membawa paksa Mila yang masih tercengang akan kelakuan dua wanita berharga di hadapannya ini.


πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•**

__ADS_1


__ADS_2