
**πΉπΉπΉπΉπΉ
Habil memasuki kamarnya dan mulai menaruh nampan berisi makanan sehat untuknya dan sang istri. Dilihatnya sang istri masih menenggelamkan dirinya di dalam selimut, entah mengapa.
Habil menghampiri dan membuka selimut itu, nyatanya wajah merah menggemaskan itu muncul kala Habil menyibak selimut itu.
"mas siapkan air mandi nya oke" ucap Habil
"aku malu mas, mengapa mas biarkan mamah dan bunda masuk" ucap Mila merengek seperti anak kecil
"mas nggak bisa cegah mereka masuk sayang, kamu kan tahu watak mama bagaimana?"
"tapi tetap saja mas!" seru Mila
__ADS_1
"mandi dulu ya" ucap Habil lembut, Mila hanya mengangguk pelan
Habil menyiapkan air hangat dan perlengkapan mandi nya, setelah itu ia keluar dan menyiapkan pakaian Mila. Mila hanya bersandar di kepala ranjang tanpa memperdulikan sang suami yabg sibuk mengurus keperluannya, yang ada dipikirannya saat ini apakah ia masih punya muka jika bertemu kedua ibunya tersebut.
Habil mengambil baju daster pendek yang di belikam sang ibu untuk istrinya dan belum sama sekali di pakai, baju yang cukup sexy. Habil memilih itu karna lebih mudah di pakai dan simpel, ia juga akan mengoles salep agar sang istri tidak terlalu merasakan nyeri.
Ketika ia mengambil dalaman tangannya memilih warna soft pink, sampai tangannya menyentuh benda tersebut otaknya mulai bekerja tanpa di perintah. Ingatan pergumulan tadi membuatnya meremang, ternyata menyenangkan pikirnya sungguh 1 bulan yang sia-sia, hingga ia tersadar bahwa sang istri belum ia bantu membersihkan diri. Habil menggelangkan kepalanya mengusir pikiran mesum yang mulai singgah,
"istriku masih sakit, dasar tak tahu diri" umpatnya pada diri sendiri.
Selesai membersihkan sang istri, Habil membantu mamakaikan pakaiannya. Mila bingung mengapa ia belum memakai dalaman, dilihatnya sang suami mengambil sesuatu di dekat nampan.
"buka sedikit" ucap Habil yang berada di bawah Mila
__ADS_1
"mau apa?!" ketus Mila
"mau mengobati luka yang mas buat, kamu pasti nggak nyaman kan sayang" balas Habil
Mila pasrah ia pun membuka akses untuk sang suami yang sigap mengoles krim ke bagian intinya. Mila meringis ketika krim itu menempel pada tempatnya, Habil menatap sang istri yang terlihat menahan perih. Tapi tak berlangsung lama krim itu bekerja cepat hingga sensasi dingin Mila rasakan.
Setelah memakaikam dalaman Habil mencuci tangannya dan menggendong sang istri menuju sofa, mereka makan dengan tenang porsi jumbo itu habis tak bersisa, rupanya sang istri memang haris makan dengan porsi besar jika Habil perhatikan.
Mila meminum jus jeruk sampai tandas, setelah itu barulah ia bersandar kekenyangan mungkin.
"diam dulu disini mas akan ganti sprei nya okey" ucap Habil, Mila hanya mengangguk ia bagaikan ratu hari ini rasa bahagia tak mampu ia sembunyikan kala melihat samg suami sangat telaten mengurusnya.
Dilihat sang suami terampil memasang sprei dan mengganti semuanya termasuk selimut, Mila kemudian tertidur dengan keadaan masih terduduk. Habil telah selesai mengerjakan semuanya, dilihatnya sang istri tertidur lalu ia menggendongnya dan membaringkannya ke tempat yang seharusnya.
__ADS_1
Setelah selesai Habil pun ikut berbaring memeluk sang istri sesekali ia mengecup kening sang istri lalu memandangnya dirasa matanya mulai mengantuk akhirnya ia ikut menyelami mimpi bersama.
πΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉ**