
**💕💕💕💕💕
Mila asyik berbincang dengan Rio karna pria itu sangat sopan dan ramah tentu Mila tak keberatan.
"jadi bagaimana dengan hubungan kalian" ucap Rio
"yah, begini saja aku juga tak tahu apa yang ia pikirkan jadi aku jalani saja" ucap Mila seraya mengaduk-aduk minuman yang ia genggam
"jika kalian tak saling terbuka gimana mau ada kelanjutan hubungan kalian"
"aku wanita, aku tak mungkin mengatakan hal itu seolah-olah aku mengejarnya" ucap Mila
"kamu jangan terlalu gengsi dari yang kulihat selama ini dia sangat menjagamu, aku juga tahu dia dari keluarga mana dan kurasa cukup baik" ujar Rio Mila hanya terkekeh mendengar penuturan Rio ia tak heran karna perusahaan Rio bekerja sama dengan perusahaan pak Sultan ayah Habil.
Jika dilihat dari jauh mereka seperti sepasang kekasih yang sedang bergurau dan seperti itu juga yabg terlihat dari dari mata elang seorang pria yang sudah berdiri tak jauh dari mereka.
Sementara itu Marko mengumpati dirinya yang kalah cepat dari Habil dan ia terjebak macet sekarang ini.
"semoga kau tak berbuat ulah di pesta orang Bil" gumam Marko yang mulai khawatir.
**
__ADS_1
Habil berjalan kearah Mila ia masih memasang wajah santai walau hatinya penuh tanya, ia pria dewasa yang tak mungkin berbuat bodoh walau hati nya panas, kepulangan nya dari luar negri rencana akan membuat kejutan pada Mila pudar seketika, bahkan Habil pun sudah menyiapkan cincin cantik yang di desain khusus untuk Mila.
Pakaian Habil yang sedikit mencolok membuat perhatian para tamu teralihkan pasalnya Habil tidak memakai baju formal seperti biasanya.
Dan juga para tamu wanita menatap kagum setiap langkah panjang Habil.
Bisik-bisik para wanita tak mengalihkan tatapan Habil pada sosok wanita yang tengah tertawa lepas entah apa yang membuat Mila begitu lepas sampai tak sadar akan bisikan para tamu.
Dengan gerakan lembut Habil menarik tangan Mila tanpa menyakitinya, Mila terkejut bukan main melihat pria yang dihadapannya. Bukan karna kedatangan Habil tapi penampilan Habil yang bisa dikatakan melenceng dari yang biasanya.
Celana sobek-sobek dan kaos polos ketat yang menampilkan otot-otot bagian dada ditutupi jaket levis warna hitam, Mila mengerjapkan mata apa ini Habil??
"m,,,mas" ucap Mila tergagap, menambah kesan curiga di hati Habil
"mas kapan datang? katanya malam nanti?" tanya Mila
"apa mas mengganggumu" tanya Habil suara geram yang sedikit naik membuat mereka jadi perhatian
"bukan, bukan itu……
"ikut mas pulang sekarang" ucap Habil yang tak melepaskan tangan Mila
__ADS_1
"tapi mas acaranya……
"ikut mas pulang sekarang" ucap Habil penuh penekanan
"tapi……
"acaranya belun dimulai tuan muda Dewanto" ucap Rio santai sebagai seorang pria ia sangat paham yang ada di pemikiran Habil
Mendengar Rio ikut bicara Habil yang semula santai jadi naik pitam, ia mebdekati Rio dan mencengkeram kerah jas Rio, Mila yang melihat itupun tersentak.
"mas, apaan lepas mas" ucap Mila sedikit berbisik ia juga menoleh karna mereka sekarang ini jadi pusat perhatian
"kenapa, kau tak senang jika mas memukulnya" ucap Habil sinis
Rio hanya santai menyimak apa yang tersaji di hadapannya, tak Rio pungkiri cengkraman Habil sangat kuat dan terasa di lehernya.
Diam nya Rio dan Mila yang seolah membela Rio membuat Habil nampak kesal……
"mas lepas nggak" tekan Mila sekali lagi membuat Habil menoleh ke arah Mila**
*
__ADS_1
*
*