
💕💕💕
**Di dalam penthouse
Mila menuruti apa yang di katakan Habil ia meminum obat itu dengan sedikit paksaan karna sejujurnya Mila membenci obat dan semua yang berbau rumah sakit, Habil menggerus obat itu agar Mila mudah menelannya. Meskipun banyak drama akhirnya Habil dapat memaksakan obat itu masuk.
Mila meraung seperti anak kecil karna rasa obat iti pahit sungguh Mila tidak suka, karna keasikan menangis ia sampai lupa bahwa ia masih ada urusan yang menjadi PR. Habil yamg melihat itu sampai memijit pangkal hidungnya ia sudah merayu Mila tapi masih saja tak mau berhenti menangis.
"heii, ini hanya obat dan sudah masuk kedalam perutmu 20 menit yang lalu, lantas apa yang kau tangisi" ucap Habil kesal
"ini masih pahit mas,, mas tahu pahiiitttt!!!" balas Mila masih dalam mode menangis
"buka mulutmu"
"ha,, mau diapakan?" tanya Mila curiga
"buka saja nanti tak kan pahit lagi"
__ADS_1
Mila membuka mulutnya dan Habil dengan sigap mmberikan madu
"apa masih pahit??" tanya Habil
"sudah mending mas terima kasih" jawab Mila yang tak tahu malu karna tadi ia menangis seperti bocah yang meminta balon dan sekarang dengan santai ia berkata seolah tak terjadi apa-apa. Mila langsung tertidur karna kelelahan menangis.
Habil berjalan mendekat ia menarik selimut hingga menutupi dada Mila, Habil menarik sudut bibirnya ia tak menyangka gadis yang ia kira dewasa bisa berubah seperti anak kecil dalam waktu sekejap
"ternyata aku belum mengenalmu terlalu jauh, selamat malam" gumam Habil ia berjalan ke sofa bed yang ada di bawah ranjang nya ia tak mau beranjak dari kamar itu takut suhu tubublh Mila tinggi lagi.
**
Habil berlari membuka pintu dengan kasar, ia berteriak menyebut nama Mila berulang kali……
"mas kenapa,, ini bukan di hutan mas jadi jangan seperti tarzan" ucap Mila kesal ia juga terkejut mendengar suara Habil
"em, mas pikir kamu kemana maaf mas kaget membuka mata tapi kamu tidak ada" jawab Habil kikuk
__ADS_1
Habil menatap Mila ia baru sadar jika Mila memakai kemeja nya yg notabennya dengan Habil saja kebesaran apalagi Mila yang memakainya, akan tetapi yang membuat Habil terpaku adalah Mila tak mengenakan hotpant.
Mila menyadari apa yang Habil lihat ia menjadi salah tingkah karna itu.
"emm,, mas maaf aku lancang memakai bajumu, aku gerah dan mandi tak mungkin aku mengenakan pakaian pesta itu lagi" ucap Mila grogi
"ya,, tak apa"
"ya sudah mas mandi aku sedang menyiapkan sarapan aku tak sabar mau menemui ayah"
"kita tak akan menemui ayahmu, mereka sudah dalam perjalanan siapkan mentalmu jangan pingsan lagi, kalau kamu pingsan lagi ayah mu akan pergi lagi" ancam Habil
"iya mas aku sudah siap" ucap Mila yakin
Habil kembali kedalam kamar ia mengusap kasar rambut dan wajahnya melihat Mila mengenakan kemejanya dan itu terlihat seksi di mata Habil yang notabennya sangat menjaga mata nya,,
tapi pagi ini semua itu terpatahkan, jantungnya berdebar dan membangkitkan jiwa kelelakiannya……
__ADS_1
"huhh,,, rupanya aku normal" ucap Habil**