Istriku Penyanyi Malam

Istriku Penyanyi Malam
Bab 88 Sesuatu


__ADS_3

**🌹🌹🌹


Mila masuk kedalam ruangan Habil dengan elegan, ia tidak melirik sama sekali wanita yang menatapnya tajam sedari ia membuka ruangan Habil ini. Tak berselang lama Marko datang menghadap Habil sedangkan Mila duduk manis di sofa seraya membuka wadah makanan yang ia bawa dan ia masak sendiri.


"apa ada sesuatu?" tanya Marko


"jelaskan secara detail apa yang hendak nona Maria ini tanyakan, karna proposal itu banyak dari idemu dan jangan ganggu aku akan makan siang" ucap Habil tegas


Marko menunduk mengerti dan menggiring Maria agar mengikutinya keluar, Habil memang orang yang santai tanpa emosi tapi bukan berarti siapapun bisa seenaknya keluar masuk ruangannya tanpa alasan dan keperluan yang jelas. Dengan beratvhati Maria meninggalkan ruangan besar itu dengan tangan terkepal.


"apa yang kau bawa sayang" ucap Habil


"Mila bawa makanan lokal, Mila masak sup dan udang asam manis mas tinggal pilih mau yang mana" ucap Mila menjelaskan apa yang ia bawa


"apa ini?" tanya Habil menunjuk wadah kecil


"ini bacem tempe, mas belum pernah?"


"kalai tempe sudah tapi apa tadi,, ba,, bacem, apa itu?" tanya Habil lagi


"ya, ini bacem dengan bumbu berbeda coba ini harum" ucap Mila menusuk dengan garpu dan menyodorkan kepada Habil yang dengan senang hati menerima

__ADS_1


"enak, mas suka nasi nya jangan banyak-banyak" ucap Habil


Mila mulai menyendok nasi, karna tahu kebiasaan Habil makan sedikit jadi Mila membawa nasi tidak terlalu banyak, tapi ternyata ia salah kali ini Habil dengan lahap memakan nasi dan udang masakan Mila, Mila dengan telaten menyuapi Habil yang seperti anak kecil.


"mas ini jatahku, nasi mas sudah Habil" ucap Mila mengingatkan


"minta punyamu sedikit" balas Habil enteng


'apa-apaan ini' batin Mila padahal Habil tahu Mila terbiasa makan banyak, menurut pandangan Habil ya Mila makannya banyak karna Habil memang makan dengan porsi sedikit.


"ya sudah" Mila mulai membagi nasi miliknya, benar saja nasi beserta lauknya tandas tak tersisa


"ya ampun mas kekenyangan" ucap Habil bersandar, Mila terkekeh melihat Habil sekarang giliran Mila yang makan, ia makan dengan tenang. Setelah selesai Mila membereskan wadah makanan itu.


"wanita tadi siapa mas?" tanya Mila


"sekertaris kolega mas"


"tapi Mila lihat mas tidak suka akan kedatangannya?" tanya Mila lagi


"kamu tahu dari mana"

__ADS_1


"sangat kelihatan mas, dan sepertinya ada sesuatu dengan wanita itu?"


"kamu cemburu" ucap Habil tanpa menjawab pertanyaan Mila


"tidak" jawab Mila singkat menarik perasaan Habil yang berharap Mila mengatakan itu


"kenapa tidak cemburu?" tanya Habil heran


"kita belum menikah mas, aku tidak berhak karna aku dan mas belum sama-sama terikat, dan masasih berhak jika dekat dengan siapapun" tegas Mila


"kalau sudah menikah?" tanya Habil


"ya itu berbeda, mas akan tahu watak asli ku jika kita sudah bersama. Jadi apa di kulkas itu sudah ada ice cream nya?" tanya Mila karna setelah makan ia belum memakan pencuci mulutnya


Habil terkekeh, disaat seperti ini Mila masih ingat dengan dessert dan makanan kecil lainnya.


"ada kamu lihat sendiri, tapi ingat jangan berlebihan nanti sakit karna minggu depan kamu akan jadi milik mas seutuhnya" ucap Habil tersenyum penuh arti


Mila hanya memutar bola matanya malas, sebulan ini ia selalu mendapat doktrin dari Habil.


🌹

__ADS_1


🌹


🌹**


__ADS_2