
********
Sudah tiga hari Bu Laila dirawat di rumah sakit yang sama dengan Mila yang waktu itu sakit.
Bu Laila sudah sadar tapi belum tahu dia berada dimana, bertanya pun ia enggan karna kepala nya masih pusing.
Mila dengan setia menemani sang ibu yang terbaring lemah.
Dokter mengatakan penyakit sang ibu hanya asam lambung akut, kurang darah, dan vertigo.
Maka dari itu sang ibu merasa dunia berputar dan tak mampu beranjak dari tempat tidur.
"Mila keluar sebentar bun" ucap Mila krpada ibu yang terlelap.
Mila berjalan menyusuri lorong rumah sakit itu, tanpa sengaja Mila melihat Hana dan Hani baru memasuki rumah sakit itu.
Twins pun melihat Mila dan langsung menyapanya , mereka bergantian memeluk Mila dengan wajah sendu di buat-buat , serasa dimana ada kesempatan mereka selalu meloww.
"kenapa gadis cantik, mengapa menangis?" tanya Mila
"kakak mamah kami masuk rumah sakit , kami sedih kak" jawab Hana
sementara Hani dengan jari terampilnya mengetik pesan kepada sang ibu ,,tahu lah apa isinya ratu drama π.
__ADS_1
"kakak juga , bunda kakak dirawat disini tapi sudah lumayan keadaan nya" balas Mila
"kakak tidak mau melihat mamah , mamah pasti senang" ucap Hani
"iya kak , ayoo!!" sambung Hana
Mila pun berlalu mengikuti langakah mereka, ia juga penasaran keadaan sang nyonya besar itu.
Mereka sampai di depan pintu VVIP itu dan langsung membuka nya.
Dilihat sang ibu dengan wajah pucat , twins p**un sampai terkejut (padahal kan mereka yang kode ya**).
"mamah" ucap Mila memeluk bu Maryam
"Mila tak sengaja melihat twins ma, bunda Mila juga dirawat disini kok ma"
"mamah pucat sekali , mamah sakit apa" tanya Mila
"mamah cuma sakit fikiran nak" jawab bu Maryam
"apa yang mamah fikirkan ma?" balas Mila
"mamah memikirkan Habil yang belum juga mau menikah nak" ucap bu Maryam di buat-buat
__ADS_1
"mamah ini , begitu saja difikirkan lihat mamah sekarang jadi seperti ini , mamah harus sehat sekarang kan bukan zaman Siti Nurbaya mah, banyak kok orang yang menikah di usia tua" jawab Mila terkekeh mendengar alasan bu Maryam sampai dia terbaring sakit.
Habil yang hendak menjemput sang ibu karna sudah di perbolehkan pulang pun sudah sampai di depan pitu kamar dan membukanya.
Betapa terkejutnya Habil melihat kondisi sang ibu yang tampak pucat, sangat pucat.
Habil pun setengah berlari menghampiri bangkar sang ibu , twins yang melihat pun menjadi was-was takut ketahuan sang kakak bahwa mereka bertiga sedang berbohong.
"mamah , sakit lagi ya mah , kenapa pucat begini tadi pagi kan sudah baik-baik saja mah"
Bu Maryam hanya tercengang ia tak menyangka anaknya akan datang sepcepat ini.
"Habil panggil dokter lagi ya mamah tunggu sebentar" ucap Habil dan bergegas keluar dan menemui dokter
Mila pun tak kalah terkejut betapa Habil sangat mencemaskan sang ibu, tapi yang difikiran Mila mengapa pak Sultan santai saja seperti tak merasa khawatir.
"pah , susul Habil mengapa diam saja" ucap bu Maryam
"ini kan ulah kalian kenapa papah yang harus repot" jawab pak Sultan santai
Mila hanya menyimak drama ini , dia juga bingung bu Maryam terlihat bugar seperyi tidak sakit seperti tadi , sedangkan twins diam seperti patung.
β¦β¦β¦β¦β¦β¦β¦
__ADS_1