Istriku Penyanyi Malam

Istriku Penyanyi Malam
Bab 15 Kegaduhan twins


__ADS_3

**********


**Hari berlalu kesibukkan seolah tak ada henti nya. Twins yang sibuk menyambut hari libur mereka hendak mengajak abang nya ke mall.


Habil yang sedang bersantai di pinggiran kolam renang pun terkejut saat twins berteriak di samping telinganya.


"kenapa berteriak ha !!!!! seperti di hutan saja " bentak Habil kepada twins


"abang yang tak mendengar kami , dari tadi kami panggil-panggil abang dari sana" jelas Hani tak mau kalah sambil menunjuk pintu kaca.


"iya kenapa abang yang marah seharusnya kan kami yang marah" sambung Hana dengan wajah yang ditekuk


"mau apa memang nya?" tanya Habil datar


"antar kami ke mall ya,,, bang" ucap Hana antusias


"abang repot lain kali saja" jawab Habil masih bersandar santai di kursi santai nya


"ya sudah kami bawa mobil sendiri kalau abang gak mau , ya kan Na" jawab Hani menggunakan ancaman nya , karna tak mungkin abang nya membiarkan mereka menyetir sendirian walaupun mereka sudah mahir berkendara.


Di angguki Hana dan mereka hendak meninggalkan abang nya , mereka terhenti mendengar abang nya membuka suara.


"tunggu abang salin sebentar" jawab Habil singkat , ia menggerutui adik nya mengapa tak mengerti bahwa abang nya juga butuh waktu istirahat.


Hana dan Hani pun tersenyum penuh kemenangan. Mereka berjalan menunggu abang nya di depan rumah. Mereka menunggu dan bermain ponsel karna bosan.


"mana sih abang ini kenapa lama sekali, sudah 15 menit loh " ucap Hani kesal


"iya abang seperti wanita yang hendak bertemu kekasih nya saja ya Ni " sambung Hana


Tak lama kemudian abang nya datang mengenakan jaket levi's dan celana jeans standar dengan sepatu sport , sangat tampan itulah kata yang tepat untuk Habil , tak lupa Habil memakai topi dan kaca mata hitam.


"pantas saja lama Ni lihat abang kita tampan sekali ya" bisik Hana


"tapi lama nyebelin" jawab Hani berbisik juga.


"jadi gak sih kenapa gak masuk mobil apa mau disitu saja ha!!!!" seru Habil melihat twins hanya mematung.


Mereka langsung masuk mobil tergesa-gesa. Sesampai nya di mall mereka keluar mobil,


"abang mau ikut apa disini?" tanya twins


"memang nya abang ini sopir kalian apa" ketus Habil


"ihhh abang ini sensi sekali seperti wanita sedang pms saja" seloroh Hana langsung dapat tatapan tajam dari sang kakak.

__ADS_1


"apa kalian sudah habis masa hukuman nya , kenapa mamah mengizinkan kalian keluar?" tanya Habil menyelidik.


"abang jangan salah paham ,, kami keluar tak cuma-cuma bang, kami menukar hukuman hari ini dengan mencuci pakaian kami dengan tangan bang tak pakai laundry selama seminggu" ucap Hana


"apa ada begitu" tanya Habil tak habis fiKIir dengan kedua adik nya,


"iya bang tanya saja pada mamah kalau tak percaya" sambung Hani


"harus nya kalian ini di pukul pakai rotan supaya kalian kapok" jawab Habil menanggapi kedua adik nya.


"abang itu kekerasan tak boleh seperti itu ,, abang seperti nya ingin sekali hukuman itu, dikurung sebulan pun kami sudah tersiksa bang" ucap Hani antusias


"iya memang tangan abang gatal sekali ingin mencambuk kalian " ucap Habil menakuti adik-adik nya.


Mereka terdiam takut jika abang nya benar ingin memukul mereka.


Mereka berjalan di depan sedangkan Habil berjalan di belakang. Jika hari libur seperti ini Habil memilih mengawal twins kalau mereka ingin keluar seperti sekarang ini , Habil tak melepas pengawasan lepada adik nya , jika ia tak bisa maka pengawal lah yang akan mendampingi mereka.


Habil melepas masker nya ketika twins sampai di toko jam. Lama berkeliling membuat geram sebab tak satupun yang mereka ambil.


"apa sudah dapat , kalian sudah beberapa kali berpindah toko tapi taka ada satupun yang kalian beli" ucap Habil emosi.


"kami bingung bang " ucap twins yang juga sudah lelah


"ini bukan buat kami bang " jawab Hana


"lalu " tanya Habil lagi


"buat kak Mila bang ,, kami ingin memberi nya hadiah" ucap Hana sambil melihat-lihat etalase itu sedangkan Hani asyik memilih jam tangan.


Habil kaget dengan penjelasan adik nya mengapa tidak ibu nya tidak adik nya memikirkan gadis itu.


"ya sudah apa sudah dipilih" tanya Habil


"belum bang kami bingung , kalau baju sudah pasaran bang , tas juga jadi apa jam tangan saja ya" tanya Hani membuka suara meminta pendapat abang nya


"terserah" ucap Habil singkat


"benar bang terserah" tanya Hana yang mulai iseng,


"kalau gitu abang saja yang kami bungkus"ucap Hani


"kau kira abang ini apa ha!!!!" seru Habil


"cepat pilih kita akan pulang" lanjut Habil kesal kepada adik nya yang sembarangan berkata

__ADS_1


"bantuin dong bang yang mana yang cocok kan kami bingung" pancing Hana


Habil pun menurut ia memilikan jam tangan berwarna hitam putih yang sangat manis.


"ini saja mungkin akan manis jika dipakai nya" ucap Habil tak sadar twins mulai tersenyum penuh arti.


Habil melihat kedua adiknya tersenyum mengejek pun jadi salah tingkah, ia juga tak sadar berbicara seperti itu.


"sudah bayar sana , kalian yang mau ngasih masa pakai uang abang" ucap Habil menutupi kecanggungan nya.


"siapa juga yang minta abang bayar yeee,, kami juga punya uang" ucap kesal


Twins pun meminta jam itu di bungkus sangan manis, lalu membayar nya menggunaka ATM nya.


"totalnya tiga puluh lima juta rupiah mbak ," ucap kasir itu twins pun memberi card nya untuk di gesek.


Setelah dari toko itu twins merengek mengajak abang nya makan dulu baru pulang.


Habil pun menuruti nya , Habil membuka masker dan kaca mata nya.


Mereka memesan makanan dan sambil menunggu mereka larut dalam ponsel masing-masing.


Sampai suara sapaan terdengar spontan mereka melihat sumber suara itu.


"Habil kamu disini sama siapa" tanya Maria


'huh ,,,, cantik-cantik rabun tak lihat apa ada kami disini' batin twins tak suka dengan teman abang nya itu.


"dengan adikku" jawab Habil singkat


Maria adalah teman seangkatan saat kuliah dulu , mereka memang sering bertemu apalagi perusahaam Habil dan perusahaan bos Maria terikat kontrak kerja sama. Maria adalah sekertaris di perusahaan itu.


"boleh gabung" ucap Maria minta izin dengan twins


"maaf kak kami gak bisa , karna pesan calon kakak ipar kami bahwa kami harus menjaga abang jangan dekat-dekat dengan wanita asing" jawab Hana bersandiwara


Wajah Maria memerah mendengar penjelasan twins , setahu Maria Habil tak pernah dekat dengan wanita selain dirinya , itu menurut nya padahal jelas-jelas dia yang mendekati Habil.


Sementara Habil santai menanggapi ucapan adik nya ia tak emosi dan marah.


"ya sudah kalau begitu , duluan ya Bil sampai jumpa lagi" ucap Maria pada Habil dengan tak tahu malu nya.


Habil hanya menanggapi dengan anggukan kecil, twins sangat tak suka melihat Maria yang menurut mereka sangat agresif padahal kakak nya tak menanggapi nya** .


**********

__ADS_1


__ADS_2