
**๐น๐น๐น๐น๐น
Kedua wanita paruh baya itu seolah menuli, Mila yang sejak tadi mencoba menjelaskan pun tidak di gubris alhasil Mila diam karna lelah. Ketika mobil yang di naikinya sampai di parkiran mereka turun, Mila seperti kerbau di cucuk hidungnya percuma menjelaskan apapu belum lagi efek muntah tadi masih terasa.
Tanpa aba-aba dua wanita itu memasuki poli kandungan, Mila heran mengapa dia di bawa ke poli kandungan.
"Fika!!" ucap Maryam menyapa rekannya, beruntung mereka datang lumayan pagi
"Maryam, Laila silahkan" balas dokter Fika ramah menyapa kawan lamanya
"periksa anakku tadi dia muntah-muntah" ucap Maryam seolah-olah Mila anak kandung nya, sedangkan Laila memilih diam karna ia juga khawatir
"memangnyaโฆโฆ
ucapan dokter Fika di sela Maryam karna tak sabaran
"tanya-tanya nya nanti saja, sekarang periksa anakku!" ucap Maryam tak sabaran
"selalu saja" ucap dokter Fika mendengus kesal
__ADS_1
Dokter Fika membawa Mila ke ruangan yang di tutup tirai. Fika yang heran mengapa Maryam mengaku Mila ini anaknya, karna setahu Fika abak perempuan Maryam kembar. Pertanyaan itu ia simpan dalam hati, tugasnya sekarang memeriksa Mila sebelum singa betina di luar itu mengeluarkan taringnya.
"barbaringlah" ucap Fika lembut, Mila menurut saja tentu tak ada yang di khawatirkan Mila
Setelah memeriksa tak ada tanda-tanda kehamilan, Fika berpikir bahwa Maryam khawarir anak gadisnya tidak perawan sehingga ia memeriksa bagian dalam Mila.
"maaf, bisa buka **********" ucap Fika lembut, Mila sungkan hingga dokter Fika mengerti
"tak usah malu hanya sebentar" sambung Fika
Mila menurut walaupun wajahnya sudah seperti udang rebus menahan malu, suaminya yang sudah satu bulan saja belum pernah melihatnya.
"jadi bagaimana, sudah berapa bulan!" seru Maryam
"apa kandungan anakku baik-baik saja??!" sambung Laila, Mila yang mendengar itu menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya
"ehm,, jadi bagini kalian tal usah khawatir, tak ada yang perlu di khawatirkan karna selaput dara anak gadis kalian aman, Mila tidak hamil dia masih suci alias perawan, jangan khawatir anakmu menjaga kesuciannya" ucap dokter itu santai, tetapi tidak dengan kedua wanita yang berusia sama dengannya.
Dengan tampang bodohnya mereka berdua saling menatap lalu menatap Mila yang sudah kaku dab menunduk.
__ADS_1
"apa kau bilang, anakku masih perawan! apa kau tak salah Fika!!" ucap Maryam
"yah, kalian tenang saja dia masih perawan ting ting, jangan risau kenapa kalian terlihat tak senang?" tanya Fika bingung menatap kedua teman anehnya itu
"baiklah, terima kasih" ucap Laila dan keluar membawa Mila yang masih tak mau menatap para ibunya itu.
"hei, kalaian tak mau mengundangku minum teh!" seru Fika ketika ditinggal begitu saja tanpa sepatah katapun
"seharusnya senang anak masih aman, zaman sekarang susah mempercayai anak dasar aneh" sambubg Fika
Sedangkan di mobil ketiga wanita itu masih diam tak ada yang memulai percakapan seperti biasanya, kali ini Maryam yang mengendarai sedikit kesetanan, dan Mila heran mengapa bukan ke arah kediaman Mila.
Mila tersadar saat mobil yang mereka tumpangi masuk area parkir kantor, Mila terkejut entah mengapa perasaannya jadi tidak enak.
Tanpa aba-aba kedua wanita itu masuk ke kantor dengan Mila yang juga terburu-buru mengikuti di belakangnya.
Sampai didalam kebetulan Marko baru saja keluar dari lift, mereka paham siapa yang menerobos masuk yaitu nyonya besar ibu dari pendiri HL group.
โฆโฆโฆ
__ADS_1
๐น๐น๐น๐น๐น๐น**