
**๐น๐น๐น๐น
Malam itu kediaman Diego terasa hangat, anak-anaknya berkumpul dan berbincang. Mila dan Leo sangat antusias menceritakan kejadian beberapa tahun silam hingga Dieho tahu bahwa Mila selesai kuliah dengan biaya sendiri, hal itu membuatnya bersedih seharusnya Mila tak perlu bekerja paruh waktu untuk biaya kuliahnya.
Sedangkan Leo pun tak kalah semangat ia berkata bahwa ia tak akan mengecewakan mereka ia berharap lulus dengan nilai tinggi dan membuat bangga kakak nya, mereka berdua memang sedekat itu maka dari itu tak ada kata dengki ataupun iri dalam diri Mila walaupun ia dulu susah.
Laila dan Diego masih menyimak anak mereka yang bergantian bercerita sampai suara dering ponsel Laila mengalihkan perhatiannya.
"haaโฆ
"gimana sih dari tadi di telpon juga!" ucap Maryam yang kesal karna baru di jawab
Laila memberikan ponselnya kepada suami nya karna ia tahu apa yang akan di bahas oleh sahabatnya itu.
"halo" ucap Diego tegas
"jadi bagaimana, jangan mentang-mentang sudah kumpul lalu kau amnesia ha!"
"apa maksudmu?" tanya Diego yang memang audah tahu maksudnya
"jangan pura-pura tepati janjimu aku sudah tidak sabar mau punya menantu"
__ADS_1
Sementara itu Mila juga ikut mendengarkan dan ia terkejut, sebenarnya tidak apa-apa jika hububungannya dengan Habil paksakan tapi Habil pun belum ada omongan pada Mila sehingga Mila sendiri bimbang. Karna orang tua Mila tidak menjawab Mila yang mengambil alih ponselnya dan Laila tersenyum puas bisa mengerjai temannya.
"mamah" ucap Mila lembut
"loh sayang ini kamu, mana ayahmu?" tanya Maryam
"mamah jangan paksakan ya mah, Mila sih tak apa mah tapi mamah juga harus mengerti perasaan mas Habil kasihan kan mah" ucap Mila lembut
"jadi kalau Habil mau kamu mau ya?" tanya Maryam
'waduh konsepnya kan bukan gitu, kenapa nyambung nya kesitu lagi'
"i,,iya mah iya taoi jangan paksa ya mah"
"ya sudah nanti mamah bilang sama si Habil itu tu masa ada wanita secantik kamu diam-diam aja, ya sudah kalau gitu mamah mau telpon Habil dulu ya daaaa!!" pungkas bu Maryam
Mila menarik napas dan melihat ke orang tuanya
"ayah nggak ikutan loh" ucap Diego yang tahu tatapan menuntut sang anak
"kalau Habil serius apa salahnya sayang" ucao Laila
__ADS_1
"iya kak Leo setuju!!" sambung Leo
"kamu ini ikut-ikutan aja, kayak nya kamu cs bener ya sama mas Habil " ucap Mila sinis
"tapi kalau Habil dekatin kamu gimana?" tanya Diego
"Mila bukan remaja lagi yah, Mila nggak mau pacar-pacaran bukan waktunya lagi" jawab Mila
"nah, bagus dong kalau gitu sekarang tidur lah, jadi kan tidur bareng" tanta Laila karna mereka janji jika malam ini merrka tidur bersama
Mila dan Leo masuk ke kamar orangtuanya malam ini merrka tidur bersama, seperti waktu dulu di kampung merrka sering tidur bersama.
Laila dan Diego merasa haru dengan suasana ini setelah melewati beberapa tahun terpisah akhirnya mereka bersatu kembali.
Sedangkan Diego masih berpikir bagaimana caranya agar istrinya mau menemui orang tuanya mengingat keadaan mereka sudah sakit-sakitan, tetapi Laila selalu saja bilang belum siap dan belum siap jika mengingat yang sudah-sudah memang sakit tapi sekarang semua sudah berubah, yang di pikiran Diego adalah ia sudah kembali bersama**.
*
*
*
__ADS_1