Istriku Penyanyi Malam

Istriku Penyanyi Malam
Bab 20 Memang Menarik


__ADS_3

*********


**Melihat keseruan kedua adiknya yang berbincang santai hati Habil menghangat , sedari tadi Habil hanya menyimak pembicaraan mereka sesekali mereka tertawa lepas.


'memang menarik' gumam Habil memalingkan wajah nya tak mau berlama-lama menatap wajah ayu itu.


Kemudian twins meraih tas didekat abang nya.


Mereka mengambil kotak yang masih terbungkus rapi itu. Mila yang melihat itu pun bertanya-tanya mengapa mereka menatap kearah nya.


"kak ini untuk kakak sebagai tanda permintaan maaf kami" ucap twins menundukkan kepala nya


"kalian ini apa-apaan kakak sudah memaafkan sejak lama mengapa masih di bahas" balas Mila tak enak jika ia menerima pemberian itu.


"terimalah kak ,kalau kakak tak menerimanya berarti kakak belum memaafkan kami" ucap Hana kekeh


Mila tampak berfikir , Habil pun melihat gelagat Mila yang tak enak hati akhirnya Habil pun buka suara.


"terimalah adik-adikku sudah menunggumu sejak lama" ucap Habil terdengar seperti perintah bukan permintaan.


Mila pun menerima kotak kecil itu dan tersenyum kepada twins, seolah ia mempunyai adik perempuan yang sangat manis.


"baiklah terima kasih sudah merepotkan kalian twins" ucap Mila menggenggam tangan kedua saudara kembar itu


"baiklah karna sudah selesai mari kita pulang abang ada pertemuan di kantor" ajak Habil kepada adik-adiknya.


Akhirnya mereka pun berpamitan kepada Mila , tak lupa twins memeluk Mila dengan tulus.


"kak aku lupa , tadi mamah pesan minggu depan mamah mengundang kakak untuk makan malam" ucap Hani dan ucapan itu mampu di dengar Habil.


"insya Allah ya cantik " ucap Mila


"mamah tak menerima penolakan loh kak"ucap Hana


"nanti abang yang jemput kakak ,kakak tinggal menghubungi abang saja" sambung Hana


Mila hanya termangu mendengar ucapan ywins seolah tak ada beban.


Mila hanya menanggapi dengan tersenyum dan mengangguk. Mila tak menyangka keluarga kaya raya dari kalangan atas mau berteman dengan nya.


Mereka pun pergi meninggalkan kontrakan Mila.

__ADS_1


"kalau abang kalian ramah dan seru seperti kalian aku dengan senang hati menerima undangan mamah huhhhhh ,,,," Mila menarik napas panjang , ia tak bisa membayangkan satu mobil dengan pria itu, gumam Mila melangkah masuk.


Mila kembali melirik kotak kecil yang di berikan kepada nya tadi.


"apa ini" gumam Mila penasaran.


Mila mulai membuka kotak itu perlahan ,, setelah bungkus itu di buka nampak lah kotak hitam pekat yang tak dapat di terawang.


Mila membuka perlahan, alangkah terkejutnya Mila melihat jam tangan yang sangat cantik.


Mila tahu ini bukan jam tangan murah tangan nya pun gemetar memegang jam itu. Untuk membeli jam tangan dengan harga tiga ratus ribu saja dia uring-uringan. Dan sekarang yang ia pegang bernilai puluhan juta alangkah shock nya Mila sampai ia lemas dan terduduk.


"bagaimana aku bisa menerima jam ini" gumam Mila


Akhirnya ia memutuskan menghubungi Habil , Mila pun merutuki kebodohannya karna tak meminta nomor twins tadi.


Mila pun mulai mengetik pesan.


"mas maaf , apa hadiah ini tidak berlebihan?" tanya Mila


Lama tak ada jawaban Mila pun kembali memandangi jam indah tersebut.


"apa kalian dengan mudah membuang uang dan memberikan kepada orang yang baru dikenal" gumam Mila dengan mata yang teeus memandangi jam cantik itu.


"terima saja itu pemberian adikku mereka akan kecewa kalau kau tak menerimanya." balas Habil jelas dan singkat.


Melihat balasan dari Habil Mila menyimpulkan bahwa mereka tak menerima penolakan.


"baiklah ini rezeky ku , akan kuterima dan ku rawat dengan baik" ucap Mila berbicara sendiri


"kalau dijual bisa buat beli ladang di kampung oh,,, sayang nya ini kan pemberian orang mengapa aku mata duitan sekali" sambungnya masih belum melepaskan jam itu.


"Baiklah karna kau barang mahal aku tak kan memakai mu sembarangan , aku akan memakai untuk makan malam bersama mereka saja" ucap Mila berbicara pada jam itu seolah jam itu mendengar nya.


******


Sementara itu di kediaman Dewanto **twins sedang berbincang dengan ibu nya ,ia melaporkan tentang apa yang ia bicarakan serta misi mengundang Mila makan malam dan Mila menerima , semu mereka ceritakan tanpa ada yang terlewat.


Bu Maryam sangat puas dengan laporan sang anak yang sangat antusias dan berebut untuk menceritakan kepada nya. Sedang kan suami nya tadi ikut dengan Habil ke kantor karna ada irusan mendesak dan mengharuskan suami nya , walaupun suami nya sudah mempensiunkan dirinya.


"jadi mah malam minggu kak Mila akan datang kesini" ucap Hana antusias.

__ADS_1


Entah mengapa anak-anak nya sangat menyukai gadis itu. Mereka seolah sudah mengenal lama.


"kami juga menyuruh abang menjemput kak Mila mah" sambung Hani.


"baiklah , kalian sudah sangat pandai menjalankan misi ini , sekarang kalian bersiap kalian kuliah siang kan" ucap bu Maryam


Mereka mengangguk dan bersiap sedangkan bu Maryam masih terpaku dengan khayalan nya sendiri.


"apa mungkin ini doa ku yang selalu kupanjatkan padamu Ya Tuhan" gumam bu Maryam


"semoga kamu mau membuka hati mu Bil , mamah sangat khawatir dan ketakutan jika kamu tidak tertarik pada wanita" sambung bu Maryam yang fikirannya sudah mulai melenceng jauh, karna sang anak tak kunjung membuka hati nya.


Tak apalah ia berkorban sedikit demi anak nya , ia telah menyiapkan berbagai rencana agar Habil mau mendekati gadis itu.


Karna bu Maryam yakin cinta datang karna terbiasa. Pepatah itulah yang membuat ia yakin dan ia akan sedikit memaksa Habil.


Jika ini berhasil dan Habil sampai menikah ia berjanji akan membuat acara sedekahan bersama di panti asuhan sebagai rasa syukur nya.


Bu Maryam akan menyelesaikan tantangan ini dalam waktu dua bulan agar Habil bersedia menikah dengan Mila.


Dua bulan bukan waktu yang sebentar menurut bu Maryam ,mungkin dengan waktu itu mereka bisa memulai pendekatan terhitung dari makan malam nanti.


Rasanya bu Maryam tak sabar untuk malam minggu nanti , ia terhanyut dalam khayalan nya sampai ia tertidur di sofa.


Bu Maryam tertidur dengan posisi duduk.


Entah berapa lama ia tertidur , para maid pun tak ada yang berani membangunkan majikan nya itu.


Sampai sang suami tiba bu Maryam masih terlihat nyenyak dengan tidurnya tapi badan nya gelisah ,hingga sang suami membangunkan nya dengan kuat tiba-tiba……


"Laila!!!!!" teriak bu Maryam sampai terdengar oleh penghuni rumah.


"kenapa mah ,, istighfar mah " ucap pak Sultan sambil mengelap peluh yang bercucuran di dahi sang istri.


Pak Sultan dapat menyimpulkan bahwa sang istri bermimpi buruk.


"kenapa mamah tidur disini , nanti badannya sakit mah" ucap pak Sultan dengan penuh perhatian.


"mamah memimpikan Laila pah, mamah takut pah " jawab bu Maryam dengan air mata yang sudah hampir tumpah.


Pak Sultan memeluk sang istri dan menuntunnya masuk kedalan kamar nya agar lebih leluasa bercerita**.

__ADS_1


*******


__ADS_2