Istriku Penyanyi Malam

Istriku Penyanyi Malam
Bab 43 -1 HL Group


__ADS_3

****


**Mila melangkah menuju apartemen dengan gontai, hari ini lumayan lelah karna hanya 2 orang yang mengisi panggung. Sedangkan Rio entah sudah berapa hari absen, sehingga Mila dan satu temannya kewalahan.


Mila masuk ke kamarnya berbaring merilekskan diri rasanya sudah tak sanggup hanya untuk mandi saja. Dengan berat hati ia beranjak dari ranjangnya, Mila menanggalkan pakaiannya dan masuk ke dalam bath up berendam air hangat pasti akan membuat tubuhnya rileks.


Mila keluar dari kamar mandi dan hendak memakai piyama sexy nya, kebiasaan Mila jika ia tidur tak memakai bra dan memakai baju tidur kurang bahan karna Mila nyaman dengan itu.


Mila menatap kotak besar di atas meja rias nya, Mila bingung jika bukan kepunyaannya mustahil ada di dalam kamarnya.


Mila melihat kertas yang terselip di tali pita itu dan membacanya. Mila membuka kotak itu dengan senyum mengembang ternyata kotak itu dari bu Maryam, ia teringat akan janji siang tadi. Betapa terkejutnya Mila melihat gaun hitam tanpa lengan dengan blazer bulu warna merah menyala.


"ya ampun, cantik sekali tapi sexy sekali gaun ini" Mila di buat menganga dengan merk gaun ini berinisial "C" (CATOK) barangkali merk nya yah πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


Mila menatap kagum baju itu ia meraba bahan halus nan lembut, ia juga melihat kertas yang bertuliskan 'dandan yang cantik sayang, gaun cantik untuk Mila yang cantik' Mila yang membaca note itu bersemu merah mungkinkah ia akan menemani Habil besok malam.


Tak hanya itu di bawah baju itu ada kalung sepasang dengan anting nya, kalung dengan bandul merah delima itu sangat cantik dan elegan Mila menatap penuh kagum barang mahal itu, Mila yang penasaran pun mengambil ponsel nya dan menghubungi bu Maryam.


"maaf mah Mila telpon malam-malam, apa gaun ini dari mamah??" tanya Mila


"iya sayang, apa kamu suka?" ucap bi Maryam kembali bertanya

__ADS_1


"terima kasih ma Mila sangat suka, tapi ada perhiasan satu set mah apa punya mamah tertinggal?"


"itu punya kamu sayang jangan lupa di pakai ya, oh ya ,, besok malam Habil yang jemput ya kamu tunggu jam 8 malam oke"


"apa tak berlebihan mah Mila malu menerima perhiasan ini, gaun saja cukup mah" ucap Mila tak enak hati


"sayang kamu jangan sungkan, kamu juga seperti putri mamah, terima dan pakai oke sayang besok mamah kirim MUA untuk merias bagaimana?"


"Mila dandan sendiri saja mah mamah jangan risau, baiklah terima kasih mah selamat malam"


"malam sayang"


sambungan terputus Mila menatap kotak perhiasan itu penuh kagum


***


Keesokan hari nya Mila bersantai dengan Leo dan bundanya berbincang hangat di ruang tv, Leo sangat antusias bercerita tentang kedatangannya pertama kali di kampus, Mila menyimak sesekali tertawa mendengar celoteh sang adik.


"coba ayah masih ada ya" Mila berkata dengan sendu


bu Laila pun menoleh kearah Mila dengan tatapan sendu

__ADS_1


'ayah kalian masih hidup, tapi bunda bingung bagaimana cara menyampaikan pada kalian' gumam bu Laila dalam hati


……


Sementara di kediaman Dewanto mereka berbincang santai membahas pesta malam ini, dalam pesta ini twins lah yang paling heboh karna ia tidak di beri izin untuk ikut.


"mah kami ikut ya" ucap Hana penuh permohonan


"sayang , kalian tak boleh ikut belum saat nya kalian mengikuti acara seperti ini" jawab bu Maryam lembut


twins memang belum di publis di kantor Habil ataupun kantor Dewanto itu semua demi keamanan sikembar, didunia bisnis tidak menutup kemungkinan bahaya mengintai keluarga mereka dikenal dunia tentu ada untung dan rugi nya, mereka antisipasi jika musuh dari dunia bisnis akan mengganggu dan mengancam keselamatan.


"pah acara di kantor papah apa akan di rayakan juga ?" tanya Habil


"ya tentu dong masa kalah sama perusahaan kamu bil" bu Maryam yang menjawab


perayaan di perusahaan Habil memang 2 minggu lebih cepat daripada di perusahaan ayah nya , hanya telat 2 minggu jadi dalam bulan yang sama mereka merayakan pesta 2 perusahaan.


Perusahaan yang di bangun Habil bergerak si bidang teknologi, sedangkan perusahaan orang tua Habil bergerak di bidang property.


"nanti malam jangan lupa jemput Mila jam 8, ingat jangan sampai telat!" ucap bu Maryam

__ADS_1


Habil hanya mengangguk saja bahkan sedah sebulan mendengar peringatan ibunya**.……


………………


__ADS_2