Istriku Penyanyi Malam

Istriku Penyanyi Malam
Bab 63


__ADS_3

**πŸ’•πŸ’•πŸ’•


Malam semakin kelam tapi acara itu masih berlangsung tak semenitpun Habil meniggalkan Mila, Habil yang berada disisi Mila percayalah ia sedang merangkai kata-kata untuk Mila.


Habil mendapatkan mandat untuk menyampaikan kepada Mila bahwa sang ayah masih hidup, Habil sudah mengetahui dan memang ikut andil dalam rencana ini.


Habil sesekali berbincang dengan koleganya begitu pun Mila yang setia nampak seperti sepasang kekasih, wajah Mila nan ayu tak hayal menjadi ikon lirikan para pria akan tetapi tak ada yang berani nengajak berbincang lebih kala melihat tangan Habil yang tak lepas dari pingng ramping Mila. Sesekali Habil mendecah kesal karna ia salah memilihkan gaun untuk Mila malam ini.


"huft,, maafkan mas ya, mas salah memberikan gaun itu padamu" ucap Habil penuh penyesalan


"memangnya kenapa mas ini bagus kok" balas Mila ia memang sudah terbiasa berpakaian seksi mengingat ia bekerja sebagai penyanyi


"itu terlalu terbuka, mas salah pilih lihatlah mata lelaki itu"


"tak apa mas Mila paham mas kan pria Mila sudah berterima kasih"


mereka berbincang santai tapi Mila heran keman bundanya dan ibu Habil seusai menyapa Mila tadi ia tak melihat orang tua Habil lagi.

__ADS_1


Mereka sedamg asik berbincang tiba-tiba kedatangan tamu tak diundang


"Habil kok kamu nggak gabung sama om Sultan disana?" tanya Maria yang tampil dengan full make up dan gaun merah darah super ketat dan terbuka hingga dua bongkahan itu seakan mau melompat keluar area


"aku menyapa yang lain" balas Habil singkat dan semakin mendekat dengan Mila yang sedang santai meminum minuman nya


"Bil kamu kok nggak ngabarin aku sih kalau om ngadain pesta, aku nggak tahu loh kalau nggak om ngundang Daddy ku" ucap Maria dengan suara di buat-buat


"itu bukan kendaliku" jawab Habil singkat ia pun berdiri dan mengulurkan tangan pada Mila, Mila bingung tapi dapat ia lihat dari bahasa tubuh wanita di depannya ini bahwa ia memiliki rasa dengan pria yang sekarang ini disisinya


Maria termenung ditinggalkan Habil dengan tangan yang terkepal 'awas saja wanita itu aku sudah lama mengejar Habil dari masa kuliah dan sekarang ia mbawa wanita di hadapanku' gumam Maria penuh amarah


Disisi lain Habil membawa Mila ketempat yang sedikit privat ia ingin berbincang tanpa ada yang mengganggu.


"kita duduk disini okey" ucap Habil


"nanti kalau mamah nyariin gimana, terus tadi bunda kesini tapi kok aku nggak lihat ya mas?"

__ADS_1


"Mila mas boleh tanya sesuatu?" ucap Habil hati-hati Mila hanya mengagguk tanda ia menyetujui


"kalau ayahmu masih ada bagaimana?" tanya Habil Mila termenung mendengar pertanyaan Habil sungguh ia tak ingin membahas itu


Habil yang menunggu tak kunjung mendapat jawaban akhirnya Habil membuka suara lagi


"maaf mas hanya ingin tahu saja"


"nggak apa-apa kok mas, mungkin mas penasaran ya" balas Mila. Mila menarik napas nya dan bercerita


"aku dan keluargaku sangat saling menyayangi mas, mas tanya begitu walaupun tak mungkin , tapi jika itu nyata aku sangat bahagia, ayah adalah cinta pertamaku" ucap Mila dengan pandangan yang menerawang mata nya tak lagi tahan jika membahas tentang sang ayah**……


*


*


*

__ADS_1


__ADS_2