
**💕💕💕💕
Mila mendengus mendengar pernyataan Habil, mengapa bundanya dan Leo selalu melebih-lebihkan hal itu, padahal Mila sendiri biasa saja. Parahnya lagi sang suami tidak memberitahukan perihal ini kepada Mila, membuat rumah tangga mereka menjadi rumit begini, apalagi Mila mendengar sang suami yang di gosipkan **gay.
"**Mila memang trauma mas, tapi itu dulu sewaktu Mila berada di Lampung" Mila menjeda ucapannya
"Mila dulu trauma karna terlalu serius melihat berita pelecehan, dan puncaknya temanku ada yang menjadi korban dia digilir 10 orang hingga temanku mengalami depresi lalu meninggal……
masalah Mila trauma, itu dulu tapi, bukan dengam semua pria mas, hanya pria yang tak kukenal saja, jika mereka ingin berkenalan maka aku pasti waspada berlebih hingga mereka mengangapku aneh.
Tapi sekarang Mila bersyukur sudah sembuh dan tidak cemas jika melihat pria asing lagi"
"jadi kamu sudah sembuh?" tanya Habil tercengang, selama satu bulan ini ia mati-matian menahan hasrat, tapi apa yang ia dapat ternyata sang istri sudah tidak mengalami trauma lagi. ITULAH PENTINGNYA KOMUNIKASI HABIL.
Mila hanya mengangguk dam tersenyum manis, Habil mengecup jemari lentik Mila yang sedari tadi ia genggam, sekarang ini giliran Mila yang penasaran akan apa yang ia dengar dari ibu Habil.
"mas, apa benar yang mama katakan tadi mengapa mereka menggosipi mu?" tanya Mila lirih takut menyinggung perasaan sang suami.
Habil menaikkan alisnya…
__ADS_1
"apa kau ingin mencobanya sayang" ucap Habil penuh arti
"bu,,, bukan begitu, hanya saja apa untungnya mereka membicarakan orang lain
"lidah manusia memang kejam sayang, dan ini masih dari sebagian kecil masih banyak yang akan terjadi bagi seorang pengusaha, apalagi mas akan mewakili negara ini ke London untuk bidang teknologi" tegas Habil.
Seorang pengusaha memang tak lepas dari incaran musuh, apalagi ia menjadi perwakilan negara untuk berjumpa dengan para pengusaha dan itu akan terjadi di kerajaan inggris.
"mas mendapat kepercayaan itu?" tanya Mila penuh binar dan rasa bangga
"ya, maka dari itu mas sering pulang telat, mas harus menyiapkan segala sesuatunya dari sekarang" ucap Habil
"tidak, mas akan membawamu hitung-hitung sekalian kita honeymoon sayang" ucap Habil
Mila hanya menunduk malu mendengar perkataan Habil yang mampu meremangkan bulu kuduknya. Heii Mila sudah dewasa, sudah sewajarnya jika ia berpikiran sedikit melenceng🙄.
"apa aku tidak mengganggu mas nanti" lirih Mila masih dengan tertunduk
"tentu saja tidak, mungkin kau bisa memberikan mas pijat plus-plus" ucap Habil mengoda, Mila semakin malu di buatnya.
__ADS_1
Habil mengangkat wajah Mila dengan telunjuknya, dilihat bibir sexy sang istri Habil majukan wajahnya hendak mencicipi bibir ranum yang menggoda itu, batu saja akan menempel sempurna tiba-tiba
Drrrrttt,,,,drrtttt,,
Habil memejamkab matanya menetralkan rasa yang mulai bergejolak di dalam tubuhnya, ketika sudah sedikit tenang Habil merogoh sakunya mengambil ponsel dan mengangkatnya, ternyata assisten Habil yakni Marko.
"hem……baiklah" ucap Habil singkat,
Sedangkan Mila hanya menoleh kesamping tak mau melihat sang suami karna malu,
"sayang, mas harus kembali ke kantor ada hal yang harus di selesaikan, apa kau mau ikut dengan mas?" tanya Habil
"apa boleh? Apa tidak mengganggu?" tanya Mila, sungguh ia bosan dirumah
"tentu saja tidak, kau bukan anak bayi yabg apa-apa harus di layani" balas Habil lembut
"gantilah pakaian, mas tunggu disini" pungkas Habil
Mila bergegas karba tak mau sang suami menunggu lama………
__ADS_1
💕💕💕💕💕**