
**πΉπΉπΉπΉπΉ
Mila yang bosan dirumah tentu senang saat sang suami mengajaknya ke kantor. Mila memakai rok jeans dan kemeja lengan panjang, tak lupa boots hitam yang sangat manis melekat di kaki jenjangnya.
Habil menghela napas pelan kala melihat tampilan sang istri yang menurutnya sexy. Di dalam mobil sesekali mereka menobrol dan bercanda, saat mobil mereka tiba di area parkir khusus, Mila mulai sibuk dengan masker dan kacamatanya Habil hanya menggeleng melihat tingkah istrinya yang begitu misterius sampai karyawannya pun tak pernah melihat wajah Mila sesungguhnya.
"kenapa di tutupi?" tanya Habil
"supaya nyaman, aku kurang suka di pandangi" jawab Mila singkat
"memang siapa yang mau memandangi mu?" tanya Habil remeh yerkesan menggoda, Mila yang melirik kearah Habil langsung menatapnya tajam.
"baiklah, ku buka dan tak kupakai lagi" ucap Mila ketus
Tangan yang hendak membuka masker seketika di cekal Habil dan menatap sang istri tajam.
__ADS_1
"jangan di buka,kita akan keluar sekarang" tekan Habil
"memang siapa yang mau melihat wajahku" ejek Mila mengikuti suara Habil yang kembali tersenyum mendengar itu.
"ayo, kita keluar" pungkas Habil, lalu ia menggenggam tangan sang istri penuh cinta.
Mereka yang memandang penuh iri, tapi apalah daya. Sebenarnya mereka penasaran akan wajah sang istri bos, pada saat resepsi itu Mila menutup wajahnya sehingga mereka kini hanya bisa menebak-nebak saja.
"ya Tuhan sisakan satu pria seperti pak bos" ucap karyawan wanita
"sayang, mas kerja dulu nanti setelah selesai mas akan temani kamu ok" ucap Habil, Mila hanya memutar bola matanya jelas-jelas mereka berdekatan, tetapi suami lebaynya itu berkata seolah-olah Mila jauh darinya.
"jangan memutar matamu, mas jadi tidak konsen nantinta" ucap Habil
"baik suamiku sayang, aku mengharap kau cepat selesai sehingga bisa menemaniku nanti" ketus Mila.
__ADS_1
Habil yang serius memeriksa datanya, tak lupa kacamata anti radiasi bertengger di hidung mancungnya, sesekali ia memijit pelipisnya entah apa yang membuatnya pusing. Mila yang menunggu akhirnya tertidur karna waktu sudah menunjukkan malam hari.
Habil yang mulai selesai melirik kilas ke sofa dimana sang istri tertidur, Habil merapikan segala perlangkapan kerjanya di meja dan menghampiri Mila.
Dibelainya pipi mulus sang istri, tak ada pergerakan dari Mila menandakan sang empunya terlelap, apalagi kejadian siang tadi menguras emosinya. Di usapnya bibir merah nan ranum itu, entah dorongan dari mana Habil mengecup bibir sang istri lembut. Sedang asik menyesap bibir merah delima itu, Marko masuk tanpa mengetuk membuat Habil mengeraskan rahangnya.
"ups,, maaf-maaf, aku tak melihat lanjutkan saja berciumannya" ucap Marko lalu berbalik pergi menjauh, Habil yang tidak pernah marah membuat Marko merinding kala tatapan Habil seakan menusuk jantungnya.
"bilang tidak melihat, tapi menyuruh melanjutkan ciuman dasar jomlo" gerutu Habil yang merasa terusik saat kesenangannya terganggu,
Habil seperti maling yang tertangkap basah, ia sendiri tersenyum samar kala meratapi tingkahnya yang memang seperti maling saatencium istrinya sendiri, tak lama kemudia ia mengangkat tubuh sang istri dan melangkah keluar ruangan menuju mobil nya.
Saat berpapasab dengan Marko, Habil tetap melangkah tak menghiraukan Marko.
"ternyata dia mencuri" gumam Marko lancang, ia tersenyum geli saat melihat Habil tadi yang sedikit terkejut akan kedatangannya.
__ADS_1
πΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉ**