
**πππππ
Pagi cerah ini adalah kali pertama untuk pasangan pengantin untuk sarapan berdua, sedangkan para keluarga kedua belah pihak sudah pulang ke kediaman masing-masing. Sedangkan sepasang pengantin baru ini rencananya setelah sarapan mereka langsung pulang.
Setelah sarapan mereka langsung pulang menuju kediaman Habil, entah seperti apa sekarang karna Mila hanya sekali melihat itupun belum siap.
Satu jam lamanya mereka berkendara akhirnya mereka tiba di sebuah gerbang menjulang dan hamparan hijau nan luas.
Mila tersenyum melihat mansion Habil, halaman dengan rumput hijau nan rapi belum lagi banyak mawar warna-warni bermekaran, tak hanya itu Mila melihat kolam dengan ikan berwarna-warni sungguh indah dan memanjakan mata.
"ayo, mati kita lihat" ucap Habil menggenggam tangan Mila, Mila hanya tersenyum lalu mengangguk.
"mas, taman ini indah sekali banyak mawarnya" ucap Mila antusias
"apa kamu senang?" tanya Habil
__ADS_1
"sangat, terima kasih"
"jangan begitu, ayo masuk" ajak Habil
Mila berjalan masuk beriringan dengan Habil, para pekerja berdiri berjejer menyambut sang majikan pulang dengan gembira.
"selamat pagi tuan, nyonya selamat atas pernikahannya" ucap kepala pelayan yang bernama Maya usia nya diatas Mila
"terima kasih" balas Mila tersenyum manis
Habil memperkenalkan istrinya kepada semua pelayan, dan mereka sangat bahagia karna tuan dan nyonya nya tidak membedakan mereka, hanya saja Habil cenderung diam karna sudah wataknya seperti itu.
"ini mas yang mendesain?" tanya Mila
"ya, apa kau suka" tanya Habil,
__ADS_1
"sangat, ini warna favorit ku mas" ucap Mila menyusuri dinding berwarna abu dan putih sedangkan funiture nya berwarna gelap.
"mas ada kerjaan, mas ke ruang kerja kamu istirahat mas tak akan mengganggu" ucap Habil seraya menunjukkan ruangan di ujung lantai ini dua ini. Mila mengangguk dan tersenyum, Mila tak heran jika Habil belumeminta haknya mungkin ia lelah, pikir Mila.
Mila merebahkan tubuhnya, tak lama Mila terlelap. Sungguh berdiri setengah malam membuat Mila lelah, lebih baik ia berkerja dari pada berdiri tanpa henti.
sedangkan Habil disibukkan dengan pekerjaan, ia terlena tanpa menyadari apa yang harus pengantin baru lakukan. Pekerjaan yang menumpuk, padahal ia sudah menyelesaikan banyak sebelum menikah nyatanya semua itu masih menumpuk.
Banyak nya pasar yang menginginkan produknya, sehingga Habil harus bekerja ekstra. Apalagi bulan depan ia mendapat kepercayaan mewakili negaranya untuk menghadiri undangan yang diadakan bangsawan Spanyol. Perusahaannya yang bergerak di bidang teknologi software di tunjuk karna perusahaan Habil meruopakan perusahaan terbaik dengan kualitas diatas rata-rata.
Perusahaan Habil membuat daya tarik besar karna produk nya berguna di segala usia, contoh nya wadah minum anak-anak yang di lengkapi penyadap suara dan pelacak memudahkan orang tua menjaga anaknya dari jarak jauh, dan produk ini laku keras di pasaran. Habil membuat sesuatu yang mencangkup kegiatan sehari-hari karna itu yang di butuhkan. Teknologi yang ia rakit sangat membuat konsumen puas, belum lagi alat-alat itu transparan sehingga tidak kelihatan secara mata telanjang.
Tak hanya membuat anti virus dan lain sebagainya, Habil juga membuat pelacak dengan ukuran mini dan transparan tentu produknya jelas banyak diminati para pengusaha lain. Setelah asik melihat dan menandatangani berkas, Habil tersadar waktu sudah menunjukkan pukul 3 sore yang artinya mereka melewati makan siang.
Habil bergegas membereskan mejanya karna Habil tidak suka berantakan lalu ia melangkah meuku kamarnya, ia akan menemui Mila pikir Habil Mila belum bangun.
__ADS_1
Setelah masuk benar saja sang istri masih lelap memeluk gulingnya.
πππππππ**