Istriku Penyanyi Malam

Istriku Penyanyi Malam
Bab 86 Keterbukaan Mila


__ADS_3

**πŸ’•πŸ’•πŸ’•


Seperti apa yang Habil katakan jika malam ini mereka akan tidur di penthouse karna tak mungkin mereka pulang jam 4 dini hari, Habil bernapas lega setidaknya tak ada lagi teror dari teman-teman Habil. Sebelumnya Habil menelpon bunda karna tak mungkin ia slonong boy membawa Mila yang notabennya masih memiliki orang tua, walaupun Habil tadi mendapat protes dari bunda (tak ada lelaki normal yang diam saja jika bermalam dengan seorang gadis apalagi calon istrinya) begitulah ucapan bunda Laila tadi tetapi Habil berjanji tidak akan melampaui batas.


Mila yang sudah 20 menit di dalam kamar mandi masih belum keluar Habil menunggu karna di mobil tadi ada yang ingin di bicarakan Mila hal itu mampu membuat Habil penasaran.


Setelah setengah jam menunggu akhirnya Mila keluar dengan wajah fresh dengan rambut yang sedikit basah, maksud hati keluar kamar ia ingin minum tetapi ia melihat Habil masih duduk bersandar di meja dapur.


"mas belum tidur" ucap Mila tanpa beban, Habil menunggu dari sejam yang lalu sengaja ia mandi dengan cepat karna tak mau Mila menunggu tapi apa yabg di dapat sekarang Habil membuang napas Halus.


"kan tadi bilang ada yang mau di bicarakan katamu penting" ucap Habil


Mila mengerutkan keningnya, ia lupa jika dia sendiri yang mengajak Habil bicara. Dengan jubah mandi panjang semata kaki ia mengeratkan kedua sisi tangannya, sengaja ia keluar menggunakan itu karna ini bukan kediamannya rasanya tak sopan, apalagi ia hanya mengenakan hotpants dan tengtop gantung.


"oh,, iya Mila lupa" ucap nya lalu ia mengajak Habil keruang tengah Mila duduk menunduk memantik api curiga Habil yang sudah berpikiran negative, pikir Habil apa Mila memiliki kekasih, atau mau menggaagalkan pernikahan yang sudah menghitung hari, semakin kemalut pikiran Habil karna Mila belum juga buka suara.

__ADS_1


"katakanlah, jangan diam saja" ucap Habil berusaha setenang mungkin padalah hatinya sudah menahan panas karna alasan tak berdasarnya itu.


"tapi janji mas jangan marah ya" ucap Mila lirih


ucapan Mila semakin menggiring pikiran Habil yang sudah tidak bisa bepikir positif.


"katakanlah" ucap Habil mulai geram.


Mila berdiri dengan perlahan ia membuka jubah itu, Habil yang melihat itupun langsing memalingkan wajahnya tanpa dosa Mila mendekat**.


"*****apa-apaan gadis ini*****


tanpa malu Mila membuka tengtopnya di hadapan Habil yang masih enggan melihat kearah Mila.


"mas sudah berjanji tidak akan marah sekarang lihat ini" ucap Mila sebenarnya ia juga menahan malu bertelanjang separuh didepan pria sungguh baru kali ini Mila melakukannya.

__ADS_1


Habil menarik napas dan membuangnya, menyiapkan mental akan apa yang dilihatnya nanti, Habil pun mulai berpikir bahwa ia akan mandi lagi nanti.


Perlahan Habil mendongak karna Mila berdiri di hadapan Habil uang terduduk di sofa itu.


Mila membalikkan badannya, seketika mata Habil membola melihatnya Mila menunduk masih dengan memunggungi Habil, bagi Mila persoalan ini Habil haris tahu ia tak akan menerima jika sudah bersama nanti Habil melayangkan protesnya.


"mas sudah berjanji tidak marah, jadi jangan marah" ucap Mila lirih, sedangkan Habil masih terpaku dihadapan punggung mulus itu.


"mas, mas!" ucap Mila sedikit berteriak


Habil yang tersadarpun reflek berdiri


"kapan kau membuatnya" ucap Habil datar sebenarnya ia terkejut, bagaimana tidak diatas bokong bulat dan tepat di bawah pengait bra terdapat gambar mawar yang sangat cantik dan lumayan besar, pantas jika selama ini Mila selalu mengenakan jaket walau hari panas sekalipun.


πŸ’•

__ADS_1


πŸ’•


Cantik ya tatoo nya Mila nakal ya 😁😁😁**


__ADS_2