Istriku Penyanyi Malam

Istriku Penyanyi Malam
130 Keterangan Dokter


__ADS_3

**πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•


Setelah sampai di RS, Habil segera menggendong Mila menuju IGD. Mila tampak pucat, padahal pagi tadi istrinya itu masih sehat dan sarapan pun dengan porsi besar. Habil yang khawatir tak bisa duduk dengan tenang. Ia hanya mondar mandir di depan pintu ruangan itu. Sampai dokter Roi keluar


"bagaimana Roi, bagaimana istriku?" tanya Habil cemas


"tak ada yang perlu di khawatirkan, hanya saja kau harus segera memeriksakannya ke dokter kandungan. Kemungkinan besar istrimu hamil" jawab Dokter Roi


"benarkah??" tanya Habil berbinar


"ya, aku sudah meminta teman ku memeriksamu, istrimu akan di pindahkan ke ruang periksa selanjutnya" ucap dikter Roi


Habil hanya mengangguk antusias, ia tak sabar mendengar apa yang akan ia dengar nanti. Habil segera mengikuti bangkar istrinya yang masih terkulai lemas, mata nya sesekali terbuka. Habil hanya menggenggam dan mengikuti kemana para suster membawa istrinya.


"sabar ya sayang" ucap Habil sesekali mencium tangan istrinya


Setelah sampai di ruangan, dokter segera memeriksa. Dokter Sally itu memeriksa Mila dengan teliti.


"kita usg ya" ucap dokter Sally, Habil hanya mengangguk menyetujui, yang ia tahu istrinya akan sehat.

__ADS_1


Setelah di periksa detail, benar saja Mila sedang Hamil janin kembar.


"lihat titik ini tuan, istri anda sedang hamil dan ini kembar ya. Usia nya sekarang 6 minggu" ucap dokter Sally, Habil diam mematung. Ia terkejut sekali mendapat anak langsung 2.


"apa tidak masalah dok dengan istri saya?" tanya Habil


"sejauh ini sehat tuan, kadungan sehat janin juga berkembang sesuai. Hanya pesan saya di jaga dengan baik, karna trimester pertama rentan terjadi keguguran. Jangan sampai nyonya setres dan terlalu lelah. Pola makan juga harus sehat dan di jaga ya" ucap dokter Sally, Habil hanya mengangguk paham akan penjelasan dokter tersebut.


"mass…


Mila yang mulai tersadar dan tak melihat keberadaan suaminya karna tertutup tirai.


"sayang, apa yang di rasa. Pusing atau apa??" tanya Habil khawatir


"Mila,,, Mila lapar mas" ucap Mila, Habil hanya tersenyum saja. Ia segera menanyakan Mila mau makan apa. Dan tentu saja Marko yang bergerak


"mas, kenapa Mila disini? Mila mau pulang, ayo mas pulang" rengek Mila, ia memang tidai menyukai apapun berbau rumah sakit.


Untung saja waktu infus dua tidak sadar, jika sadar ia akan meronta sekuat tenaga.

__ADS_1


"sebentar mas tanya dulu sama dokter nya ya" ucap Habil, Mila hanya mengangguk saja.


"dok, apakah istri saya harus dirawat atau boleh pulang?" tanya Habil


"saya periksa lagi ya, nanti kalau memungkinkan boleh pulang tapi jika masih lemah, harus dirawat ya" ucap dokter Sally


Setelah memeriksa keseluruhan dan mengajukan pertanya pada Mila, Mila di bolehkan pulang tapi menunggu cairan infus habis.


"boleh pulang setelah infus habis ya, di jaga kandungannya ya nyonya, selamat atas kehamilan anda" ucap sang dokter dan ia pun pergi memeriksa pasien lainnya.


"mas, tadi mas dengar dokter bilang apa?" tanya Mila masih bingung,


"ya, mas dengar sangat dengar. Kita akan jadi orang tua sayang. 7 bulan 2 minggu lagi kita akan menjadi orang tua untuk buah hati kita" ucap Habil semangat


"ini benar mas, nggak bohong. Jadi Mila hamil dan 2 mas?" tanya Mila sedikit bengong. Ia masih tak percaya jika di perut rata nya itu sudah ada kehidupan lainnya.


Habil mengecup wajah Mila bertubi-tubi, ia sangat bahagia. Habil sudah memeberitahu bahwa Mila hamil, kabar itu di sambut gembira keluarga besar mereka.


(maaf banyak TYPO yaπŸ™πŸ™πŸ™)

__ADS_1


πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•**


__ADS_2