
………
**Pagi itu di dalam kamar pribadi presdir dua insan masih terlelap dalam bawah sadarnya,
terlihat Habil dengan kemeja yang sudah tak terkancing dengan sempurna entah bagaimana sampai Habil tidur dilantai dengan separuh badan telungkup di pelukan Mila yang masih dengan mata terpejam.
Habil yang telah bangun sedari tadi akan tetapi ia tak bisa kemana-mana dengan separuh badan masih dalam pelukan gadis cantik yang sudah tidak mengenakan gaun semalam, ia telah berganti dengan kemeja putih lengan panjang milik Habil.
Mila melenguh merasa kepalanya pusing, ia mengerjapkan netra mengumpulkan kesadaran.
Netra nya berkedip-kedip asing dengan ruangan yang jelas bukan kamarnya. Ketika pandangan nya ke samping kedua netra bertemu dan saling terpaku, jika Habil merasa kesal karna semalaman lehernya direngkuh hingga pagi hari lain hal dengan Mila yang terkejut kaku ia merasa dalam mimpi.
"aku bermimpi memeluk manusia irit bicara ini, yang benar saja" gumam Mila Habil yang mendengar itu beratambah kesal dan menatap Mila dengan tajam
"dalam mimpi pun masih galak ya" gumam Mila lagi tapi tangannya tak lepas dari leher Habil
__ADS_1
Habil masih dalam mode diam nya sampai ia membuka suaranya mulai jengah Mila yang masih merasa ini hanya mimpi
"apa masih belum puas memelukku!" ucap Habil datar
Mila terkejut ketika mendengar suara berat Habil ia langsung melepaskan tangan nya dan terduduk, ia juga merapatkan tubuh nya ke kepala ranjang besar itu.
Mila diam mematung ia tak berteriak ataupun memukul Habil Mila lebih memilih untuk berpikir dengan logika mengingat apa yang terjadi semalam.
Habil meregangkan ototnya, seorang Habil tidur di lantai karna setelah gadis itu muntah dan salin mengenakan kemeja Habil, ia menarik tangan Habil dan memanggil-manggil ayah.
Habil yang mengetahui kisah ayah nya pun terenyuh dan berakhirlah ia menemani Mila.
"mm,,mas ……
belum sempat Mila bertanya Habil mulai angkat bicara agar Mila tak salah paham
__ADS_1
"jangan berpikiran aneh-aneh, kamu mengganti pakaian sendiri dan masalah tidur tadi kau juga yang menahan ku, kau harus bertanggung jawab pundakku pegal dan leherku sakit!" ucap Habil
Mila yang mendengar itupun menunduk malu, bagaimana tidak baru kali ini ia berada di satu ruangan dengan seorang pria.
"maaf" ucap Mila menunduk
"sudahlah, aku mau mandi dulu kau tunggu disini" balas Habil
Habil mengambil pakaian di lemari yang berada tak jauh dari mereka, Habil tak mau lancang ia akan mengganti pakaian nya di dalam.
Mila melamun merutuki kebodohannya, ia memang penyanyi malam tapi di kafe mewah tempat ia bekerja tak ada minuman seperti itu dan lagi kafe tempat Mila bekerja mendapat pengawalan khusus oleh sebab itu Mila betah kerja disana, karna tamu yang datang tak ada yang berani macam-macam dengan perkerja disana,,
Habil keluar dengan keadaan segar rambut nya basah dengan handuk berada di leher guna mengeringkan rambutnya.
Habil mendekati Mila dan memberikan handuk yang baru lagi.
__ADS_1
"mandilah bajumu masih di jalan aku menyuruh orangku membelinya" ucap Habil datar Mila hanya mengangguk dab masuk kedalan kamar mandi dan mengunci pitu tersebut
"huh,,," Habil menghela napas nya** …………