
**💕💕💕
Habil yang mendengar itu sungguh sedih dapat ia lihat betapa Mila sangat menyayangi ayahnya, Habil masih berfikir bagaimana menyampaikannya pada Mila dengan fakta bahwa Mila tak bisa terkejut.
"apa kamu merindukan ayahmu?" tanya Habil
"yah,, sangat aku sangat merindukannya, aku rindu kebersamaannya aku rindu semua yang ada pada diri ayah, dan mas tahu yang paling menyakitkanku ketika ku lihat bunda menangis ditengah malam agar tak kami ketahui" ucap Mila lirih mata nya kian memanas dan air bening itu tak mampu lagi bertahan, Habil mengelus pundak Mila ia dapat melihat kerapuhan Mila malam ini.
Sementara waktu menunjukkan pukul 10 malam, para tamu sudah mulai meninggalkan area dan suasana mulai hening tetapi diruangan lain masih dapat terdengar isak tangis memilukan seolah tangis itu menyayat hati.
"mas minta maaf ya, tapi mas harus menyampaikan ini" ucap Habil dengan suara tegas terkesan lembut Mila mendongak menatap rumit Habil
"ayahmu masih hidup" ucap Habil lagi-lagi Mila tediam kemudian terkekeh menertawakan Habil
"mas nggak usah menghibur aku nggak papa kok, tidak mungkin orang yang sudah tak ada akan hadir lagi mas biarlah ayahku tenang disana walaupun aku sangat merindukannya" ucap Mila kembali terisak ia sangat rapuh jika sudah membahas tentang ayah nya
"ayah juga sangat merindukanmu Mila sayang" ucap seseorang di amabang pintu.
__ADS_1
Mila hapal suara ini, suara yang sangat ia rindukan suara yang mustahil untuk ia dengar lagi tapi ini terasa jelas di pendengaran Mila.
Mila yang masih menundukpun penasaran Mila mendongak dan……
Degg……
Mila menatap nanar visual di hadapannya ia mengerjapkan matanya menolak kenyataan ini, ia berpikir ini halusinansi ia menghadap Habil dan tersenyum
"aku berhalusinasi mas" ucap Mila terkekeh Habil yang mendengar itupun sedih dapat ia rasakan perasaan Mila yang rapuh
Mila kembali menatap kedepan ia kembali mengerjapkan mata nya ketika ayahnya semakin mendekat,
"ini ayah sayang, ayah sangat merindukan putri ayah" ucap Diego yang berusaha menahan tangis nya walau sia-sia air mata itu tetap jatuh tanpa diminta, sedangkan Mila menatap penuh arti
"a…ayah" lirih Mila, ia kembali melihat Habil yang berdiri di sampingnya Habil hanya mengangguk menandakan bahwa itu nyata
tatapan Mila terkunci lurus menatap sang ayah tatapan meneliti apa benar yang dihadapan nya adalah ayahnya ia mandangin tak lama kemudian pandangannya kabur dan mulai gelap
__ADS_1
Mila jatuh tak sadarkan diri ia sungguh terkejut malam ini, Habil dengan segap meraih tubuh Mila khawatir terbentur lantai.
Mila segera di bopong Habil sedangkan Diego menatap panik putrinya yang pingsan di hadapannya membuat air matanya semalin deras, begitu juga dengan Laila dan orang tua Habil tak sanggup menahan haru.
"bawa Mila Bil, tenangkan dia beri tahu perlahan pasti ia sangat shock dengan ini semua, La biarkan anakku membawa Mila dia butuh waktu agar tak terkejut lagi" ucap Maryam pada Diego dan Laila
Laila dan Diego saling pandang dan mengagguk menyetujui, ia paham akan keadaan anaknya mereka pun mempercayakan pada Habil
"Om, bunda Habil bawa Mila ke penthouse saja karna itu yang paling dekat dari sini" ucap Habil meminta izin ia sungguh tak tega melihat Mila
mereka hanya mengangguk yang mereka pikir hanya keselamatan Mila untuk sementara mereka tak ikut biatlah Habil yang memberitahu perlahan supaya Mila tak tumbang lagi**……
*
*
*
__ADS_1