Istriku Penyanyi Malam

Istriku Penyanyi Malam
129 Meeting Menguras Kesabaran2


__ADS_3

**πŸ’•πŸŒΉπŸ’•πŸŒΉπŸ’•πŸŒΉπŸ’•


Seperti yang sudah di sepakati sebelumnya, meeting diadakan secara lengkap dari karyawan biasa sampai para petinggi. Mila yang sedari tadi menempel kepada suaminya benar-benar tak melepaskan pelukannya. Bahkan Habil sudah merayu dengan sabar tetapi sang istri kekeh berada di pangkuannya.


"pokoknya Mila nggak mau, mau di pangku ajja titik!" ucap Mila Final


"ya sudah, ayo kita ke ruang meeting. Tapi jangan bosan ya, disana nanti akan ada pembi……


"ya ya, Mila paham sekarang ayo, kesana" ucap Mila, ia malas mendengar suaminya bicara seolah ia tak tahu apapun.


Dengan sabar Habil menggendong Mila menuju ruang meeting, sebelumnya Habil sudah memerintagkan Marko agar memberi tahu bahwa jika ada yang aneh jangan ada yabg bertanya. Karna baru kali ini Habil tidak profesional dalam bekerja, membawa istri yang sedang manja dan parahnya tak mau lepas memeluknya. Biasanya walaupun di perusahaan sendiri Habil sangat profesional**.


**Setelah Habil memasuki ruangan besar itu, banyak pasang mata yang sengaja mencuri-curi pandang. Bagaimana bisa bos panutan mereka memasang muka pasrah akan kelakuan nyonya bosnya.


Habil memasang wajah datar tak memperdulikan tatapan aneh karyawan, ada yang tercengang ada juga yang tersenyum penuh arti, sampai suara Marko membuyarkan lamunan para jomlo yang menatap penuh binat dan iri.


"baiklah, meeting kita mulai!" tegas Marko


Semua devisi memberikan laporan dan pendapatnya masing-masing, mereka sangat senang kerja di perusahaan Habil karna, seucap pendapat mereka selalu dibpertimbangkan dan mereka merasa di hargai.

__ADS_1


Benar saja Mila dengan santai duduk di pangkuan suaminya yang sedang fokus mendengarkan para pendapat dan masukan karyawannya. Apalagi mereka berhasil memasuki pasar dunia.


Mila tak senang melihat suaminya yang hanya fokus pada rapat itu, Mila mulai memaksa Habil untuk menoleh kearahnya. Dengan tangan lembutnya Mila menyentuh rahang tegas Habil dan memaksa wajah Habil agar hanya menatapnya.


Semua itu tak lepas dari sorot mata karyawan yang hanya mengulad senyum. Mereka malah tak terganggu karna melihat dewa dan dewi kemesraan itu seolah menjadi tontonan.


Mila yang menggunakan masker menatap Habil tajam, Habil hanya tersenyum mendapati keanehan istrinya itu.


"kalian tak keberatan kan jika aku seperti ini" tegas Mila membuat semua diam mematung bingung mau menjawab apa


"saya bertanya apa kalian keberatan saya ingin di sisi suami saya!" ulang Mila


"tidak nyonya bos, kami tidak keneratan" ucap salah satu pimpinan tersebut


Habil tersenyum melihat tingkah istrinya, sampai 2 jam lebih mereka berdiskusi. Selama itu pula Mila masih tetap tenang sampai ia ingin beranjak ke kamar mandi.


"mas Mila mau ke kamar kecil duku" bisik Mila pada Habil, dengan hati-hati Habil menurunkan Mila dari pangkuannya. Dilihat sang istri sedikit pucat dari pandangan mata sayunya.


"kamu nggak apa-apa kan sayang, kok pucat?" tanya Habil, Mila hanya menggeleng saja.

__ADS_1


"mau mas antar?" tawar Habil, Mila hanya menggeleng


Mila beranjak ke kamar kecil yang ada di ruang meeting itu, ia melepas masker dan memuntahkan isi perutnya. Dari tadi ia tahan ternyata sudah tak bisa lagi, sampai akhirnya ia menyerah dan turun dari pangkuan suaminya.


Setelah memuntahkan isi perutnya, ia menatap kaca di hadapannya. Pandangannya berkunang dan ia segera keluat dari toilet itu. Tanpa memakai maskernya ia berusaha untuk berjalan normal. Sampai di depan pintu ruang meeting itu ia melihat masih lengkap formasi ruang meeting seperti tadi sampai ia tak lagi tahan, pandangannya berputar.


"maaasss………


Brukkkk………


Habil terkejut saat mendengar istrinya memanggil, suara lemah itu membuat Habil khawatir. Sampai ia menoleh istrinya sudah jatuh di depan pintu tengah yang menjadi skat antara ruang meeting dan toilet tersebut.


Para karyawan pun ikut berteriak kala nyonya bos nya tumbang di hadapan mereka. Banyak yang terpana karna baru kali ini melihat nyonya bos mereka tanpa tertutup masker.


Habil berlari menghampiri sang istri yang sudah terkapar tak sadarkan diri.


"sayang, kamu kenapa,,, sayang bangun!! Marko cepat siapkan mobil!!" ucap Habil setengah berteriak.


Dengan cepat Habil menggendong tubuh istrinya. Habil tak perduli apapun yang ia pikirkan hanya istrinya. Sungguh ia sangat khawatir.

__ADS_1


(maaf jika banyak TYPOπŸ™πŸ™πŸ™)


πŸ’•πŸŒΉπŸ’•πŸŒΉπŸ’•πŸŒΉπŸ’•πŸŒΉπŸ’•**


__ADS_2