
...********...
Di kamar tamu*****
**Pintu kamar terbuka lebar , lebih tepat nya sengaja di buka. Terlihat seorang pria tampan masih memandangi gadis yang tak kunjung membuka mata . Bik Inah yang masih mengompres pipi lebam itu pun terhanyut dan penuh kebingungan atas apa yang terjadi hari ini di kediaman majikannya, mau bertanya pun sungkan akhirnya bik Inah membungkam mulut nya.
Habil pun beranjak menuju sofa yang ada di kamar itu, malam ini Habil tidur disana menemani gadis yang masih belum sadar.
Habil tak sendiri bik Inah ikut tidur di samping gadis itu menani tuannya.
"malam ini temani Habil bik, Habil akan tidur di sofa bibik tidur bersama gadis itu" ucap Habil menunjuk Mila dengan ekor mata nya.
"baik tuan"
bi Inah pun membereskan wadah dan handuk untuk mengompres tadi , ia berjalan meninggalkan tuannya untuk menaruh wadah tersebut ke dapur , bergegas ia pun kembali lagi.
Dilihat tuannya sudah tergeletak di sofa , bik Inah pun beranjak mendekati ranjang itu dan ikut terlelap.
Saat di kompres tadi panas badan Mila sudah turun dan stabil.
Sementara di sofa Habil memejamkan matanya tapi tidak tertidur, Habil masih memikirkan apa yang terjadi tadi.
Flash back ***
Habil mendatangi twins dengan amarah yang berkobar, dilihat adik nya sudah seperti wanita-wanita malam dengan pakaian itu.
Semua gerak gerik Habil tak luput dari pandangan Mila yang berada di samping twins.
Ketika langkah Habil sampai di depan twins tanpa bicara hanya nafas saja yang terdengar memburu.
Mila yang melihat itu tahu bahwa Habil sedang tidak baik-baik saja Mila sudah dewasa dan mengerti bahasa tubuh Habil .
Habil yang mengangkat tangan akan menampar Hana dan Hani pun tak bisa menahan tangan yang sudah mengudara itu sampai teriakan suara itu menggema.
"JANANGAAAAAN!!!" teriak Mila
Plakkk,,,,
Tangan Habil mendarat sempurna di pipi mulus Mila yang menghadang didepan Habil.
Brukkk,,, Mila tersungkur di bawah kaki Habil .
Tamparan yang dahsyat itu membuat Mila tak sadarkan diri, tubuhnya memang tidak fit di tambah lagi tamparan seorang laki-laki yang sedang emosi ,lengkap sudah.
*********
Habil terbangun tengah malam mendengar rintihan samar-samar membangunkan nya.
__ADS_1
Habil bangun dengan badan yang pegal-pegal karna tidur di sofa.
Dilihat nya Mila menggigil seperti kedinginan .
Dan benar saja Mila menggigil kedinginan, Habil pun mematikan AC , tapi Mila masih kedinginan.
Habil pun megambil selimut di dalam lemari kamar itu dan menyelimuti tubuh Mila.
Habil hendak memeriksa suhu tubuhnya , tangan nya sudah menjulur mengarah kekening Mila , tapi diurungkan .
"bagaimana ini , mau bangunkan bibik tak tega" gumam Habil karna baru tidur satu jam yang lalu.
Akhirnya Habil pun memberanikan diri menyentuh kening Mila.
"maaf aku tak bermaksud lancang menyentuh mu" gumam Habil
Habil terlonjak kaget saat mengetahui suhu tubuh Mila.
Bergegas Habil mengambil kotak obat mencari penurun panas , Habil menggerus obat itu sampai halus lalu ia beri sedikit air agar cair .
Habil mengangkat kepala Mila agar dapat diminumkan obat ,Mila masih tetap memejamkan mata nya sampai Habil memasukkan sendok berisi obat itu.
Mila yang masih menggigil karna hawa dingin itu sayup-sayup membuka mata nya.
Tatapan nya bertemu dengan mata elang Habil yang masih serius dengan tangan Habil yang berusaha memasukkan obat ke dalam mulut Mila.
Tiba-tiba Habil sadar jika Mila sudah menatap nya bingung.
"maaf aku tak berniat jahat aku hanya meminumkan obat karna panasmu kambuh lagi , apa mau kerumah sakit sekarang?" tawar Habil pada Mila..
Mila menggeleng, ia sadar jam berapa ini karna jam dinding berada di hadapan Mila.
Habil yang masih mendekap Mila pun terhanyut saling pandang, sampai ia sadar dan meletakkan kepala Mila pada bantal dengan hati-hati.
"tidurlah kalau belum mau aku antar kerumah sakit besok akan ku antar kesana" ucap Habil
Mila hanya mengangguk kecil, ia masih takut kalau Habil berniat jahat.
Akhirnya Mila pun terlelap, sedangkan Habil kembali ke sofa nya ia ikut terlelap karna ia pun sangat lelah.
Dari kantor sudah menguras energi nya di tambah lagi twins yang berbuat ulah , karna terlalu banyak pekerjaan Habil sampai melupakan twins yang akan berulah.
Habil pun terlelap karna terlalu lelah.
*****
Pagi-pagi Hana sudah terbangun dengan memegang kepala yang sakit.
__ADS_1
Ia mencari-cari saudari nya , terbuka lah pintu kamar mandi menunjukkan Hani yang baru selesai sengan ritual mandi nya.
Hani berfikir bahwa ia harus siap-siap dengan konsekuensi nya.
"Ni kita sudah dirumah , gimana semalam?" tanya Hana ,,,,,
"jangan tanya semalam, sekarang baru akan di mulai kamu sih ku bilang jangan diminum masih diminum karna perilaku kita ada korban nya Na , tuhh masih di kamar orang yang menyelamatkan kita" ketus Hani
"korban gimana, abang gimana , truss siapa yang menolong kita?" tanya Hana beruntun
"kamu mandi dulu , hari ini kita akan apes jadi siap kan diri kita , sana mandi" usir Hani pada Hana
"huhhh,,, iya ,,,iya ,,, tapi aku takut" sahut Hana
"sudahlah kita yang berulah , ini salah kita kita harus bertanggung jawab, orang yang di kamar itu kakak-kakak seorang wanita , dia yang menghalangi ketika abang mau menampar kita , kakak itu sampai pingsan tau , dan tak sadar-sadar" jelas Hani
Hana terkejut mendengar penuturan saudari nya, ia tak menyangka ada orang yang menyelamatkan pipi nya, itulah fikiran Hana .
Ia bergidik ngeri memegang pipi nya sambil menggeleng kepala nya.
"sudah sana mandi malah bengong megangin pipi, yang di tampar itu bukan kamu tapi kakak itu , sudah sana habis itu kita ke ruang kerja papah" ucap Hani jengkel melihat Hana yang seperti ayam sakit.
Masih suasana pagi yang sejuk , tapi twins malah berkeringat , mereka ketakutan.
Mereka takut menghadapi ibu mereka yang lebih tegas dan tega dalam menghukum anak-anak nya.
Di dalam ruang kerja twins hanya menunduk, pagi ini sudah dipastikan mereka sarapan omelan dan hukuman , belum lagi abang nya
"habisss sudah" batin twins,,,
"mengapa berbohong" ucap ibu tegas , sang ayah hanya melihat dengan sorot mata tajam.
Twins hanya diam dengan tangan nya memilin ujung baju mereka , mereka bingung ingin menjawab apa dan bagaimana.
Brakkkkkk, ,,,,
bu Maryam menggebrak meja , tak kunjung mendapat kan jawaban rmdari kedua putri nya.
"jangan menguji mamah twins" ucap bu Maryam tak bersahabat.
Hana menyenggol tangan Hani agar ia yang membuka suara.
"a,,,anu mah,,, emmmm,,, kami...
"jawabb!!!!" teriak ibu tak sabar
Twins bertambah gemetar mendengar suara ibu nya yang menggelegar,, mereka tak pernah melihat ibu nya semarah itu**.
__ADS_1
*******