
*******
Setelah menempuh perjalanan 2 hari 2 malam akhirnya pak Saiful dan bu Romlah (pak RT dan bu RT yaaa), sampai di rumah sakit yang sudah di sepakati dengan Mila.
Sedangkan Laila hanya sesekali bangun dan terlelap kembali , ia tak bicara sedikitpun karna tak kuasa merasakan sakit perut yang ia derita.
Mila pun sudah menunggu di parkiran dengan mata yang tajam memperhatikan lalu lalang mobil di area itu.
Sampai akhirnya Mila melihat plat mobil yang ia tunggu-tunggu , Mila segera datang dan langsung membawa petugas IGD.
"Ya Allah bunda , kenapa begini" ucap Mila sendu tak menyangka dalam waktu kurang dari satu minggu tubuh sang ibu terlihat kurus.
"sabar Mila " ucap bu Romlah menenangkan Mila
"maafin Mila ya bude jadi nyusahin bude sam pakde" jawab Mila merasa tak enak , saudara pun bukan tapi mereka sangat perduli dengan keluarganya.
"jangan sungkan bude sama pakde kan sudah menganggapmu seperti keponakan kami sendiri" balas pak Saiful
Mereka tak mungkin tega membiarkan keluarga ini merasa sendiri, mengingat almarhum ayah Mila orang yang sangat baik dan sopan.
Perawat yang bertugas sudah memindahkan bu Laila ke ruang perawatan , sementara ini petugas hanya memeriksa sampel darah nya saja , sambil menunggu sampel darah nya keluar Mila menemui sang ibu.
__ADS_1
"maaf kan Mila bun Mila tidak amanah, bunda jangan marah kalau sudah sadar nanti bunda berada di kota ini , kota yang tak mau bunda datangi lagi" ucap Mila mengelus pipi tirus sang ibu.
Sebenarnya rumah sakit di kotanya pun ada banyak yang lengkap walaupun jauh, akan tetapi Mila bingung siapa yang mau merawat ibu nya sedangkan Leo masih harus ujian akhir, jika disini Mila masih bisa bekerja dan merawat ibu nya.
******
Untuk 3 hari kedepan Mila meminta cuti pada bos nya , karna ia tak mungkin meninggalkan sang ibu yang masih belum sadar.
Sementara pak Saiful dan bu Romlah langsung pulang kembali setelah beristirahat , karna tak mungkin meninggalkan anaknya terlalu lama.
"bu maaf Mila merepotkan ibu lagi ya , titip Leo bu sementara ibu masih dirawat" ucap Mila
*******
Dikediaman Dewanto pak Sultan sibuk dengan sang istri yang sudah 3 hari mengeluh sakit perut nya.
Pak Sultan sudah merayu untuk membawanya ke rumah sakit tapi sang istri kekeh tidak mau.
"kalau sakit begini mamah jadi teringat Laila pah, kami memiliki riwayat asam lambung akut kalau mamah sakit pasti dia langsung memberikan obat miliknya" ucap bu Maryam yang sudah pucat
"iya mah , ayo kita kerumah sakit ya mamah sudah pucat begini loh" ucap pak Sultan lembut
__ADS_1
"malas pah , nanti mamah di infus mamah tak suka pah" kekeh bu Maryam
Pak Sultan hanya menghela nafas panjang mendapat penolakan sang istri, ia sudah menghubungi Habil untuk membujuk ibu nya ke rumah sakit.
Tak berselang lama Habil pulang dengan tergesa-gesa,tanpa mengetuk pintu kamar ia membuka dengan kasar kekhawatiran nya pada sang ibu membuat nya tak sabar.
Dan benar saja ibunya tampak lemah tak berdaya, mengapa ayah nya tak memaksanya saja.
"mamah, kita pergi kerumah sakit ya Habil datang menjemput mamah kita oergi sekarang ya" ucap Habil lembut
Bu Maryam hanya tersenyum lemah melihat kekhawatiran 2 laki-laki yang ia cintai.
Lama menatap wajah sang anak ia mengangguk menyetujui permintaan sang anak dan suami nya.
Habil pun menggendong sang ibu yang sudah lemah sedangkan sang suami mengikuti dan membiarkan sang anak yang mengambil alih.
Habil memang sangat menyayangi keluarga nya , maka dari itu mereka terlihat harmonis. Banyak yang iri dengan keluarga ini karna mereka hampir tak pernha bersitegang.
Wajah ayah dan ibu nya pun sangat mempesona dari dulu banyak rintangan yang dilalui keluarga Dewanto sampai anak-anak mereka besar barulah cobaan surut dengan sendirinya.
…………………
__ADS_1