Istriku Penyanyi Malam

Istriku Penyanyi Malam
Bab 87 -7


__ADS_3

**🌹🌹🌹


Setelah Mila menerangkan sejak kapan dan siapa yang menato tubuhnya ia merasa lega, tak ada rasa di hantui kebohongan lagi jika Habil tidak menerima pun Mila sudah menyiapkan mental. Tanpa Mila duga Habil menerima dan memahami, bahkan saat Mila menawarkan diri akan ingin menghapus pun Habil dengan tegas berbicara itu akan menyakitkan walau nanti nya di bius, akan tetapi setelahnya pasti akan perih.


Setelah berbincang Mila kembali ke kamarnya meninggalkan Habil yang pikirannya masih menerawang. Heyyy,,,, Habil normal tentu sebagai pria dewasa ia tertarik, akan tetapi ia masih sadar dan masih memegang teguh norma dan adab.


"huh,,, mandi mungkin akan segar" gumam Habil


Habil pun masuk dan benar saja ia mandi air dingin dini hari ini, tak masalah baginya dari pada bersolo karir itu sangat menjijikan pikir Habil.


**


Pagi ini kediaman Dewanto seperti biasa suara twins mendominasi, segala sesuatu di protes entah karna apa gadis kembar itu akhir-akhir ini selalu membuat masalah.


"mah kapan abang pulang? ini sudah 2 hari kami tak melihat abang belum juga menikah dia lupa punya adik dan lupa jalan pulang bagaimana jika sudah menikah apa abang akan melupakan kami, oh ya ampun telpon pun tak pernah diangkat" ucap Hana panjang lebar dengan Hani yang hanya manggut-manggut saja,


Sedangkan tuan dan nyonya besar hanya memijit pelipis nya mereka pusing selalu mendengar omelan anak kembarnya yang seperti emak-emak.

__ADS_1


"kalian ini, biarkan abang menyelesaikan urusannya dulu ini sudah masuk minggu terakhir, minggu depan abang akan menikah jadi biarkan abang kalian menyelesaikan urusannya terlebih dahulu" ucap Pak Sultan bijak dan penuh kelembutan


"apa abang lupa punya kita pah?" tanya Hani sendu


"abang kalian tak akan pernah lupa, kalian harusnya mensuport abang, jangan mengomel saja" ucap bu Laila


Twins yang tersadar pun menunduk ini semua efek rindu mereka biasanya mereka selalu mengganggu abang nya itu, kini mansion terasa sepi tanpa kehadiran kakak laki-lakinya itu.


**


Dikantor Habil mulai mengerjakan berkas-berkas yang sudah mulai menipis, ia harus segera menyelesaikan karna ia tak mau acara sakral nya nanti terganggu karna terpikir pekerjaan yang belum selesai.


"masuk" ucap Habil


Deritan pintu terbuka menampilkan sesosok wanita dengan pakaian kerja yang super ketat dan sangat minim, Habil belum menyadari akan kedatangan Maria yang membawa berkas di pelukannya.


"Habil aku ingin menanyakan tentang berkas ini" ucap Maria dibuat selembut mungkin

__ADS_1


"ini kantor bersikaplah profesional" ucap Habil datar


"emm, maaf aku ingin menanyakan tentang berkas ini pak" ucap Maria matanya masih terperangkap menatap visual di depannya tanpa berkedip, khayalannya melambung tinggi entah sampai kemana


Habil yang mendengar alasan klasik itupun segera menarik gagang telpon dan berbicara


"kesini segera" ucap Habil tegas


Maria yang masih termangu menatap penuh damba visual di hadapannya tangan sebelahnya terus menggulu-gulung rambutnya yang menyamping, entah kali keberapa Habil bersikap aciluh tapi tetap saja tak ada kapok nya.


Tak lama kemudian pintu terbuka tampaklah seorang gadis dengan wajah yang di tutupi masker dan kaca mata hitam, seperti biasa Mila mengantar makan siang Habil. Mila memakai celana jeans dan kaos serta jaket levis milik Habil yang ia bawa tadi.


………


🌹


🌹

__ADS_1


🌹**


__ADS_2