
*******
**Hari-hari berlalu tak terasa sudah lima hari Mila berada di kampung halamannya.
Sedangkan di kediaman mewah twins masih terlihat murung karna masih belum puas jika belum memberikan kotak kecil itu pada Mila.
"kalian ini kenapa kok wajah nya asam begitu" tanya pak Sultan heran dengan perilaku anak kembar nya ini.
"kami lagi kesal pah" jawab Hana mengerucutkan bibir nya
"memang kenapa cerita dong sama mamah" balas bu Maryam
"kamu apa aku yang mau jelasin Ni" ucap Hana mereka selalu berdiskusi apapun tindakan yang akan mereka lakukan termasuk berbohong π.
"kamu aja Na aku malas ngomong" ucap Hani malas.
"jadi gini mah waktu itu kan kami beli hadiah untuk kak Mila, nah kami kan kesana ya mah ternyata kak Mila pulang kampung mah kami kan harus nunggu mah dan kami sudah gak sabar mah" ucap Hana berkaca-kaca hendak menangis
"uhhh,, anak mamah sini-sini jangan nangis sini peluk mamah sini" ucap bu Maryam
Mendapat perlakuan dati ibu nya tangis twins malah pecah.
Tangis yang kuat membuat bising tempat itu.
"sudah dong malah nambah kuat , nanti abang dengar diam ya" ucap pak Sultan lembut sambil mengusap kepala anak nya.
"pantas saja kalau karate nya gak lulus-lulus ternyata twins sangat menggunakan perasaan nya huh,,," batin bu Maryam
Anak-anak bu Maryam memang di bekali ilmu bela diri , tapi twins selalu gagal dan enggan mencoba lagi, alasan badan sakit lah pegal-pegal lah, dan banyak lagi.
Tangis twins pun reda mereka pun sudah asyik dan melupakan tangis tadi.
Ibu dan ayah hanya menggeleng kepala melihat tingkah anak-anak nya itu dengan mudah melupakan kegaduhan yang baru dibuat nya.
"mah kita duduk diruang baca saja yuk" ucap pak Sultan menggandeng istri nya
Mereka sudah santai di ruang baca , tak ada anak-anak memudahkan mereka berbicara dengan bebas.
"gimana mah" ucap pak Sultan kepada istri nya
"apa nya pah" jawab bu Maryam yang tak paham kemana arah pembicaraan ini
"ya itu yang mamah selidiki" jawab pak Sultan
"oh ,itu ya sudah dong pa orang-orang mamah tak kan mengecewakan" balas bu Maryam tersenyum puas
__ADS_1
"jadi bagaimana , dimana kampung nya "
"sabar donk mamah kan lagi mikir mau nyeritain papah dari mana gak sabar banget sih" ketus bu Maryam
Pak Sultan mulai menyimak pembicaraan istri nya.
"jadi pah Mila ini berasal dari Lampung pah di desa agak pelosok , ibu nya pendatang bukan asli situ ayah nya memang asli orang situ , Mila punya adik laki-laki bernama Leo dan ibu nya bernama Laila kalau ayah nya bernana Andi" jawab bu Maryam lugas tanpa bertele-tele.
"oh,,, jadi dari Lampung kok baru ngasih tau papah si mah" jawab pak sultan
"iya kan papah pergi keluar kota kalau lewat ponsel rasanya kurang pas pah, aku kok teringat Laila sahabat ku ya pah, kemanalah dia aku sangat merindukan nya pah" ucap bi Maryam yang sudah hampir menangis
"kalau diizinkan yang kuasa pasti akan bertemu mah kamu yang sabar saja" ucap pak Sultan lembut
*****
Di tempat lain Mila berada di dealer yang paling dekat dari rumah nya.
Mereka bertiga tiba di dealer tersebut sudah hampir jam makan siang.
Leo dan ibu nya pun terkejut melihat tempat yang mereka injak , dengan mata berbinar tak percaya mereka melihat Mila yang tersenyum lebar merasa puas dengan reaksi ibu dan adik nya.
"gimana bu , Leo senang tidak" ucap Mila
"kamu ini uhh,,,, gemeshh kakak liat nya" ucap Mila mencubit pipi adik nya
"tentu saja mau membelikan mu salah satu motor itu , kamu pilih saja tapi motor bebek saja ya kalau motor besar kakak belum mampu okey" sambung Mila
Mila pun menuntun adik dan ibu nya melihat-lihat dulu , tapi seperti nya Leo enggan memilih.
Leo sangat tahu diri dia tak mau menyusahkan kakak nya.
Akhirnya Mila pun turun tangan jika menunggu adik nya maka mereka akan kelaparan.
"mas saya mau yang ini saja saya beli cash ya" ucap Mila lugas membuat Leo dan ibu nya melongo.
"kak , nanti uang kakak habis" ucap Leo berbisik
"kakak punya uang nya jangan khawatir ya dek yang penting kamu belajar kamu harus lanjut kalau sudah lulus nanti okey " jawab Mila menyemangati adik nya.
"terima kasih kak , kakak selalu mencukupi kebutuhan sekolah ku Leo janji akan mempertahan kan peringkat Leo kak" balas Leo memeluk kakak tercinta nya.
"kak apa tidak berlebihan " ucap ibu lembut merasa tak enak dengan anak sulung nya seharus nya ia lah yang menyukupi kebutuhan anak nya.
"tidak kok bun, kasian kalau Leo harus jalan dan numpang terus lagian Mila sudah nabung dari jauh-jauh hari" ucap Mila meyakinkan ibu nya.
__ADS_1
Mereka pun diam tak mau mengecewakan pemberian Mila yang sudah mati-matian berjuang.
Mila pun meminta pada pihak dealer untuk mengirim hari ini juga , mereka akan menunggu di pertigaan arah rumah nya karna tak bisa masuk mobil, jadi mereka harus menunggu disana dan pihak dealerpun menyanggupi nya.
Setelah di tetap kan jam nya oleh pihak dealer , Mila pun pergi membawa adik nya makan karna jam sudah menunjukkan waktu makan siang.
Selesai makan Mila mengajak ibu dan adik nya ke pasar tradisional terdekat.
Walaupun pasar kampung tapi lengkap dari pangan, sandang , dan alat elektronik.
Mila membelikan mereka pakaian yang cukup, tak lupa membeli bahan makanan Mila sangat menikmati kebersamaan nya dengan ibu dan adik nya.
'Begini saja aku sangat bahagia hemmm' gumam Mila
Waktu berlalu sangat cepat Mila sudah samoai di rumah lengkap dengan sepeda motor yang baru ia beli membuat tetangga nya heboh dan mulai bergosip tentang Mila.
Mila tak ambil pusing dengan omongan tetangga nya yang terpenting adalah ibu dan adik nya. Ibu dan adik nya pun sudah paham dengan situasi di kampung ini mereka tak ambil pusing dengan omongan para tetangga.
*****
"abaaaaaangggg!!!! bagaimana sudah ada kabar belum sihhh????" tanya twins sambil berteriak di depan kamar abang nya.
Mereka tak berani asal masuk karna tak sopan jika belum diizinkan sang empu nya.
Habil membuka pintu dengan jengah pasti adik nya akan menanyakan kabar Mila yang belum bisa di hubungi.
"kenapa" ucap Habil dengan wajah bantal nya.
"apa sudah ada kabar bang?" mereka bertanya dan masuk ke dalam kamar abang nya
"belum" ucap nya singkat dan apa adanya
"abang ini bohong ya , masa dari enam hari lalu belum-belum terus" ucap Hana kesal dengan jawaban abang nya yang sangat singkat.
Habil pun mengambil ponsel nya diatas nakas dan menyodorkan ke hadapan adik nya sampai menyentuh wajah mereka.
"ihhh ,,, abang mana terlihat seperti itu" ucap Hana kesal sambil mengusap wajah nya kasar
Setelah dilihat chat nya hanya centang satu mereka pun terdiam dan keluar dari kamar.
"jangan ganggu abang lagi dengar" ucap Habil yang sangat kesal karna terganggu waktu istirahat nya.
Twins berjalan ke gazebo belakang untuk berantai dan berfikir kapan akan bertemu dengan Mila.
*******
__ADS_1