
πππππ
Mila yang paham akan maksud sang suami hanya bisa pasrah kala bibir nakal itu mencumbu leher mulusnya. Bahkan bekasnya pun belum hilang dan sudah di tambah lagi.
"**emh,,, masshh" lirih Mila yang sesekali menggelinjang tak tentu arah, sedangkan sang pembuat onar masih asik mengendus aroma mawar yang memabukkan dari pertama bertemu
"mas mau lagi" ucap Habil serak, sangat kentara akan birahi yang menyelubunginya, sedangkan sang istri bisa apa jika sudah di setir, maka menurutlah yang paling tepat
Dengan mudah Habil melepas handuk mininyang melilit di tubuh molek sang istri, Habil sendiri heran melihat tubuh indah istrinya. Dengan porsi makan yang banyak dan olahraga juga tidak terlalu keras mengapa tubuhnya sangat ideal, lekukan body yang membuat kaum adam terpana akan keindahan Tuhan ini.
Bagai singa yang lapar ia meneguk sari kenikmatan yang tersedia di hadapannya, seolah menyesali satu bulan pertama kini Habil tak kan menyia-nyiakan hidangan di hadapannya yang selalu ingin ia santap setiap saat.
Mila hanya mampu memejamkan matanya kala tubuhnya seperti tersengat aliran listrik. Sang suami tak segan-segan mempraktekan fantasi liarnya, sesekali Mila terkejut akan perlakuan sang suami yang membuat otak Mila yang tak tahu menahu perihal bersenggama. Bagaimana tidak kini lidah itu mencari teman perangnya di bawah sana, membuat Mila memekik keras tak tahan akan sentuhan sang suami yang memabukkan.
Habil mendongak melihat wajah sang istri yang merah padam terbakar gairah, Habil tersenyum puas kala melihat sang istri setengah tak berdaya atas kuasanya.
__ADS_1
"mashhh,
"ya sayang, menjeritlah kamu semakin sexy dengan keadaan seperti ini" ucap Habil lembut mengalun membuat Mila terbuai
Melihat sang istri yang sudah tak bisa menahan lagi, Habil segera memasukkan senjatanya yang sejak tadi berdiri kokoh. Ia masukkan perlahan di lembah kenikmatan yang sudah basah itu, terdengar alunan merdu suara sang istri yang menghiasi telinganya menbuat Habil semakin mempercepat gerakannya. Ada kebanggaan tersendiri saat melihat wajah tak berdaya sang istri, bagaimana tidak dengan bibir setengah terbuka dan mata yang sesekali terpejam belum lagi rambut indah sang istri tampak berantakan terlihat semakin sexy dan menggairahkan.
Setelah berpacu satu jam lebih kini Habil mengakhirinya, ia melihat jam sudah pagi pasti lelah yang mereka rasakan.
"ss,sayangghh" lirih Habil menggeram ambruk di atas sang istri yang mengatur ritme pernapasannya
Setelah merilekskan tubuh masing-masing, Habil membawa tubuh sang istri berhadapan dengannya. Dengan penuh kasih sayang Habil mengecupi kening sang istri.
Lama terdiam terdengar suara perut Mila yang keroncongan menjadi iklan di pagi ini membuat mereka terkejut, sedangkan Mila semakin menunduk malu.
"sayang lapar ya, maafkan mas ya" ucap Habil
__ADS_1
"iya, mas ini bagaimana Mila disuruh kerja paksa tanpa di beri makan" balas Mila dengan wajah di tekuk, ia bahkan baru sadar bahwa ia harus mandi lagi
"ya ampun mas, aku harus mandi lagi" rengek Mila yang hanya mendapat senyum dati sang suami
"ayo mandi, nanti mas buatkan sesuatu" ucap Habil
"memang mas bisa masak?" tanya Mila tak percaya
"jangan remehkan mas sayang, kamu mau apa" tanya Habil
"mau nasi goreng sosis" jawab Mila semangat membayangkan saja sudah membuat Mila menelan ludahnya
"baiklah, sekarang mandi mas mandi dulu mas siapkan air untukmu sekalian ya, setelah itu mas mau ke dapur" ucap Habil lalu beranjak.
Sedangkan Mila menutupi wajahnya dengan jemarinya, tak menyangka akan terjadi lagi di pagi buta seperti ini.
__ADS_1
"ya ampun. Suami ku perkasa sekali" gumam Mila membayangkan kejadian yang ia alami minggu-minggu ini**
...****************...