
…………
**Mila menyetujui ajakan bu Maryam , ia merasa tak enak hati jika menolaknya. Mila sendiri paham atas sikap bu Maryam dan twins Mila bukan anak kecil ia sudah dewasa dan tahu kemana ranah yang akan membawanya.
Bu Laila menelfon sahabat nya memberitahukan bahwa sang anak menyetujui nya**.
"halo,,, Jell anakku menyetujui nya aku atau kamu yang siapkan kostum nya?" tanya bu Laila
"wahhh, baiklah kostum sudah ku siapkan" jawab bu Maryam riang
"jangan terlalu terbuka , dan seksi ingat itu" ucap bu Laial tegas
"ya ,ya ,,, sedikit terbuka sedikiiiit sekali hemmm" balas bu Maryam
"hari ini kita akan ke sarang suami mu La kau siap" sambung bu Maryam
"hufh,,,, baiklah aku siap aku akan turun sebentar lagi ,,, pakai seragam kita" ucap bu Laila
"okeyyy,,,, aku tunggu , 20 menit aku sampai ,,, naik motor saja ya" balas bu Maryam
"hemmm terserah" bu Laila hanya hendak menutup ponsel nya
"mandi yang bersih gosokkk sampai halussss Laaaaaa" teriak bu Maryam lewat sebrang telfon
**bu Laila mematikan sambungan telfon dan beranjak ke kamar , sebenarnya ia pun gugup selama ini yang ia tahu sang suami sudah tiada ada rasa bahagia yang tak tergambarkan tapi langkah ini ia sembunyikan dari sang anak karna ingin memastikam terlebih dahulu, ia juga sudah menyiapkan perhitungan untuk sang suami jika benar ia selama ini di bohongi.
Setelah mengganti pakaian ia pamit dengan Leo ia berkata bahwa akan belanja dengan bu sahabat nya, Leo yang tidak mengetahui apapun tak merasa curiga , sedangkan Mila sudah kembali bekerja.
Sebenarnya sudah dilarang untuk bekerja oleh sang ibu tapi Mila merasa tak enak dengan sang empu nya kafe , Mila merasa jika ia berhenti sekarang terlalu mendadak dan ia masih ingin bekerja , tentu sang ibu paham dengam keputusan Mila dan mendukungnya.
__ADS_1
"bunda yakin mau pergi pakai baju seperti itu" tanya Leo heran baju hitam-hitam terkesan sangar
"ia ,,apa salah bunda tidak cocok ya?" balas bu Laila seraya melihat-lihat penampilannya
"enggak kok bunda ,,, tambah cantik bunda keren" jawab Leo selama ini dilihatnya sang ibu hanya memakai baju terusan dengan hijab panjang terkesan rumahan , tapi ini sangan modis dan sopan
"bunda pergi jangan kemana-mana , kalau mau pergi hubungi twins agar mereka menemani mu hem" ucao bu Laila , Leo hanya mengangguk.
Lebih baik sendiri daripada mengundang biang rusuh nan cerewet itu batin Leo.
Laila turun dari apartemen dan benar saja sang sahabat sudah menunggu di atas motor sedang berbicara lewat telpon entah dengan siapa.
Dilihat sang sahabat sudah mendekat Maryam mematikan sambungan telpon nya dan mereka bersiap.
"hemmmm,, wangi nya" goda Maryam
"jangan seperti anak kecil ingat umur kita" jawab Laila ketus
"mengapa usia Habil tua sekali" tanya Laila
"anakku tak setua itu aku yang memalsukan identitas nya aku tua kan dia 5 tahun" balas Maryam tak terima
"iya iya ,, jangan marah-marah nanti wajahmu mengendur semua"
Mereka melaju seperti anak remaja yang masih menggilai setang motor, tak ada rasa takut seakan tak mengenal usia.
Memang dari awal sifat sudah bar-bar mau di sembunyikan lama pun akan tetap katahuan karna sudah mendaging apalagi kalau bertemu yang sefrekuensi cocoklah itu.
Setelah satu jam berkendara sampailah mereka di bangunan tua seperti tak berpenghuni tapi masih bersih.
__ADS_1
"apa disini" tanya Laila
"ia ,jangan lihat luarnya seperti nya suamimu ada hubungan dengan klan klan yang sangar itu" jawab Maryam
"kita lihat dulu , kamu tahu kan yang aku tahu suami ku sudah wafat jangan asal bagaimana kalau bukan dia" ucap Laila
mereka menggunakan masker menutupi wajah mereka , dan memakai kaca nata hitam.
mereka mulai mendekati gervang hitam dan memukul besi itu agar terdengar.
Penjaga yang bersembunyi pun keluar dan mendekati mereka.
"cari siapa , disini tak ada penunggunya kami hanya berjaga" ucap 2 orang sangar seperti preman mereka berkata to the point sebelum di tanya
"kami ingin bertemu Andy,, eh maksud ku Diego Sanjaya" ucap Maryam tak kalah tegas dan tak basa basi
"apa sudah janji" ucap penjaga itu
"sudah maka dari itu kami datang" ucap Maryam enteng
Penjaga itu percaya dan membukakan pintu karna dilihat nya 2 wanita itu sangat santai mungkin mereka orang yang mencari atau ingin memakai jasa perlindungan bodyguard pikir penjaga itu.
Mereka diantar masuk ,dan benar saja bangunan luar berbeda jauh dengan bangunan dalam nya.
Ruangan didalam sangat luas ,bersih dan harum.
Sampai di dalam mereka di antar ke dalam ruangan penjaga itu tidak curiga sama sekali karna mereka tahu bahwa setiap yang datang pasti pengusaha untuk menyewa jasa bodyguard.
"ini nyonya ruangan nya , tunggu sebentar ya saya akan menghubungi tuan Diego" ucap penjaga itu sopan Laila dan Maryam mengangguk dan tersenyum di balik masker hitam nya.
__ADS_1
"tak sesuai tampang La sangar tapi lembut seperti kotoran bayi" ucap Maryam cekikikan Laila hanya diam saja menanggapi candaan sahabat nya itu , hati nya sudah tak menentu apa benar suami nya masih hidup**
……………