Istriku Penyanyi Malam

Istriku Penyanyi Malam
Bab 91 Malam Pertama


__ADS_3

πŸ’•πŸ’•πŸ’•


**Tak terasa waktu berlalu, harapan Mila terkabul akhirnya ia masuk kedalam kamar diikuti oara MUA yang akan melepas pernak-pernik yang ia pakai, sedangkan suaminya(ohhhhh suamiπŸ€—) masih berbicara dengan Marko entah apa yang mereka bicarakan. Setelah selesai Mila langsung menuju toilet dan berendam rasanya sangat melelahkan hari ini, dirasa berendam air hangat akan menenangkan belum lagi aroma mawar yang sangat ia sukai.


15 menit Mila berendam akhirnya ia selesai dan segera memakai piyama pendeknya, baru ia sadari ternyata sang suami belum kembali.


Saat Mila yang sedang **membersihkan wajahnya terbukalah pintu ternyata sang suami baru datang dan itu mampu membuat Mila terkejut.


Pukul 11 malam Habil memasuki kamar pengantin yang sudah di hias sedemikian rupa, dilihat sang istri sedang berada di meja riasnya terlihat segar dan harum. Habil melangkah dan duduk di sofa, ia melonggarka dasi dan membuka jas nya. Kemeja putih yang lengannya ia gulung lalu ia bersandar dan menatap langit-langit kamar itu dengan mata terpejam, terlihatlah guratan lelah itu di wajahnya. Mila yang melihat itu pun mulai membuka suara nya.


"mas, lelah ya?" tanya Mila memecah keheningan karna ia pun merasa kaku di tempat, Habil membuka matanya dan menoleh tanpa menegakkan kepalanya.


"sedikit, kamu istirahatlah sayang pasti lelah kan" ucap Habil lalu tersenyum melihat sang istri yang tampak gugup

__ADS_1


"iya mas, mas mandilah aku sudah siapkan baju ganti yang ada di paper bag itu" ucap Mila tersenyum


"terima kasih, emm,, mas mau ngomong besok kita langsung tinggal di kediaman baru saja ya, apa kamu mau?" tanya Habil, ia tak mau mengambil keputusan sepihak


"Mila terserah mas saja, kemana mas membawa Mila ikut" balas Mila, Habil tersenyum mendengar jawaban Mila


"tidurlah, mas tak kan mengganggumu" ucap Habil lalu beranjak menuju toilet 'mas akan obati dulu trauma kamu La' gumam Habil lalu menutup pintu kamar mandi itu.


Lama Habil di dalam kamar mandi entah apa yang ia lakukan hingga selama ini, setelah 30 menit Habil keluar dengan jubah mandi dan handuk kecilnya, ternyata sang istri masih sibuk mengumpulkan kelopak mawar yang di berserakan diatas kasur itu.


"Mila nggak bisa tidur dengan banyak sampah begini mas" jawab Mila tanpa melihat Habil


"heh, sampah" ucap Habil

__ADS_1


"iya, lihatlah ini malah mengotori sprei mas, jadi Mila bersihkan saja ya" ucap Mila lalu menengok dengan wajah memerah Mila membuang muka dan menunduk.


"kenapa" ucap Habil bingung melihat istrinya menunduk


"mas pakailah baju, Mila letakkan di sofa sana" ucap Mila, Habil pun menurut tak mungkin rasanya ia menggoda Mila mengingat tubuh letih mereka berdua.


Setelah selesai Mila merebahkan tubuhnya, sedangkan Habil masihengotak-atik ponselnya.


Habil beranjak menuju ranjang mereka dan dilihatnya sang istri sudah terlelap, terlihat sang istri sangat lelap terbukti karna tangan Habil membelai tetapi sang empunya tak terganggu sama sekali.


Lama Habil menatap lekat sang istri, entah sampai kapan Habil bisa bertahan ia tak mau memaksa Mila, karna seingat Habil Mila memiliki trauma.


"mas akan bawa kamu ke psikolog nanti, tapi kamu jangan tersinggung ya ini semua demi kebaikan kita sayang, mungkin beberapa waktu mas akan tahan" gumam Habil

__ADS_1


"cantik" ucap Habil lalu tersenyum dan mulai ikut tertidur.


πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•**


__ADS_2