
**πππππ
Malam yang di janjikan Habil pun tiba kini Mila tengah menyiapkan diri, Mila memakai rok jeans dengan atasan kaos berbahan lentur dan membentuk tubuh indah nya. Mila memang sudah pindah ke kediaman orang tuanya karna pelaksanaan pernikahannya memang tak lama lagi, malam ini ia akan pergi bersama Habil ke pesta yang telah di buat sang mama, pesta pelepasan lajang.
Sebenarnya Habil enggan melakukan ini karna menurutnya membuang waktu akan tetapi ia juga menghargai teman-temannya yang meminta untuk mengadakan pesta ini. Mila bersiap surai panjang itu ia ikat tinggi menampilkan leher jenjang nan mulus, tak lupa ia poles tipis wajahnya ia juga mempertajam hiasan di area netra nya alhasil nampak lah netra tajam itu semakin mencolok.
Habil yang sudah berada di ruang tamu dan berbincang dengan Leo yang sudah lama tidak bertemu, ada perubahan signifikan terhadap tubuh Leo. Tubuhnya nampak kekar dari yang sebelumnya terlihat juga urat-urat lengan yang nampak mempesona apabila kaum hawa memandangnya.
"jadi selam ini kamu menghilang membuat semua ini?" tanya Habil
"iya bang kan ini juga saran dari abang, Leo minta pelatihan di markas ayah" ucapnya semangat
"bagus, pertahankan pasti disana banyak orang terlatih belajarlah sungguh-sungguh untuk lelaki seperti kita itu sangat penting" ucap Habil
Leo mengangguk ia sangat senang mendapat wejangan dari Habil entah kenapa Leo cocok dengan cara berpikir Habil, tak lama dari itu Mila menghampiri mereka dan Habil pun bergegas pergi karna malam kian larut.
Habil dan Mila melangkah menuju mobil Habil malam ini Habil memakai ferary nya berwarna hitam. Mila bergegas masuk dan Habil mulai menjalankan baja itu stabil. Mila diam-diam menatap Habil, hari ini ada yang berbeda dengan calon suami nya itu, Habil mengenakan celana panjang levis yang sobek-sobek, kaos oblong dan jaket kulit warna hitam, persis seperti waktu Habil datang secara tiba-tiba di pertunangan Rio dan Viola.
__ADS_1
"kenapa?" tanya Habil yang merasa di perhatika
"mas yang kenapa?" ucap Mila kembali
Habil mengerutkan kening nya ia tampak berpikir apa yang Mila, lalu ia menatap kebagian celana yang seperti berandalan dan terkesan brutal.
"pakaian mas?" tanya Habil
Mila hanya mengangguk tanpa mengalihkan pandangan pada Habil, Mila bukan tak senang justru ia terpesona melihat penampilan Habil malam ini, jika pada malam pertunangan Rio Mila tak fokus pada Habil karna ia sudah kadung malu.
"apa mas setampan itu" ucap Habil, Mila yang tersadar pun memutar boal matanya malas
"cih,,
"jangan begitu mas tahu kok mas memang setampan itu" ucapnya lagi membuat Mila malas
"ternyata selain mas ini nyebelin, mas juga punya tingkat kepedean setara dewa" ucap Mila sinis sejujurnya perkataan Habil benar tapi karna sikapnya yang memiliki ego tinggi sebagai perempuan Mila enggan memuji blak-blakan
__ADS_1
"kita sampai" ucap Habil, Mila yang hendak keluarpun di tahan Habil
"ada apa mas?"
"minum ini dulu!" ucap Habil menyerahkan pil putih polos pada Mila dan memerintahkan Mila meminum nya
"apa ini" ucap Mila curiga
"itu hanya pil biasa minumlah mas tak akan macam-macam" jawab Habil
Mila masih enggan meminumnya ia takut jika pil ini sejenis psikotropika di dukung dengan acara malam ini semakin bertambahlah pikiran negativ Mila.
π
π
π**
__ADS_1