
*******
**Habil yang menahan emosi nya karna perlakuan sang adik yang menyebalkan hanya bisa pasrah karna semakin ia bergerak semakin kuat pula adik nya membelit.
Walaupun sang adik tak lulus ilmu bela dirinya tetapi adik-adiknya paham dasar ilmu bela diri.
Kagaduhan mereka memancing pak Sultan dari ruang baca yang tak tertutup rapat.
Pak Sultan yang melihat anak-anaknya itu hanya menggelengkan kepala nya.
"twins abang itu kan baru datang belum mandi kenapa di tahan seperti itu?" ucap sang ayah lembut memberi pengertian kepada sang anak
"iya pah ,, habisnya abang Habil lama kasih info nya" ucap Hani melepaskan belitannya
"biarkan abang beristirahat dulu , abang pasti lelah"sambung pak Sultan kepada twins
Habil pun menatap kedua adik nya dengan tatapan tajam. Mendapat tatapan dari sang kakak membuat twins menciut , mereka memang takut dengan kakak laki-laki nya itu.
"kalian ini karna gadis itu jadi meneror abang siang dan malam , apa tak paham abang bilang belum ada kabar ha!!!" suara pelan tapi penuh penekanan , karna Habil tak mau membentak di depan orang tua nya karna bagi Habil itu tak sopan.
"tapi sekarang bagaimana bang apa sudah ada kebar???"tanya Hana sudah lupa dengan tatapan Habil yang tak bersahabat itu.
"sudah" jawab Habil singkat lalu pergi meninggalkan twins yang dipenuhi rasa penasaran nya.
Twins hendak berlari mengikuti sang kakak tapi di cegah sang ayah.
"biarkan abang mandi dan istirahat sebentar kasihan abang lelah hemm" jawab pak Sultan lembut memberikan pengertian twins yang selalu memaksa sang kakak.
"iya pah" jawab twins serentak dan meninggalkan mereka menuju kamar nya.
"mamah ini bagaimana apa tak kasihan melihat abang , ia sangat lelah tapi di ganggu terus dengan twins" ucap pak Sultan lembut pada sang istri
"biarkan pah , buat hiburan mamah. Terkadang mamah merindukan tingkah anak-anak sewaktu mereka masih kecil" ucap bu Maryam menerawang
"sebentar lagi kan kita bakal punya cucu mah" balas pak Sultan yang duduk di sampiing sang istri
"huhhh,,,, kapan pah,,,,pah,,,, aku pun tak pernah melihat Habil membawa wanita untuk diperkenalkan kepada kita" ucap bu Maryam
"kan mamah sedang menjalani proyek dengan twins , apa mamah lupa lagi" balas pak Sultan mengingatkan sang istri
"iya itu mah tak akan lupa pah, tapi tadi Habil belum memberitahu apapun, kenapa anak itu tak seperti mu sih pah" ucap bi Maryam kesal, seingat bu Maryam suami nya tak secuek anak nya itu malah pak Sultan terkesan romantis.
__ADS_1
"mungkin menurun keluarga ku yang lain mah" balas pak Sultan terkekeh mendengar penuturan sang istri
Setelah melewati drama heboh sore tadi , mereka berkumpul di ruang keluarga. Ini lah waktu yang ditunggu-tunggu twins untuk mengintrogasi sang buronanπππ.
Mereka memang selalu berkumpul di ruangan ini untuk menjalin kebersamaan ditengah kesibukkan masing-masing.
"abang gimana bang?" tanya Hana sudah tak sabar
Habil yang tak banyak berbicara hanya memberikan ponsel nya agar sang adik puas.
Sang ibu pun merasa gatal dan ikut melihat ponsel itu.
Mereka terkejut melihat balasan Habil yang mencolok dan cenderung menyalahkan Mila.
"abang ini gimana sih kenapa menyalahkan kak Mila!!!" ucap Hana kesal
"iya abang ini , huhhh ,,, gimana mau punya istri kalau judes begini" sambar Hani
"Bil kamu seharusnya tak menjawab begini , semua yang terjadi ini kan ulah kamu juga" ucap ibu ikut menyalahkan
Pak Sultan hanya menyaksikan drama yang baru dimulai , ia hanya diam menyaksikan tontonan yang tak habis-habis dari sore tadi.
Habil yang merasa disudutkan pun angkat bicara.
"sekarang kalian menyalahkan abang , abang manusia biasa karna gadis itu abang seperti buronan pagi, siang,malam kalian tak berhenti menanyakan yang abang sendiri tak tahu jawaban nya , bagaimana abang tidak kesal ha!!!" ucap Habil penuh penekanan ia ingin sekali membentak kedua adik nya tapi ia urungkan mengingat ada sang ayah dan ibu nya berada disana.
"ya sudah jangan marah-marah abang" jawab Hana santai tanpa merasa bersalah
"jadi kapan kita menemuinya bang" sambung Hani
Habil segera mengambil ponselnya dan beranjak pergi meninggalkan mereka.
"abang huhhh,,, abang nanti ku tukar dengan kak Mila , biar kak Mila saja yang menjadi kakak kami!!" seru Hana setengah berteriak karna abang nya tak menghiraukan nya dan tetap berjalan.
Habil kembali kedalam kamar nya menghela nafas panjang , ia berfikir bagaimana menghubungi Mila sedangkan sore tadi ia sudah mengirim pesan yang tak pantas. Habil sadar tapi ia yang terpancing emosi karna menunggu pesan yang tak kunjung di balas.
Akhirnya dengan berat hati ia mengetik pesan kepada Mila.
"assalamualaikum , apa besok bisa bertemu?" Habil bertanya to the point tak ada embel-embel nya.
Tak berselang lama Mila pun membaca chat tersebut.
__ADS_1
"waalaikumsalam untuk apa, apa kita masih ada urusan" balas Mila yang masih kesal dengan Habil
"adik-adikku ingin bertemu dengan mu" balas Habil lagi
Mila tampak berfikir , tapi tak ada salah nya ia berteman dengan twins , apalagi melihat wajah cantik sikembar itu rasanya Mila sangat gemas.
"baiklah" balas Mila singkat
"besok aku akan menemui mu di sana kau tunggu saja , aku akan membawa twins kesana" balas Habil mengakhiri pesan tersebut.
Setelah percakapan berakhir mereka mulai terlelap.
*****
Keesokan hari nya benar saja Habil menemani twins menemui Mila, Habil mengetuk pintu setelah sampai di depan pintu kontrakan Mila.
Tak berselang lama Mila membuka pintu. Mila yang masih mengenakan dater rumahan pun terkejut mereka datang sangat pagi menurut Mila.
Mila pun terkejut ketika twins langsung memeluk nya secara bersamaan.
Habil pun tak kalah terkejut , sangat jarang melihat adik nya cepat akrab dengan orang yang baru beberapa hari dikenal nya.
Mila pun serba salah dengan perlakuan twins , ia tak menyangka bahwa twins sangat mudah menerimanya yang baru saja kenal.
"kakak dari mana saja ,mengapa lama sekali kami sudah dua kali ke kafe mencari kakak tau" ucap Hana di angguki Hani dengan cepat.
Mila sangat gemas dengan tingkah mereka sampai Mila lupa menyuruh tamu nya masuk.
Habil hanya temangu melihat wajah asli Mila tanpa polesan.
'cantik' batin Habil
Habil yang melamun ternyata sudah ditinggal masuk dengan kedua adik nya. Mila menyentuh tangan Habil menyadarkan.
"mas mau masuk apa mau diluar saja"ucap Mila bingung Habil yang berdiam diri.
Setelah sekian lama akhirnya mereka bertemu lagi. Twins sangat senang , Mila yang sedang membuat minuman pun di buntuti dengan twins. Mila hanya terkekeh geli melihat twins yang mengikuti langkah nya.
Sementara Habil seperti tak dibutuhkan dengam adik-adiknya hanya mendengus kesal**.
*****
__ADS_1